Dipenjarakan Karena Kristus

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Tue, 11 October 2016 - 13:41 | Dilihat : 433
86010810074028092015penjara-66.jpg

Efesus 3:1-3

Dalam bagian ini Paulus menjelaskan bahwa keberadaannya di dalam penjara Roma bukan karena kejahatan yang ia lakukan.  Namun karena pekerjaan Kristus yang dipercayakan kepadanya. Kristus yang diberitakannya kepada orang-orang Yahudi dan orang-orang non-Yahudi membawa mereka mengenal Allah yang sejati.  Di dalam Dia mereka telah mengalami perkenanan Allah, baik mereka yang jauh maupun mereka yang dekat. Kehadiran Kristus atas mereka telah merobohkan tembok pemisah yang telah lama mereka bangun.  Kini mereka dipersatukan dalam satu Roh sehingga memperoleh jalan masuk kepada Bapa. Mereka bukan lagi orang asing atau pendatang tetapi mereka adalah kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan dan di dalam Dia mereka turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.

Hal tersebut menjadikan Paulus merasa apa yang dikerjakan olehnya selama ini, tidaklah sia-sia meski kini ia harus berada di dalam penjara itu pun tidak mengapa karena untuk itulah ia dipanggil; menderita bahkan mati bagi Kristus.  Bagi Paulus tugasnya adalah untuk melakukan tugas peyelenggaraan kasih karunia Allah yang dipercayakan kepadanya agar mereka mendengar berita yang menghidupkan.  Tak mudah mengerjakan apa yang dipercayakan kepada kita, apalagi hal itu menyangkut nyawa. Namun Paulus mempertaruhkan hidupnya pada berita yang ia sampaikan karena Dia memiliki keyakinan yang kokoh di dalam Injil itu, karena Injil adalah kekuatan Allah  yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Bahkan ia menegaskan bahwa di dalam Injil itu nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman (Roma 1:16-17).

Karena keyakinan, kegigihan dan imannya kepada Kristus maka hidupnya diabdikan seluruhnya untuk pemberitaan Injil. Kristus telah menawan hati, pikiran dan perasaan Paulus.  Sehingga setiap bagian dari hidupnya kini, dipersembahkan seutuhnya kepada-Nya.  Apabila kita membaca seluruh surat-surat Paulus maka kita dibuatnya gentar.  Bagaimana sikap radikalnya dalam mengikut Tuhan.  Perjumpaannya dengan Tuhan telah merubahnya menjadi pribadi yang baru.  Sampai pada puncak pernyataan iman yang sangat penting, ia berkata, “hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.”  Dipenjarakan karena Kristus bukanlah sesuatu yang luar biasa baginya.  Tetapi yang luar biasa adalah bagaimana kasih karunia dari Allah dipercayakan kepada-Nya.  Kasih karunia itu bekerja dan bergerak di dalam hidupnya.  Dan ia telah menjadi teladan yang luar biasa.  Sehingga berita Injil tersiarkan keberbagai daerah melaluinya jiwa-jiwa dibawa datang kepada Tuhan.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top