Bertumbuh Dan Membangun Diri Dalam Kasih

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Fri, 31 March 2017 - 08:36 | Dilihat : 271

Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, --yang rapih tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota--menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih. Efesus 4:16

Kristus adalah dasar kekuatan dan pertumbuhan setiap orang percaya sehingga rapi tersusun dan berdiri tegak di sepanjang jaman. Sehingga tak ada satu pun yang bisa mengobang-ambingkan dan mempermainkan mereka dengan berbagai kelicikan dan pengajaran yang palsu karena mereka telah dibangun dengan kokoh di dalam Dia melalui rasul-rasul, pengajar-pengajar, pemberita Injil, gembala-gembala yang bertanggungjawab. Dan tak dapat kita pungkiri kalau gereja tetap berdiri tegak dengan ajaran yang benar hingga hari ini itu tidak lepas dari pertolongan Tuhan dan orang-orang kudus yang setia melayani-Nya. Tidak penting berapa pun goncangan itu datang menerpa tetapi penting bagi orang percaya untuk memiliki dasar yang kokoh itu. Itu sebab tugas pengajar, gembala, penginjilm rasul tak sekedar memberitakan sesuatu yang menyenangkan telinga manusia saja. Sakit menjadi sembuh dan misikin jadi kaya tetapi haruslah memberitakan kesejatian berita injil itu bahwa di dalam Yesus ada keselamatan dan di luar Kristus kebinasaan kekal.

Bila semua pelayan Tuhan memberitakan suatu ajaran yang benar maka hal itu membawa tiap-tiap orang untuk berespon dengan benar, hidup secara benar di dalam menghadapi setiap warna kehidupan. Dapat dikatakan seluruh tubuh Kristus menjadi rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagian. Jadi tak ada yang kontradiksi semua saling melengkapi, mengokohkan dan terikat satu sama lain.  Dan itulah berita Injil yang sesungguhnya. Berita Injil tidak boleh bertolak belakang satu sama lain. Berita yang di sampaikan dan penerapan dalam kehidupan mesti sejalan. Injil tidak pernah berkata siapa yang percaya kepada Yesus, yang sakit pasti disembuhkan. Tetapi dikatakan yang percaya sungguh-sungguh pasti diselamatkan.  Bahwa yang sakit menjadi sembuh dan yang miskin menjadi kaya, itu bukan bisnis dari sang pemberita, karena itu tergantung pada kehendak Tuhan bagi tiap-tiap orang. Tetapi bahwa orang percaya pada Tuhan diselamatkan itu pasti adanya.  Yang menolak Dia binasa itu pasti adanya. Jadi kalau semua orang telah mendapatkan kesempatan yang sama, diajar dengan pengajaran yang benar dan dibangun di dalam Kristus serta diikat di dalam Dia, maka tiap-tiap orang harus masuk pada tahap berikut, yaitu menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya. Adalah tugas kita untuk menumbuh kembangkan diri kita agar kehidupan kerohanian kita tidak menjadi kerdil dan tampa adanya proses menuju pada pembangunan diri. Bahwa kita memerlukan pertolongan dan kekuatan Tuhan untuk proses itu, pasti.  Tetapi secara pribadi masing-masing orang harus punya gairah untuk bertumbuh dan berkembang.

Proses berkembang adalah kita menerima pengajaran dari rasul, penginjil, guru, gembala lalu setelah itu kita menerapkan pengajaran itu dalam kehidupan keseharian kita. Bagaimana kita mulai bergumul, bertanding dan berkelahi dengan diri agar hidup tetap sejalan dengan ketetapan dan kehendak Tuhan. Kemudian kita mulai keluar dari zona diri dan mulai masuk kepada penerapan yang lebih nyata yaitu dengan menghidupi apa yang kita pelajari dalam hubungan dengan sesama orang percaya. Kita bisa mempraktikkan hidup mengasihi, mengampuni, berbagi dan melayani. Dan akan lebih menolong kita untuk bertumbuh secara sehat bila kita dapat menerapkan keimanan dalam hubungan yang lebih nyata dengan sesama. Kasih tentu tak sekedar suatu kata indah namun wujud kehidupan yang teraktualisasikan dan kita terus perlu membangun diri di dalamnya. GI. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top