Sapaan Gembala

Panggilan Injil

Penulis : Pdt Netsen | Mon, 8 August 2016 - 14:01 | Dilihat : 1283

Merenung dan mengingat delapan tahun silam, tatkala masih mengajar disalah satu sekolah di kabupaten paling hulu sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Ketika tahun ajaran baru ingin dimulai, panitia penerima siswa baru cukup pasang spanduk bertuliskan waktu dan tempat pendaftaran atau penerimaan siswa baru dan dipasang di depan sekolah. Selanjutnya para calon siswa baru datang mendaftar dengan ditemani oleh orang tua atau walinya. Perihal inisiatif calon siswa datang mendaftar untuk menjadi murid disekolah tentu sangat berbeda dengan bagaimana seseorang menjadi murid Kristus.
Kitab-kitab Injil mencatat bagaimana Yesus memanggil murid-muridNya. Namun, disisi lain juga diceritakan ada orang-orang yang atas inisiaifnya ingin menjadi murid Yesus. Ada yang secara pribadi menyatakan keinginannya untuk menjadi murid Yesus. Ada juga yang berbondong-bondong datang kepada Yesus (Mat. 4:24-25). Ingat, bahwa pengajaran dan yang dilakukan oleh Yesus sangat menarik minat banyak orang untuk mengikut Dia. Sebut saja, kemampuan Yesus sebagai "miracle worker" (Mat. 7:28-29; Mat. 8:1). Sayangnya, orang-orang banyak itu adalah sekelompok orang yang kelihatannya bersikap positif dan responsif terhadap Yesus, namun tidak pernah mereka dibicarakan sebagai orang-orang yang membuat komitmen untuk menjadi murid. Meskipun mereka bersikap positif terhadap pengajaran Yesus, bahkan berbondong-bondong mengikuti Dia, namun para penulis Injil tetap mengkontraskan mereka dengan "para murid". Untuk hal ini, Yohanes memberitahukan kepada kita. Yohanes "ditelanjangi" sebagai orang-orang yang hanya mencari Yesus serta mengikuti Dia karena menghendaki Yesus melakukan mukjizat bagi mereka. Mereka pada akhirnya menolak panggilan Yesus untuk bersekutu dengan Dia dalam penderitaan serta kematian-Nya (band. Yoh. 2:23-24; Yoh. 6).
Perlu dipahami secara jelas bahwa pengikut Yesus yang sejati adalah orang-orang yang "dipanggil" untuk menyerahkan hidup kepada Yesus. Manusia, dalam kondisi yang telah jatuh ke dalam dosa, sangat menikmati perbudakan dosa. Konsekuensinya adalah tidak pernah atas inisiatif sendiri seseorang diselamatkan kemudian mengikuti Yesus. Inisiatif itu selalu berasal dari Tuhan melalui para pemberita Injil (Rm. 10:14). Perhatikan bahwa, orang-orang yang kelihatannya bersikap positif terhadap Yesus di atas serta berbondong-bondong mengikut Dia, pada akhirnya yang mereka cari adalah kepentingan diri mereka sendiri. Yesus dijadikan "alat" pemenuhan kebutuhan dan keperluan mereka. Mereka mengikut Yesus bukan karena bertobat, tapi karena bagi mereka Yesus memenuhi keperluan mereka.
Untuk datang kepada Yesus. Roh Kudus mendorong manusia untuk datang kepada Yesus. Tuhan berbicara melalui pemberitaan Injil dan memberitahukan kepada manusia bahwa ia "sakit". Dan sakit tersebut akan memimpinnya kepada penghakiman kekal dan bahwa ia tidak dapat membenarkan dirinya sendiri di hadapan Allah yang kudus, kecuali kalau Ia percaya kepada Tuhan Yesus. Dan penyakit rohani seperti ini, justru bukan sebuah penyakit yang membuat orang yang mengidapnya merasa sakit. Sebaliknya ia merasa sehat, kuat, gagah, dan bahkan tidak memerlukan "dokter" (Tuhan).
Salah satu implikasi penting dari hal di atas adalah bahwa pemberitaan Injil bukan berdasarkan orang senang atau tidak senang. Sebab jika ini kriterianya, manusia justru senang untuk tidak mendengarkan Injil yang menelanjangi keberadaan mereka yang sesungguhnya. Sejujurnya manusia sangat menyukai Injil yang manis, yang menyembuhan, yang memakmurkan, dan kalu bisa tanpa keharusan bertobat. Tak hanya itu, manusia pun membenci orang yang memberitahukan kondisi mereka yang sesungguhnya. Itulah yang dialami oleh Yesus. Namun sebagai orang percaya, dimana kepada setiap kita injil itu dipercayakan untuk diberitakan. Marilah kita memberitakan Injil dengan murni. Namun satu hal yang penting, sebelum kita menjadi pemberita Injil yang murni, maka hidup kita seharusnya menjadi pribadi yang rela ditelanjangi oleh Injil. Sungguh tidah mudah, namun itu adalah harga yang harus dibayar oleh para murid Kirstus sejati. Amin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top