Helen Barrett Montgomery (Menjalani Hidup Dengan Perhitungan Sorgawi)

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Thu, 8 December 2016 - 09:21 | Dilihat : 332
gambar-tokoh-helen.jpeg

Helen dibesarkan dalam keluarga Baptis di Rochester, New York. Ia sangat mengagumi ayahnya, Adoniram Judson Barrett. Di dalam buku riwayat hidupnya, ia mengaku bahwa ayahnya seperti Tuhan baginya, dan kepatuhannya pada ayahnya menjadi landasan penyerahan dirinya kepada kehendak Allah. Dari ayahnya ia mewarisi keinginan kuat untuk meraih gelar sarjana. Ayahnya bekerja keras menyelesaikan pendidikannya di Universitas Rochester; setelah itu ia menjadi profesor bahasa Latin dan Yunani dan menjadi kepala sekolah sebuah akademi di Lowville, New York. Masa kecil Helen penuh dengan kebahagiaan, ayahnya pun telah menyusun rencana untuk pendidikannya, yang kemudian berbuah kepada kecintaan Helen terhadap bahasa Latin dan Yunani dan penerjemahan teks Perjanjian Baru bahasa Yunani yang dilakukannya. Helen mengambil studi lanjutan di Perguruan Tinggi Wellesley (1880-1884) dan mendapat gelar master dari Universitas Brown. Ia dianugerahi tiga gelar doktor kehormatan dari Wellesley, Universitas Denison, dan Perguruan Tinggi Franklin.

Ia menikah dengan pengusaha sukses, William A. Montgomery pada tahun 1887, seorang duda yang tujuh tahun lebih tua dari Helen, memberinya kesempatan bertemu dengan para pemimpin yang memperjuangkan hak-hak kaum wanita. Helen dan suaminya mengabdikan hidup mereka untuk pekerjaan Tuhan, seperti isi suratnya untuk adik perempuannya, "kami berjanji mengerjakan tugas ini sebagai prioritas utama kami dan memohon agar kekuatan-Nya senantiasa menjaga kami sehingga kami tidak dinodai oleh dunia." Setelah pernikahannya, Helen mengirim hadiah uang sebesar 25 dolar untuk adiknya dan berpesan, "Bukankah bagus jika Will berpikir seperti ini? Adikku, satu-satunya cara untuk menyimpan uang, atau tanah, atau talenta, atau kebahagiaan -- adalah dengan membagi-bagikannya. Jikalau setiap orang mempelajari perhitungan surgawi ini, bayangkan akan menjadi seperti apa dunia ini." Helen dan William menggunakan perhitungan surgawi ini dalam pemberian untuk gereja mereka, termasuk ketika suatu kali mereka mengalami masalah keuangan yang besar yang menempatkan mereka pada posisi yang sulit.

Tahun 1892, Helen menerima surat izin untuk berkhotbah dan sering melayani sebagai pendeta pengganti di gereja ayahnya. William sangat bangga dengan kemampuan istrinya, dan ia menyeimbangi antusiasme istrinya dengan keputusannya yang bijak. Helen memiliki bakat dan kemampuan untuk menduduki posisi-posisi yang penting. Ia menjadi presiden pertama Serikat Pekerja Industri dan Pendidik Kaum Wanita, yang berkampanye untuk mereformasi kondisi pemerintahan, pendidikan, dan sosial. Ia juga menjadi pemimpin pelayanan misi ke luar negeri, dengan bepergian dan bekerja sama dengan Lucy Peabody, penyelenggara pelayanan misi yang sangat dihormati. Helen dan Lucy menjadi rekan sekerja, berkhotbah, bepergian, menyelenggarakan KKR, menulis, dan menggalang dana bersama -- selalu bekerja bersama-sama untuk kepentingan misi. Mereka berdua dan putri-putri mereka, setelah menghadiri Konsili Gereja-Gereja Internasional di Belanda, melakukan tur ke Eropa, Mesir, India, Tiongkok, dan Jepang untuk melihat secara langsung kondisi misi di seluruh dunia. Perjalanan ini bukan sekadar membawa mereka berkeliling dunia tetapi membawa mereka masuk ke dalam hati dan kehidupan orang Asia. Mereka mulai menggalang dana untuk mendirikan Tujuh Perguruan Tinggi untuk Wanita-Wanita Asia, dengan motto "Diterangi untuk Menerangi". Dengan menggunakan lampu India sebagai simbol, Helen dan Lucy menantang wanita-wanita Amerika Serikat untuk membantu pengadaan perguruan tinggi-perguruan tinggi untuk wanita di Jepang, Tiongkok, dan India. Helen menjadi presiden Perkumpulan Misi Baptis Asing Wanita Amerika Serikat (1914), presiden Federasi Nasional Dewan Pengurus Misi Asing Wanita (1917-18), dan presiden Konvensi Baptis Utara tahun 1910 (sekarang Gereja-Gereja Baptis Amerika Serikat), dengan demikian ia menjadi wanita AS pertama yang memimpin sebuah denominasi besar. Helen dan suaminya merupakan anggota Gereja Baptis Lake Avenue di Rochester, New York, tempat mereka berdua mengajar kelas Alkitab selama lebih dari 40 tahun. Tidak jarang 200-an wanita mengikuti kelas Helen setiap hari Minggu.

Kematian William pada tahun 1930 menyisakan rasa kehilangan yang dalam bagi Helen, dan kesehatannya sendiri mulai menurun setelah kematian suaminya. Ia berkata kepada sahabatnya bahwa ada perasaan aneh dalam dirinya, ketika ia ingin bercerita banyak hal kepada Will namun kemudian ia menyadari bahwa suaminya sudah tidak bersamanya lagi. Namun demikian, teman-temannya melihat bahwa imannya tetap menyala-nyala seperti lampu di tempat yang gelap, meskipun ia dalam kesendirian, dukacita, dan kelemahan. Helen Barrett Montgomery meninggal pada tanggal 18 Oktober 1934. Sebuah artikel bertajuk mengatakan "Wanita Kristen Terhormat Tutup Usia." Sumber:Bio-Kristi/GI. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top