Mengenal Alkitab

Berjalan Tanpa Tanda Yang Jelas

Penulis : Admin | Fri, 24 August 2012 - 00:00 | Dilihat : 2091
Tags : Jalan

(Luk 22: 7-20) Perikop ini berbicara tentang persiapan yang dilakukan bagi Kristus dan murid-muridNya untuk makan domba Paskah tepat pada hari raya Roti tidak beragi, yaitu hari dimana orang harus menyembelih domba paskah sesuai dengan ketentuan dalam hukum taurat. Begitupun Kristus tunduk pada hukum taurat dan mematuhi ketentuan-ketentuannya, khususnya tentang Paskah. MaksudNya adalah untuk mengajar kita supaya mematuhi ketentuan-ketentuan InjilNya, khususnya mengenai perjamuan Tuhan agar kita tidak mengabaikannya.

Lalu di dalam cerita ini, Yesus mengarahkan Petrus dan Yohanes ke tempat yang harus mereka tujui (Ay.9-10). Yang isi perintahNya mereka harus mengikuti orang yang membawa kendi berisi air dan orang itulah yang akan menjadi penunjuk jalan menuju rumah yang dimaksud. Bisa saja Kristus menggambarkan saja rumah tersebut kepada mereka. Karena mungkin saja rumah tersebut mereka kenal dan karena itu cukuplah Ia berkata pergilah ke rumah si anu atau ke rumah yang terletak di jalan anu, dengan ciri-ciri anu dan seterusnya. Namun Ia tidak mengarahkan mereka dengan cara demikian, untuk mengajarkan mereka bergantung pada bimbingan Sang Pemelihara dan mengikuti petunjukNya langkah demi langkah.

Mereka pergi tanpa mengetahui tempat yang akan mereka tuju dan mereka juga tidak tahu siapa itu yang mereka ikuti. Apabila mereka sampai di rumah itu mereka harus berharap bahwa tuan rumah itu akan menunjukkan sebuah ruang kepada mereka dan tuan rumah itu akan melakukan hal itu. Tetapi ternyata tidak dijelaskan disini. Apakah rumah yang dimaksud merupakan rumah seorang sahabat atau rumah yang disewakan untuk umum. Namun murid-murid menemukan penunjuk jalan mereka, berikut rumah dan ruangan yang dikatakanNya kepada mereka.
Untuk itu barangsiapa pergi sesuai dengan perkataanNya, tidak perlu khawatir mengalami kekecewaan. Sesuai dengan perintah yang diberikan kepada mereka, mereka mendapati semuanya telah siap untuk perjamuan Paskah.

SIKAP YANG IRONI

Ironinya banyak orang Kristen masih meminta kepada Tuhan, tanda-tanda yang detail ketika meminta petunjuk untuk menjalankan perintahNya. Bahkan mereka tidak mau berjalan kalau Tuhan belum memberikan petunjuk yang jelas secara detail. Padahal umat PB seharusnya adalah umat yang dewasa yang tidak perlu membutuhkan tanda-tanda secara detail sebagai petunjuk. Cukup hanya dengan prinsip-prinsipnya saja dan tidak secara detail.

APLIKASI

Umat PB sebagai umat yang telah di tebus dan digenapi, haruslah bertumbuh dengan dewasa. Tidak boleh tersentak berhenti menjadi bayi rohani tetapi harus bertumbuh belajar berjalan dengan bekerja keras sambil memperhatikan prinsip-prinsip utamanya dan juga disertai doa sebagai bentuk ketergantungan yang penuh dariNya. Contohnya dalam proses pencarian pasangan hidup di PL (Ribkha) memakai tanda tetapi kalau di PB Tuhan hanya kasih tahu prinsipnya saja yaitu haruslah mencari pasangan yang seiman dan sepadan. Maka percayalah selama kita berjalan tidak keluar dari koridor dari apa yang Tuhan perintahkan dan kehendaki. Maka pastilah Tuhan akan menyertai dan memberkati kita semua. Untuk itu berjalanlah dengan iman kepadaNya, janganlah kita kuatir, karena sesungguhnya berkat itu telah ada dan tersedia terkhusus bagi kita yang mengasihiNya. Amin. - GI Roy Huwae

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top