Mengenal Alkitab

Efesus 5:20-21

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Wed, 15 August 2018 - 14:43 | Dilihat : 103
Tags : Efesus 5 Efesus 52021 Nikodemus Rindin Paulus

Paulus mengenaskan dalam bagian sebelumnya tentang bagaimana orang Kristen harus hidup dengan bijaksana sehingga tidak melampiaskan diri dengan berbagai cara hidup yang tidak berguna dan berkenan kepada Allah (ayat 15:18). Dasarnya jelas, karena orang Kristen telah ditebus oleh darah Kristus, karena itu cahaya Kristus mestinya menguasai tiap langkah kehidupan agar berkenan kepada-Nya sebab Kristus telah mati dan bangkit, Ia menebus dosa manusia (ayat 14). Karena itu, ekspresi hidup orang yang telah menang dan merdeka dalam Kristus adalah mereka akan berkata-kata dalam suatu pujian mazmur, puji-pujian rohani dan memuji Tuhan dengan hati yang sungguh.

Tentu tidak ada hal lain lagi yang bisa manusia kerjakan selain hidup dengan penuh syukur kepada Allah sebab segala sesuatu yang mengalir dalam hidup kita semuanya karena anugerah semata. Manusia tidak bisa menghitung dan mengukur kasih Tuhan karena tentu betapa panjang, tinggi, penjang, dalam dan lebarnya kasih Kristus. Diri-Nya sendiri pun tak disayangkannya, Ia rela mengosongkan diri, menderita dan bahkan mati demi debu yang hina, manusia yang berdosa, orang-orang yang harusnya menerima hukuman yang kekal. Hanya karena kasih karunia-Nya saja kalau kita boleh diselamatkan, begitu juga kalau kita boleh melayani Dia. Bagi Paulus ketika orang betul memahami kasih dan anugerah Allah yang mengalir dalam hidupnya, maka seharusnya orang itu tak akan ada henti dan habis-habisnya mengucapkan syukur kepada Allah Bapa. Sebanyak apa pun emas, tenaga dan pelayanan yang manusia kerjakan tak akan pernah cukup untuk membalaskannya. Manusia hanya perlu datang dengan rasa syukur yang mendalam dan keagungan.

Selain rasa syukur maka manusia harus merendahkan diri satu sama lain. Mengapa? Karena kita adalah sesama orang berdosa yang sama-sama tidak layak. Artinya tidak ada seorang pun yang boleh merasa bahwa dirinya hebat. Menepuk dada bukanlah ciri orang yang penuh syukur dan takut akan Tuhan. Menepuk dada adalah ciri orang yang angkuh dan tak sadar akan kehinaan dirinya. Merendahkan diri diperlukan sebagai orang percaya kenapa? Karena Kristus saja mau merendahkan diri-Nya dan sampai mati di kayu salib, masakan kita tidak mau belajar dari teladan hidupnya. Penderitaan, penghinaan, dan disalah mengerti adalah ekspresi dari orang yang merendahkan diri. Dia tidak marah bila diperlakukan secara tidak layak, asal bukan karena perbuatan dosanya. Merendahkan diri tidak selalu menunjukkan kelemahan diri seseorang tetapi sebaliknya, justru memperlihatkan tentang keagungan diri seseorang yang telah merepasi pengajaran Kristus di dalam dirinya. Mengapa dia rela? Karena Kristus dan ajaran-Nya hidup di dalam diri seseorang. Ia bukan hanya mengaku sebagai orang Kristen tetapi Ia melekatkan cara hidup Kristus di dalam diri. Saya rasa inilah pertandingan hidup orang percaya. Bagaimana hidup kita harus menjadi garam dan terang di tengah dunia. Dan meletakkan diri dan hidup kita pada letak yang seharusnya.

Oleh: Pdt. Nikodemus Rindin

Lihat juga

Komentar


Group

Top