Mengenal Alkitab

Keselamatan Totalitas Kasih Karunia

Penulis : Pdt Netsen | Mon, 15 August 2016 - 09:56 | Dilihat : 720

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri (Efesus 2:8-9)
Apa yang dikatakan oleh Rasul Paulus dalam dua ayat ini adalah sangat penting untuk dipahami secara benar dengan memperhatikan konteks yang tepat. Sehingga menemukan suatu pemahaman yang utuh mengenai pemberian keselamatan oleh Allah kepada manusia yang telah berdosa dan mati. Sepanjang sejarah Kristen, kedua ayat ini, telah memberikan kenyamanan dan kegelisahan bagi banyak pembaca Alkitab. Mulai dari para teolog terkemuka hingga kaum awam berupaya untuk menggugat dan mempertanyakan keselamatan manusia berdosa dari Allah yang berdaulat. Apakah keselamatan itu hanya hasil usaha manusia, ataukah kerja sama antara Allah dan manusia, atau hanya anugerah Allah semata? Meski Alkitab telah secara jelas memberi jawab tetang keselamatan, namun manusia tetap merasa tidak puas dan berupaya mencari jawab sendiri.
Seorang bernama Pelagius pernah mengajarkan bahwa kita harus mendapatkan keselamatan kita, keselamatan adalah tanggung jawab kita. Itu semua "tugas." Agustinus menolak pandangan Pelagius. Dia menegaskan bahwa keselamatan adalah semuanya Tuhan lakukan, kita benar-benar tidak memberikan kontribusi apa-apa. Allah memilih siapa yang akan diselamatkan tanpa adanya kontribusi apapun dari manusia. Teolog lainnya, Luther menegaskan bahwa orang yang diselamatkan tidak memiliki kehendak bebas. Menurutnya, manusia adalah seperti kuda dikendalikan oleh Tuhan. Jacobus Arminius memberikan pandangannya bahwa keselamatan adalah kerja sama antara Allah dan manusia. John Wesley dan George Whitefield revivalis jatuh ke perselisihan. Wesley mengajarkan bahwa kita memiliki peran dalam keselamatan, Whitefield menegaskan bahwa segalanya adalah anugerah Tuhan dan menyangkal setiap peran manusia dalam keselamatan. Senada dengan Whitefield, John Piper menyumbangkan pandangannya. Ia menyangkal setiap peran manusia dalam keselamatan, itu semua Allah lakukan dan tidak ada kita.
Paulus dengan tegas mengatakan kepada jemaat Efesus, bahwa keselamatan adalah pemberian Allah. Tanpa adanya usaha manusia. Juga bukan sebagai upah dari perbuatan yang telah manusia lakukan. Dalam ayat 1-3 Paulus mengungkapkan tentang kondisi manusia sebelum mereka diselamatkan. Di dalam konteks ini tidak ada indikasi kerja sama antara Allah dan manusia, apa lagi kebebasan manusia untuk menolak dan menerima tawaran keselamatan dari Allah. Tidak ada kontribusi dan andil manusia di dalamnya. Hal ini ditegaskan dengan frase “itu bukan hasil usahamu” juga “bukan hasil pekerjaanmu”. Untuk negasi hal ini, Paulus memberikan frase “tetapi pemberian Allah”. Paulus menegaskan, oleh iman kepada Yesus Kristuslah kamu diselamatkan (2 Tim. 3:15). Dan iman pun adalah karunia Allah. Manusia berdosa hanya bisa menolak, melawan, dan menjauh dari Allah (Rm. 3)
Apa yang telah disampaikan oleh para teolog seperti Agustinus, Luther, George Whitefield dan John Piper merupakan penegasan terhadap apa yang telah disampaikan oleh Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus dan tentu juga kepada kita orang percaya yang hidup di kekinian. Allah yang berdaulat, dalam kekekalanNya. Ia merancang keselamatan, Yesus Kristus Tuhan menjadi manusia mengerjakan keselamatan dan Roh Kudus memeteraikan keselamatan bagi orang pilihan Allah.
Di akhir ayat ke 9, Paulus mengingatkan kepada jemaat Efesus, supaya mereka jangan memegahkan diri dan menjadi sombong. Tegasan Paulus adalah jangan kamu berpikir dan merasa berjasa untuk masuk dan menikmati surga. Sebagai orang yang telah diselamatkan, hiduplah taat dalam melakukan kehendak-Nya. Dan Allah akan memelihara hidup mu. Amin.

Lihat juga

Komentar


Group

Top