DAVID BRAINERD, MISSIONARIS BAGI SUKU INDIAN AMERIKA

Penulis : Pdt Netsen | Tue, 11 October 2016 - 13:35 | Dilihat : 302
david-brainerd.jpg

David Brainerd lahir pada 20 April 1718 di Haddam, Connecticut, USA. Beliau bukanlah seorang yang ‘beruntung’. Sejak masa kekanak-kanakannya, beliau telah ditinggalkan oleh kedua orangtuanya meninggal. Ketika berumur 9 tahun ayahnya meninggal dan 5 tahun kemudian ibunya pun meninggal. Untuk sementara, Brainerd menjadi anak seorang petani yang hanya mendapatkan penghasilkan dengan bekerja di luar. Kemudian ia tinggal dengan seorang pendeta yang baik. Oleh seorang Pendeta Brainerd diberi kesempatan untuk belajar. Brainerd pergi ke Yale University dan belajar selama 3 tahun, dan belajar kepada seorang pendeta tua untuk mulai berkhotbah.

Di masa mudanya, Brainerd telah menyerahkan hidupnya untuk melayani Tuhan. Dalam catatan hariannya ia menuliskan penyerahkan hidupnya kepada Tuhan; “Inilah saya, Tuhan, utuslah saya sampai ke ujung bumi. Utuslah saya kepada bangsa kafir yang liar dan ganas di padang belantara, utuslah saya menjauhi segala sesuatu yang dinamakan kenyamanan di bumi; utuslah saya bahkan kepada maut sekalipun, bila itu dalam pelayanan bagiMu dan untuk memperluas kerajaanMu.” Tulis Brainerd dalam buku harian dimasa mudanya tersebut menjadi “The Memoris of the Rev. David Brainerd” yang menginspirasi banyak orang termasuk William Carey, Henry Martyn, Robert M Cheyne, dan lain-lain menjadi misionaris ke berbagai belahan dunia.

Brainerd memiliki jiwa militan yang tangguh dalam melayani. Ia mengabarkan Injil dengan penuh semangat kepada suku-suku Indian Amerika yang menyembah berhala, penentang Kekristenan, dan pembenci nama Kristus. Brainerd berjalan kaki bermil-mil melintasi ngarai, hutan rimba dan padang belantara. Dalam perjalanannya, Brainerd acapkali merasakan perjalanan di bawah rintihan hujan, hawa dingin, ancaman binatang buas, kelaparan, kesepian, hingga penyakitpun merenggutnya. Hidup miskin tanpa rumah dan keluarga, sebatang kara dan hidup menderita, Brainerpun terserang penyakit paru-paru. Brainerd adalah seorang pemuda pemberani yang tidak mementingkan diri sendiri dan kenyamanan pribadi. Ia rela menderita dan mati bagi Kristus dalam pelayanannya memberitakan Injil ke tempat dimana nama Kristus belum pernah di dengar dan dikenal. Ia banyak membaca Alkitab dan buku-buku rohani, berdoa, berpuasa, merenung dan menulis buku harian. Melalui penginjilannya, banyak orang Indian bertobat dan menerima Kristus sebagai Juru Selamat.

Menjelang akhir hidupnya kesehatan Brainerd terus menurun. Ia pergi ke New England untuk beristirahat dan di terima di rumah Pdt. Jonathan Edwards. Di tempat tersebut kesehatannya semakin menurun dengan cepat, tetapi semangat dan sukacitanya terus bergairah. Dan akhirnya dia meninggal 9 Oktober 1447 di Northampton Massachusetts, USA, pada usia 29 tahun.

Itulah panggilan dan pemeliharaan Tuhan bagi David Brainerd, di dalam keterbatasan dan kekurangannya Tuhan memakainya menjadi alat untuk memberitakan Injil Keselamatan. Semangat dan kegairahan Brainerd terus berkobar, tantangan dan kesulitan hidup tak menggetarkan kakinya untuk melangkah melayani Tuhan. Hati yang mengasihi jiwa-jiwa itulah yang dimiliki oleh Brainerd. Kiranya Tuhan menolong kita menjadi alat bagiNya seturut kasih karuniaNya. Amin. (netsen/dbs)

Lihat juga

Komentar

Top