Pernikahan Yang Tak Lekang Oleh Waktu

Penulis : Ibu Juaniva Sidharta | Sat, 13 May 2017 - 16:56 | Dilihat : 234
pernikahan-3.jpg

Pernikahan merupakan institusi tertua di muka bumi. Sebelum segala bentuk organisasi ada, keluarga menjadi awal dari segala sesuatu. Allah sendiri yang membentuk keluarga (Kejadian 2:18, Kejadian 2:21-23). Pertemuan keduanya menjadi suatu peristiwa yang penting dalam sejarah kehidupan di planet bumi ini.

Mereka diberkati Tuhan untuk menjadi satu keluarga yang berdiri dengan prinsip abadi di segala zaman, yaitu bahwa seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya untuk bersatu membentuk keluarga baru dengan istrinya (Kejadian 2:24), dan hidup dalam keintiman dan keakraban (Kejadian 2:25).

 

Prinsip Pernikahan Kristen:

  1. Terjadi antara seorang pria dan wanita/monogami (Kejadian 1:26-28, Markus 10:6-9)
  2. Terdiri dari satu laki-laki dan satu perempuan yang mandiri (Kejadian 2:24)
    1. Meninggalkan” bukan hanya tentang perubahan tempat, melainkan lebih tentang perubahan prioritas dan kewajiban.
    2. Menjadi satu daging” berarti “bersatu/melekat dengan isterinya” mengacu pada hubungan yang tetap dan permanen, tak terpisahkan antara suami-istri dalam segala hal.
  1. Merupakan relasi yang sepadan (Kejadian 2:18, Amsal 18:22)
  2. Sampai maut memisahkan (Roma 7:2)

 

5 hal penghalang pernikahan Kristen menurut pasutri DR. Les Parrot :

 

  1. UNFULFILLED EXPECTATION: semua harapan yang tidak terpenuhi. Setiap pasangan memiliki ekspektasi ideal terhadap pasangannya, namun cukup banyak yang kecewa ketika menemukan realita yang tidak sesuai dengan harapannya. Kita menikah dengan orang yang tidak sempurna, namun kita harus belajar untuk mencintainya dengan cara yang sempurna!!!
  2. UNEXAMINED SELF, terdiri dari:
  1. Blind self; diri kita dapat dilihat dengan jelas oleh pasangan kita walaupun kita sendiri tidak dapat melihatnya.
  2. Hidden self; aspek yang hanya kita sendiri yang tahu sedangkan pasangan kita tidak tahu.
  1. UNSKILLED COUPLES: banyak pernikahan menghadapi halangan karena tidak memiliki skill yang cukup dalam hal pengaturan sesuatu, misalnya: manajemen uang, ketidakharmonisan di dalam aspek seksual, hubungan dengan mertua, ketidakseimbangan di dalam rumah tangga dan pekerjaan serta cara menyelesaikan konflik, dll
  2. UNHEALTHY CHOICES: banyak pasangan memiliki hambatan di dalam pernikahannya karena mereka kadang mengambil pilihan-pilihan yang tidak sehat, misalnya salah memilih prioritas hidup, keputusan-keputusan hidup, dll.
  3. UNPREDICTABLE FACTORS: sadari fakta bahwa setiap pernikahan memiliki masalah (efek dosa) sehingga harus belajar dengan sungguh-sungguh menyelesaikan masalah dan senantiasa membawa pernikahan kita di dalam doa!

 

Jadi, pernikahan harus senantiasa dibangun agar tak lekang oleh waktu, dengan komitmen, cinta kasih dan komunikasi karena....

  1. Keluarga tanpa komitmen, rawan terhadap pengkhianatan. Sadarilah bahwa perkawinan adalah ikatan seumur hidup yang harus dihormati.
  2. Keluarga tanpa kehangatan cinta kasih, rawan terhadap perselingkuhan. Oleh sebab itu, hiduplah dalam kasih sayang dan cinta yang bergairah antara suami-istri sehingga sebesar apapun gelombang dan arus kehidupan menerpa, keluarga Kristen akan tetap utuh!!
  3. Keluarga tanpa komunikasi, akan mudah retak dan bertengkar. Mari bangun komunikasi yang jelas dan transparan antara suami istri.

 

Ingatlah, “Untuk mewujudkan keutuhan sebuah keluarga dibutuhkan dua orang, sedangkan untuk menghancurkannya cukup hanya diperlukan satu orang saja.” Selamat menjadi berkat dalam rumah tangga kita masing-masing. GBU all - Ibu Juaniva Sidharta

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top