Tokoh

Adoniram Judson Gordon

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Mon, 7 March 2011 - 10:59 | Dilihat : 940
Sekarang Kristus menenangkan hati, tetapi Dia akan menenangkan lautan saat Dia datang dalam kemuliaan.”
Adoniram Judson Gordon lahir di New Hampshire tahun 1863 dari keluarga Kristen yang taat. Dia menerima Yesus saat berumur sekitar lima belas tahun. Setahun kemudian, dia menyatakan kerinduannya untuk melayani.
Dia masuk Brown University pada tahun 1865 dan kemudian masuk Newton Theological Seminary pada tahun 1860. Setelah lulus tahun 1863, dia menjadi pendeta di Jamaica Plain, New Boston. Setelah pelayanan yang suk-ses selama enam tahun di sana, dia kemu-dian menjadi pendeta di Clarendon Street Baptist Church, Boston, sebuah gereja yang keadaan rohaninya sedang seret.
Pada tahun 1877, Moody dan Sankey menjangkau Boston. Mim-bar Moody ada di seberang Cla-rendon Street Church. Saat Moody, seperti yang dikatakan Henry Drummond, “menum-pangkan satu tangan kepada Amerika dan tangan lainnya ke-pada Britania, lalu menggerakkan mereka kepada Allah,” dia tidak sekadar mendorong Gordon dan gerejanya.
Dr. Gordon melayani di gereja itu selama lebih dari seperempat abad, dia menyaksikan bagaimana gereja itu benar-benar berubah menjadi salah satu gereja paling spiritual dan agresif di Amerika.
Hidup Dr. Gordon yang penuh sema-ngat dan buku-bukunya yang sangat rohani memberikan pegaruh yang besar di seluruh negri. Dia adalah pemimpin yang handal dan pembicara di D. L. Moody’s Northfield Conventions.
Dalam bukunya, Ministry of the Spirit, Dr. Gordon menyatakan karya Roh Kudus dalam tiga aspek: Memperkuat, Melayani, Mengurapi. Dia juga seorang yang sangat percaya akan kedatangan Kristus yang kedua.
Pagi hari tanggal 2 Februari 1895, Dr. Gordon, meninggal dalam Yesus dengan “keme-nangan”, kata terakhirnya yang dapat didengar dengan jelas. (Dianpra)
Sumber: www.swordofthelord.com

Komentar


Group

Top