Puasa Yang Berbeda

Penulis : Bp Hery Sudarno | Fri, 26 May 2017 - 17:42 | Dilihat : 263
Tags : Berbeda Puasa

Saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia sedang menjalankan puasa. Suatu upacara besar keagamaan tahunan, setiap tahun dinanti-nantikan oleh umat Islam. Aku juga lho (?) banyak kuliner hehehe.. Bulan Puasa atau biasa disebut ramadhan, bulan suci. Bulan yang penuh pengampunan, sebab dengan menahan haus dan lapar, bersabar, mendirikan shalat, berdoa, membaca firman Tuhan (alqur’an), beramal, maka di bulan di mana Kitab-Kitab Suci diturunkan, di bulan dibukakan pintu pengampunan dan pahala yang dilipatgandakan Allah, umat beroleh keselamatan dari siksaan neraka. Kira-kira itu makna puasa dalam ajaran Islam.

Dan kita akan menemukan banyak perubahan perilaku. Jalanan akan semakin macet sebab kendaraan akan bergerak lemot di pagi hari, menjelang buka puasa semeraut, serobot sana sini mengejar buka bersama di keluarga. Tidak ada demo di sana sini, banyak toko akan tutup di jam-jam tertentu (terutama Rumah Makan), orang makan minum harus bersembunyi. Dan pengalaman tahun-tahun yang lalu, ada peristiwa menghebohkan karena ada rumah makan atau restoran yang disweeping, makan dan minuman disita, perusakan-perusakan, bahkan tindakan-tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang berpuasa (Pembela Agama/Pembela Allah, katanya).

Peristiwa yang terjadi di negeri tercinta ini (NKRI), ada juga tercatat di Alkitab, meski tidak persis, ya miriplah. Markus mencatat dalam pasal 2 ayat 18: Pada suatu kali murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus:”Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”

Rupanya mereka yang berpuasa terusik. Marah, iri, dengki, terhadap Yesus dan murid-murid-Nya yang sedang pesta di rumah Lewi sipemungut cukai itu. Dalam ayat berikutnya (ayat 19-22) seakan-akan Yesus berkata kami sedang ada pesta perkawinan  bagaimana mungkin berpuasa. Murid-murid-Ku baru mengalami sebuah perubahan besar dalam hidupnya. Perubahan itu pula akan mengubah konsep berpuasa mereka.

Yesus Kristus memberikan makna berpuasa sama sekali berbeda dengan apa yang dimengerti oleh orang-orang pada umumnya. 1. Puasa bukan berarti menunjukan kesalehan kepada sesama. 2.  Kita berpuasa untuk Allah, biar Tuhan saja yang tahu (Mat 6:18). 3. Puasa bukan berarti mencari keselamatan. Keselamatan yang telah diperoleh dengan symbol Pengantin, Dialah mempelai pria dan murid-murid mempelai wanita sedang bersukacita dalam pesta perkawinan, jadi tidak pantas berpuasa saat itu. 4. Ada waktunya kita berpuasa seperti tradisi jemaat mula-mula (Kis 13:2-3). Masih segar dalam ingatan mereka peristiwa menyedihkan, penyaliban Tuhan Yesus. Dan persis seperti Tuhan Yesus katakan: mereka akan berpuasa karena mempelai mereka diambil (Mrk 2:20).

Akhirnya, jika kita berpuasa atau beribadah janganlah seperti ritual keagamaan atau kebiasaan yang bersifat rutinitas belaka. Jangan seperti orang munafik, tampillah  rapi, ceria, ibadah-mu biar kamu dan TUHAN saja yang tahu. Inilah perbedaan makna puasa yang TUHAN Yesus ajarkan. Kiranya Roh Kudus senantiasa memberikan pencerahan kepada kita, amin. ~by Hery~

Komentar

Top