LAGI, DESEMBER TIBA, PERSIAPKAN DIRI MEMAKNAI NATAL

Penulis : Pdt Netsen | Fri, 2 December 2016 - 15:20 | Dilihat : 472
gambar-sapaan-gembala-1.jpg

Desember telah tiba. Desember bulan yang dimana umat Kristen memperingati peristiwa Yesus Kristus, Tuhan lahir ke dalam dunia yang juga disebut Natal. Setiap tahun orang Kristen merayakan Natal. Tetapi jika ditanya apakah natal itu, jawabannya tidak selalu sama, sebab makna dan pesan natal senantiasa disetir oleh kebutuhan atau kepentingan komunitas atau umat yang merayakannya.

Jika mereka yang merayakannya adalah orang-orang ‘kecil’ atau mereka yang peduli terhadap orang-orang kecil,   maka natal dimaknai sebagai wujud perhatian Allah kepada orang-orang susah, yakni mereka yang hidup dalam kekurangan dan kemiskinan, entahkah secara ekonomis, politis, maupun sosial.  Untuk orang-orang seperti ini, Allah dipandang sebagai pemerhati, pelindung dan pembela hak orang-orang lemah.

Sebaliknya, jika mereka yang merayakannya adalah orang-orang ‘besar’, maka natal dimaknai sebagai ungkapan kerendahan hati. Allah yang mahatinggi berkenan merendahkan diri-Nya menjadi manusia. Pemahaman yang positif! Namun, bagi golongan ini, natal juga dapat menjadi ‘kendaraan’ untuk mencapai tujuan-tujuannya, termasuk dalam wordview ‘pelayanan’. Tuhan dan perayaan-perayaan agamawi menjadi ‘tumpangan’ yang dalam beberapa konteks di tempat-tempat tertentu masih sangat laku.

Natal juga selalu identik dengan kumpul-kumpul keluarga, kado dan open house. Natal dengan latar belakang seperti ini dimaknai sebagai momentum saling memaafkan dan berbagi.  Anggota keluarga yang berselisih berkunjung dan bermaaf-maafan. Lalu mereka yang berkemampuan secara ekonomis berbagi dengan yang berkekurangan. Para tokoh, entahkah masyarakat atau politis, menjadikan momentum ini sebagai ajang konsolidasi dan penggalangan.  Pertanyanyaannya adalah INIKAH NATAL?

Natal adalah sebuah perjumpaan. Dan perjumpaan selalu dimulai dengan sebuah kinesis atau gerakan.  Dalam kaitan dengan hubungan antara Allah dan manusia, gerakan untuk berjumpa dimulai dari pihak Allah. Sejak kejatuhan, Allah-lah yang bergerak mencari manusia (bdk. Kej. 3:8 dst.). Maka natal adalah salah satu peristiwa dalam ‘gerakan’ Allah berjumpa dengan manusia dalam sejarah keselamatan, yang mengalami puncaknya dalam paskah. Semua peristiwa sejarah dan nubuatan para nabi dalam PL gambaran dan janji tentang Mesias, sang Putra natal. Penggenapannya terjadi dalam peristiwa persalinan dalam sebuah kandang di kota kecil, Betlehem. Tujuannya adalah menolong manusia dari ketidakberdayaan karena perbudakan dosa. Maka natal adalah ‘blusukan kerja’ Allah demi kelepasan manusia.

Hal ini terlihat terang benderang dalam kehidupan dan kepemimpinan Yesus. Ia berkeliling ke semua kota dan desa untuk menolong mereka yang lelah dan terlantar seperti domba tak bergembala (Mat.9:35-36). Ia ‘blusukan’ sebagai utusan Allah untuk menyelamatkan orang yang diperkenan-Nya (Mat. 1:21; Yoh. 1:29), untuk memberdayakan dan membela mereka yang miskin, tertawan dan tertindas (Luk. 4:18-19). ‘Blusukan’ penyelamatan ini didasarkan atas kasih (Yoh. 3:16), bukan atas kepentingan. Tidak jarang Ia mengecam keras para pemimpin agama dan politik yang mengeksploitasi rakyat kecil demi harta dan takhta. ‘Ular beludak’! itulah istilah yang cocok untuk orang-orang terkemuka saat itu (Mat. 23).

Yesus, yang hari lahir-Nya kita rayakan secara besar-besaran setiap tahun, telah mengajari kita bahwa natal adalah kerja, bukan pesta. Natal adalah menjumpai untuk membebaskan dan menyelamatkan, bukan hura-hura. Natal adalah jembatan ‘blusukan’ Allah demi pemberdayaan mereka yang dibiarkan tidak berdaya, miskin dan terabaikan. Natal bukan aksi-aksi seremonial yang penuh dengan intrik-intrik kepentingan. Natal adalah kerja Allah demi keselamatan dan kesejahteraan manusia dengan jalan menjadi sama dengan manusia. Dengan Natal, Allah melakukan aksi ‘blusukan’ guna menjawab kebutuhan manusia. Setiap kali kita merayakan natal, setiap kali itu pula kita memperingati hari ‘blusukan kerja Allah’ menjadi manusia itu. Dalam natal Allah berkerja untuk menjumpai manusia dan menawarkan pengampunan dosa. Dalam natal Allah berjumpa dengan manusia di dalam Yesus. Di dalam Dia ada jalan keluar dari kematian kepada kehidupan. Natal adalah aksi Search and Rescue, SAR,  dari Allah. Selamat mempersiapkan diri untuk memaknai Peringatan akan kelahiran Yesus Kristus ke dalam dunia. Tuhan memberkati Pdt. Netsen

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top