Tokoh

William C. Towsend, Bawa Jiwa Dengan Menerjemahkan Alkitab

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Fri, 11 March 2011 - 18:10 | Dilihat : 2252
Tags : Alkitab Jiwa
SALAH satu peristiwa besar yang menandai sejarah kekristenan abad 20 adalah maraknya penerjemahan Alkitab. Dan satu orang yang berpengaruh besar dalam proses tersebut adalah William Cameron Towsend, pendiri yayasan: Wycliffe Bible Translators (WBT) dan Summer Institute of Linguistics (SIL), yang cukup tersohor di jamannya oleh beragam hasil karya penerjemahan yang sangat bermanfaat untuk umat.

William Cameron Towsend, pria muda yang hidup dalam keluarga miskin ini merasa tergelitik hatinya menyaksikan banyak orang belum dapat menikmati Alkitab lantaran belum mengerti arti dari bahasa Alkitab yang digunakan kala itu, bahasa Spanyol. Orang-orang yang berasal dari suku-suku tertentu yang memiliki bahasa sendiri seperti mereka yang berasal dari suku Indian belum dapat memahami Alkitab secara baik, seperti memahami tulisan dengan menggunakan bahasa mereka sendiri. Hal inilah yang mendorong Cam Towsend, demikian dia sering di-panggil, untuk menggeluti dunia linguistik dan mem-baktikan dirinya secara khusus bagi penerjemahan Alkitab yang kelak dapat menolong banyak orang lebih memahami Firman Tuhan dengan baik.

Pria kelahiran California pada 1896 ini dibesarkan dalam keluarga yang taat beribadah sebagai jemaat di Gereja Presbiterian (the Presbyterian Church) - hal inilah yang membuatnya menjadi seorang pemuda yang memiliki kepedulian besar terhadap kekristenan, yang kemudian sempat memaksa dirinya untuk bergelut dalam dunia pelayanan. Untuk memper-lengkapi diri sebelum terjun dalam dunia pelayanan Cam kemudian kuliah di Occidental College, sebuah sekolah Presbiterian di Los Angeles. Sembari belajar, Cam juga bergabung dalam beragam organisasi ber-basis pelayanan, khususnya pelayanan misi di antaranya Student Volunteer Movement; juga The Bible House of Los Angeles yang kala itu membutuhkan voluntir yang bertugas menyebarkan Alkitab pada orang yang membutuhkan Alkitab di seputar wilayah Amerika Latin, khususnya Guatemala.
Perjalannnya menyebarkan Alkitab inilah yang mem-bukakan mata Cam melihat realita yang sesungguh-nya, di mana daerah di wilayah kerjanya yang sebagian besar ada di daerah-daerah pinggiran yang dihuni oleh sekitar 2.000 orang Cakchiquel Indian sama sekali tidak dapat memahami Alkitab dalam bahasa Spanyol yang dibawanya. Bahkan kelompok orang Indian ini sama sekali belum memiliki bahasa tulis kala itu. Cam merasa memiliki beban khusus melihat keadaan mereka yang sebetulnya haus akan kebenaran itu.

Suatu saat salah seorang dari orang Indian itu berkata padanya, Jika Allah yang kau sembah be-nar-benar pintar, mengapa Dia tidak mau mempe-lajari bahasa kami? Bak kilatan cahaya petir, Cam seolah tersadar dan menganggap pernyataan yang baru saja didengarnya sebagai visi besar dari Tuhan. Cam sebagai seorang pemuda yang gemar akan tantangan menganggap hal tersebut sebagai tan-tangan bagi dirinya yang akan memacu Cam untuk serius dalam urusan yang satu ini. Cam pun selanjut-nya memutus-kan untuk mendedikasikan diri selama 13 tahun hidupnya tinggal bersama dengan suku primitif Cakchiquel Indian. Dan tujuannya tak lain dan tak bukan adalah untuk mempelajari bahasa yang mereka gunakan, menyalinnya dalam bentuk tulis, dan akhirnya yang paling penting adalah mener-jemahkan Alkitab dalam bahasa ibu orang Cakchiquel Indian.

Upaya dan kerja kerasnya selama 10 tahun membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Di tahun 1929, Cam berhasil menyelesaikan terjema-han Alkitab Perjanjian Baru dalam bahasa Cakchiquel Indian. Pengalaman awal bergulat dengan per-soalan bahasa membuat Cam ketagihan dan meman-tapkan keyakinan dirinya betapa penting proyek penerjemahan Alkitab ini. Gelora hati yang begitu besar mendorong Cam untuk menerjemahkan Alki-tab bagi suku-suku yang belum memiliki bahasa tulis.

Pada 1934 bersama dengan L.L. Legters mendiri-kan Cam Wycliffe di Arkansas - cikal bakal dari Summer Institute of Lingusistics (SIL) yang secara khusus mengajarkan dan memberi pelatihan linguistik bagi mereka yang terbeban dalam upaya pener-jemah Alkitab yang kelak memberikan kontribusi besar bagi kemajuan misi dunia. Slawi/dbs

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top