John Bertram Phillips (Penerjemah Alkitab, Menginspirasi Minat Anak Muda)

Penulis : Pdt Nikodemus Rindin | Tue, 9 May 2017 - 16:30 | Dilihat : 192
gambar-tokoh-13.jpg

John Bertram Phillips atau, J. B. Phillips lahir pada 16 September 1906 - 21 Juli 1982.  Ia adalah seorang sarjana Alkitab Inggris, penerjemah, penulis dan pendeta. Dia paling terkenal dengan terjemahan Alkitab dalam versi Perjanjian Baru, Inggris Modern.

Phillips lahir di Barnes, Surrey. Dia menempuh pendidikan di Emanuel School di London dan mengambil gelar Honours in Classics dan bahasa Inggris dari Emmanuel College, Cambridge. Lalu ditahbiskan sebagai pendeta Anglikan di Gereja Inggris pada tahun 1930.

Selama Perang Dunia II, sementara menggembalakan sebagai seorang pendeta di Gereja Gembala yang Baik di Lee, London, dia menemukan bahwa orang-orang muda di gerejanya tidak mengerti Versi Resmi terjemahan Alkitab. Lalu karena itu ia menggunakan waktu di tempat penampungan bom selama London Blitz, untuk memulai menterjemahan Perjanjian Baru ke dalam bahasa Inggris modern, dimulai dengan Surat kepada jemaat Kolose. Dan hasilnya menarik minat anak muda yang merasa lebih mudah untuk mengerti.  Didorong oleh umpan balik mereka, setelah perang ia terus bekerja menterjemahkan yang sisanya ke dalam bahasa Inggris sehari-hari.

Awalnya dia tidak bisa menemukan penerbit tapi dengan bantuan dari penulis dan apologis Kristen C. Lewis, Geoffrey Bles yang setuju agar terjemahannya diterbitkan. Bagian yang mulai diterbitkan adalah buku, Letters to Young Churches pada tahun 1947, yang mendapat dukungan Lewis. Pada tahun 1952 ia menambahkan Injil-injilnya. Pada tahun 1955 ia menambahkan Kisah Para Rasul dan menamainya The Young Church in Action. Pada tahun 1957 ia menambahkan Kitab Wahyu. Kompilasi terakhir diterbitkan pada tahun 1958 sebagai Perjanjian Baru di dalam versi bahasa Inggris terjemahan modern yang sekarang paling dikenal. Versi tersebut direvisi dan diterbitkan ulang pada tahun 1961 dan kemudian lagi pada tahun 1972. Majalah Time menulis tentang Phillips, "... dia dapat membuat Rasul Paulus terdengar kontemporer seperti pendeta di jalan. Mencari untuk mengirimkan kesegaran dan kehidupan selama berabad-abad". Dalam Pengantar untuk Edisi Sekolah versi 1959-nya dalam Perjanjian Baru, Phillips menyatakan bahwa dia "menulis untuk orang-orang muda yang menjadi anggota klub remaja saya, kebanyakan dari mereka tidak jauh dari usia anak-anak sekolah, atau pemuda dan saya melakukan pekerjaan itu secara sederhana. Karena saya menemukan bahwa terjemahan versi Inggris resmi tidak dapat dimengerti oleh mereka. "

Phillips juga menerjemahkan bagian-bagian dari Perjanjian Lama. Pada tahun 1963 ia merilis terjemahan Yesaya 1-39, Hosea, Amos, dan Mikha. Ini berjudul Empat Nabi: Amos, Hosea, Yesaya Pertama, Mikha: Terjemahan Modern dari bahasa Ibrani. Setelah itu, dia tidak menerjemahkan Perjanjian Lama lebih jauh lagi. Dia berbicara tentang “wahyu” yang dia terima saat dia menerjemahkan Perjanjian Baru, yang menggambarkannya sebagai "luar biasa hidup" tidak seperti pengalaman yang dia dapatkan dengan teks kuno non-alkitabiah. Dia merujuk pada tulisan suci yang berbicara kepada hidupnya dengan cara "luar biasa" seperti cara penulis Mazmur 119 yang berbicara layaknya seperti dialog yang hidup dalam bahasa sehari-hari.

Dan Phillips memiliki pengalaman, menderita depresi klinis sepanjang hidupnya. Dia menulis sebuah otobiografi, The Price of Success, terbit dua tahun setelah kematiannya, dan hidupnya diperinci lebih lanjut dalam sebuah buku, The Wounded Healer, oleh istrinya Vera dan rekan penulis Rev. Edwin Robertson. Lalu Phillips meninggal di Swanage di Dorset, Inggris pada tahun 1982. Pdt. Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top