Kehidupan Yang Baru

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Tue, 11 April 2017 - 10:20 | Dilihat : 203
Tags : Hidup Baru
gambar-mengenal-alkitab-15.jpg

Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam Tuhan: Jangan hidup lagi  sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya  yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam mereka dan karena kedegilan hati mereka. Efesus 4:17-18.

Hidup baru merupakan mutu dari kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan. Lama dan baru adalah sebuah istilah yang paling mudah untuk kita dipahami menunjuk pada identifikasi makna dan keberadaan keduanya. Baru dan lama menegaskan tentang status seseorang, sesudah dan sebelumnya.  Maka, saat kita membaca tulisan Paulus pada bagian ini orang percaya dibawa untuk melihat situasi kehidupan terkini sebagai orang yang sudah menerima anugerah penebusan dalam Kristus untuk melihat keberadaan masa lalu yang penuh dengan kekacauan dan hidup dalam kegelapan yang membinasakan. Itu sebab Paulus menghimbau setiap orang percaya di Efesus agar meninggalkan cara hidup yang lama dan berpaling kepada cara hidup di dalam Kristus.

Kehidupan diluar Kristus diwarnai dengan cara hidup yang mengerikan; tidak mengenal Allah, pikiran sia-sia, pengertian gelap dan jauh dari persekutuan dengan Allah karena kebodohan dan kedegilan hati mereka. Karenanya seseorang sudah mati rasa yang kemudian membawanya kehilangan segala gairah untuk melakukan sesuatu yang benar. Dalam surat Robert Burns, kepada seorang sahabat muda, “Aku berusaha menghindarkan dosa dan bahanya menyembunyikannya, Tetapi, oh, dosa itu mengeras dalam diriku dan mematikan segala perasaan.”  Dosa melumpuhkan perasaan seseorang yang kemudian mengakibatkan perasaan seseorang menjadi keras membatu.  Dosa telah sukses menawan hati dan hidup manusia sehingga jalan hidup mereka menjadi bengkok dan sesat sampai-sampai sang pelaku tidak sadar bahwa diri mereka melakukan dosa.  Karena itu, dosa begitu berkuasa atas diri manusia dan menguasai kehidupannya sampai-sampai manusia telah sangat bergantung pada hawa nafsunya.  Jauh dari Allah seakan tidak masalah yang penting bisa memuaskan seluruh hasrat diri sepuas-puasnya. 

Namun tidak demikian dengan mereka yang sudah hidup di dalam Tuhan.  Mereka harus menyalibkan keinginan daging karena mereka telah mengenal Allah. Mereka tidak boleh lagi hidup dalam pikiran yang sia-sia, tidak boleh lagi memiliki pikiran yang gelap karena mereka telah mengalami pembaharuan budi, tidak boleh lagi bodoh dan degil karena mereka telah ditebus dan dipanggil untuk mengerjakan pekerjaan yang baik. Kalau dulu hidup untuk kepuasan diri maka setelah mengenal Dia, hidup harus dipergunakan untuk kemuliaan nama-Nya. Kehidupan yang baru telah membawa orang untuk mengenal kebenaran agar tidak tersesat disetiap langkah kehidupan. Dia yang menjadi pemimpin, penolong dan pengendali kehidupan kita. Jangan mau menjalani hidup yang kotor lagi namun jalanilah hidup yang suci yang telah Allah berikan kepada mereka yang ditebus-Nya.  Karena itu, marilah kita jalani kehidupan baru kita dengan elegant dan menyenangkan hati Tuhan. Oleh: GI. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top