John Howard Yoder, Kristen Harus Eksklusif

Mon, 15 August 2016 - 09:54 | Dilihat : 477
john-howard-yoder.jpg

John Howard Yoder
 Kristen Harus Eksklusif

Banyak aksi kekerasan yang menimpa umat Kristen memaksa tidak sedikit para pemikir Kristen untuk kembali menilik ke dalam, seberapa jauh solidaritas berpengaruh terhadap masyarakat.  Haruskah umat Kristen hidup ekslusif, menarik diri dalam sebuah isolasi, ataukah justru membaur, mewarnai dunia, tapi tidak berbaur dengan dunia?  
    “Umat Kristen itu berbeda dengan dunia pada umumnya, karena itulah Kristen haruslah eksklusif, berbeda dari dunia dengan etika dan nilainya”. Setidaknya begitulah prinsip yang dipegang oleh John Howard Yoder, seorang teolog Kristen abad 20.  Bagi teolog kelahiran 29 Desember 1927 ini karya Yesus itu tidaklah  satu paket dalam bentuk cita-cita baru atau prinsip-prinsip untuk mereformasi atau bahkan merevolusi masyarakat, namun pembentukan komunitas baru, orang-orang yang mencerminkan pengampunan, berbagi dan mengorbankan diri dalam cinta,  ritual dan disiplin.
    Yoder, yang meraih gelar sarjana dari Goshen College menilai, gereja secara pribadi bukanlah pembawa pesan Kristus, melainkan pesan atau surat yang terbuka itu sendiri.  Karena itu baginya gereja adalah minoritas kreatif yang selalu akan hidup dengan cara yang kontras dengan masyarakat sekitarnya.  Hal ini menurut Yoder berimplikasi juga ke soal etika yang tentu saja berbeda dengan etika masyarakat pada umumnya
    Dianggap berbeda dengan pendapat Kristen pada umumnya, teolog yang berhasil mempertahankan disertasinya tentang Anabaptisme dan Reformasi di Swiss untuk meraih gelar doktoralnya dianggap sebagai sektarian.  Sebuah pikiran sempit  yang cocok hanya untuk kelompok-kelompok kecil yang bertekad untuk hidup terpisah dari dunia.
    Tentu saja Yoder menolak tuduhan yang tidak berdasar tersebut.  Dia justru menyerukan agar umat Kristen jangan  menarik diri dari dunia luar, lantas mengisolasi diri dalam pelukan gereja.  Yoder mencurahkan banyak waktunya untuk menulis membuktikan pada dunia apa yang dianggap orang sektarian justru merupakan panggilan yang justru harus dijalankan umat Kristen bagi dunia sekuler untuk memerangi ketidakadilan.  
    Karya-karya Yoder tentang kekristenan dan politik mewarnai bahkan berdampak besar pada pemikiran Kristen kontemporer tentang etika gereja dan sosial.  Seperti pemikiran para teolog kontemporer lainnya, Yoder berpendapat bahwa kehidupan Yesus, kematian dan proklamasi kerajaan Allah memiliki implikasi politik.  Namun demikian bagi Yoder, yang mengawali karier mengajar di Notre Dame dan di Associated Mennonite Biblical Seminary di Goshen, mengembangkan posisi ini dengan cara yang khas, berbeda dari pikiran pada umumnya.  
    Hal ini setidaknya terlihat dari pandangannya tentang norma sentral kehidupan Kristen, seperti diungkapkan oleh Yesus, adalah cinta nonresistant, dan karena itu tanpa kekerasan dan pasifisme.  Ini berdampak pada kerasnya Yoder menolak semua bentuk kemapanan agama negara dan menolak untuk memanggul senjata, berjuang untuk sukses sosial.  
    Dari sekian banyak buku karya Yoder  yang populer, bahkan hingga saat ini dan telah diterjemahkan sedikitnya ke sepuluh bahasa berjudul  “Politik Yesus”.  Sebuah buku berisi argumen Yoder menentang pandangan populer tentang Yesus, terutama pandangan yang dipegang oleh Reinhold Niebuhr.  Dalam buku ini Yoder berpendapat bahwa menjadi seorang Kristen dalam standpoint  politik tidak berarti mengabaikan panggilan.  
    John Howard Yoder meninggal di kantornya di Notre Dame  pada 30 Desember 1997 akibat serangan jantung yang dideritanya.  

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top