Samuel Kaboo Morris, PAHLAWAN IMAN

Wed, 27 July 2016 - 09:37 | Dilihat : 537
samuel-kaboo-morris.jpg

SAMUEL Kaboo Morris lahir di Liberia (Afrika Barat) pada lahun 1873. Beliau adalah seorang pangeran, putera sulung pemimpin suku Kru. Dalam sebuah serangan ia tertangkap dan dijadikan sandera, dipukuli setiap hari dan dipaksa bekerja.

Suatu kali ketika ia sedang dicambuk, ada kelihatan cahaya dan suara dari langit yang mengatakan kepadanya untuk melarikan diri. Tali yang mengikat tubuhnya lepas dan ia mendapat kekuatan, la lari ke hutan, mengembara berhari-hari, siput dan manga menjadi makanan untuk memperjuangkan hidupnya. Lalu ia tiba di Monrovia, ibu kota Liberia, lepatnya di kebun kopi seorang Kristen. Seorang anak laki-laki mengajak dia datang ke gereja dan bertemu dengan Ms. Knolis, seorang misionari lulusan Taylor University. Mereka berbicara tentang pertobatan rasul Paulus. Kaboo menyadari kesamaan kisah hidupnya dengan Paulus. Tak lama kemudian ia menerima Kristus sebagai juruselamatnya dan dibaptis dengan nama Samuel Morris.

Morris tinggal 2 tahun di Monrovia. la sangat antusias dan bertekun dalam komunitas Kristen. Karena memiliki keinginan yang kuat untuk belajar tentang Allah dan Roh Kudus, Lizzie McNeil mendorong Morris untuk prig ke New York menemui Stephen Merritt. Morris memulai perjalanannya dengan berjalan kaki menuju pantai, la menumpang pada sebuah kapal dan sebagai ganti pembiayaannya ia harus bekerja di kapal tersebut. Ketika ia tiba di akapal Morris tidak disukai, tetapi pada saat kapal yang ia tumpangi sampai di Amerika, mereka semua menjadi percaya kepada Tuhan, berdoa dan menyanyikan puji-pujian oleh kesaksian Morris

Pada malam pertama ketika Morris tiba di Amerika, ia memimpin sekitar 20 orang kepada Kristus dan berdoa bersama mereka ketika ia menunggu Stephen Merritt yang sedang menghadiri persekutuan doa. Terkesan pada Samuel, Merritt mengundangnya untuk tinggal di rumahnya, la memenangkan hati banyak orang Amerika, ketika rasisme merupakan hal yang biasa pada saat itu, tetapi tetapi mereka seakan buta warna terhadap Samuel. Mereka melihat Allah bekerja dalam diri Samuel dan membentuk Samuel Morris Missionary Society untuk mengumpulkan uang dan mengirim Samuel Taylor University agar ia dapat memperdalam pengetahuannya tentang Allah dan Alkitab. Di Taylor University, Morris dipakai Tuhan untuk menarik lebih banyak orang untuk datang kepada Allah. Banyak siswa yang datang ke kamar asramanya untuk berdoa bersamanya dan mendengarkannya berbicara, la menghabiskan semalamannya untuk berdoa kepada Allah sampai pagi hari. Morris mengilhami orang lain untuk melihat hubungan mereka dengan Tuhan. Beliau dikenal sebagai anggota gereja yang sangat aktif.

Diakhir hidupnya, Samuel hanya berkeinginan untuk dididik dalam firman Tuhan sehingga ia dapat kembali ke sukunya di Liberia dan menceritakan tentang Yesus kepada mereka. Namun itu bukan rencana Tuhan bagi dia. Diakhir tahun 1892, Samuel menderita Pneumonia. Doanya untuk disembuhkan tidak terjawab. Pada tanggal 12 Mei 1893, Samuel Morris, Pangeran Kaboo meeninggal. Setelah pemakamannya banyak dari rekan mahasiswanya merasa dipanggil untuk ke Afrika dan menjadi misionaris taylor University menamakan sejumlah bangunan, beasiswa dan perkumpulan atas nama Morris untuk menghormatinya. Kisah hidupnya telah mengilhami banyak orang untuk pergi memberitakan injil ke Afrika.

Demikianlah kisah hidup seorang remaja Afrika, pangeran sebuah suku yang membawa kebangkitan rohani bagi sebuah universitas Injil di Amerika, (netsen/dbs)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top