Mengenal Alkitab

Kasih Karunia-Nya Melimpah-Limpah

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Mon, 8 August 2016 - 13:59 | Dilihat : 1022

“… dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat
bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan
kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan
kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.” Efesus 2:6-7

GI. Nikodemus Rindin
Kisah tentang Allah dan perbuatan tangan-Nya mewarnai seluruh perjalanan kehidupan manusia. Tindakan-Nya yang aktif menjumpai dan menyelamatkan manusia dengan kasih-Nya merupakan hal yang sangat istimewa. Manusia yang dulunya mati karena dosa, kini hidup karena kasih karunia-Nya. Melalui penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Kristus manusia beroleh kemenangan dari kuasa maut sebab di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga. Secara tegas dan jelas diberitahukan bahwa ada suatu perpindahan yang sangat indah, yang dulunya di dalam kuasa maut, kini berada bersama-Nya di sorga kekal. Alkitab memberitahukan bahwa sorga merupakan tempat yang diberikan oleh Allah kepada manusia yang diselamatkan-Nya. Di dalam sorga kekal itu, manusia tebusan-Nya dipersekutukan dengan Kristus. Paulus memandang kebangkitan dan kemuliaan sorgawi orang Kristen sebagai suatu realitas yang sudah terwujud, namun ada hal yang lain yang ingin disingkapkan oleh Paulus yakni tentang sebuah realitas di masa depan bahwa sebagai orang tebusannya, kita secara penuh ikut mengalami kemenangan-Nya. Dan pada dasarnya kita “sudah ada” di surga, di mana Dia memang berada.
Allah memilih kita karena Ia memandang kepada Kristus sebagai perwakilan dari manusia yang tidak berdosa. Karena Kristuslah Allah membuka tangan-Nya dan menyediakan tempat bagi kita di sorga. Jadi, bila manusia bisa menerima keselamatan dan sorga itu bukan karena jasanya namun karena kasih karunia Allah yang melimpah-limpah dan karena pekerjaan Kristus. Apa yang Yesus kerjakan atas keselamatan kita telah final, kita tidak dapat menambahkan apa-apa lagi pada pekerjaan itu (Ibr 10:1-14). Sebab pada waktu Yesus mati, tirai Bait Allah terbelah dua dari atas ke bawah, hal ini menandakan bahwa jalan kepada Allah sudah terbuka. Tidak lagi diperlukan korban-korban persembahan. Satu-satunya korban yang sempurna, yaitu Anak Domba Allah. Ia telah menyelesaikannya dengan sempurna. Apa yang perlu kita lakukan, tentu tidak ada lagi. Namun sebagai pribadi-pribadi yang telah diselamatkan tentu kita perlu menyambut keselamatan itu dengan bertindak aktif, yaitu dengan “mengerjakan” keselamatan yang telah kita peroleh. Kita hidup sesuai dengan maksud dari penyelamatan itu, hidup benar dan menjadi terang bagi dunia. Kita menunjukan buah sesuai dengan pertobatan dan keselamatan yang telah diperoleh.
Sisi lain yang tidak kalah pentingnya adalah kekayaan kasih karunia Allah ditunjukkan dengan berlimpah-limpah dengan tidak menahan kebaikan-Nya kepada orang-orang yang diperkanan-Nya. Tentu harus kita pahami bahwa Allah melakukannya bukan karena Dia mengasihi dengan kasih yang murahan atau kasih yang sembarangan. Namun dengan kasih yang besar dan dengan penuh pengorbanan serta rasa sakit yang dalam. Ini tentu membutuhan tindakan yang total dan penuh dari seseorang yang mengasihi. Ia bukan hanya menunjukkan kasih kepada seseorang yang perlu dikasihi tetapi dalam hal ini Ia telah menunjukkan kasih-Nya kepada mereka yang tidak sepatutnya menerima kasih itu karena manusia telah melukai hati-Nya. Sebetulnya konsekuensi logis adalah manusia berada di bawah murka-Nya dan binasa. Itu sebab, bila Ia datang dengan pengorbanan yang total dan menyerahkan Anak-Nya yang tunggal untuk menyelamatkan ini adalah merupakan sisi kekayaan kemurahan Allah yang dengan sengaja Ia berikan sesuai dengan kerelaan-Nya yang berlimpah-limpah. Bagian ini membawa kita melihat kepada apa yang disampaikan oleh Yesus bahwa, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan (Yoh 10:10).” Yesus datang bukan hanya agar manusia mengalami hidup tetapi Ia ingin manusia terlepas dari genggaman maut dan mempunyai hidup dalam kelimpahan kasih-Nya. Hanya melalui kasih Yesus jalan kita menuju kehidupan yang sejati terbuka. Manusia bisa terlepas dari kuasa maut dan membangun hubungan yang akrab dengan Allah. Kiranya hati kita penuh syukur dan memuliakan Dia di setiap langkah yang kita jalani.

Lihat juga

Komentar


Group

Top