Jangan Ikut Karena Terpaksa (Efesus 5:3)

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Sat, 22 July 2017 - 15:34 | Dilihat : 180
gambar-mengenal-alkitab-22.jpg

Aneka pokok persoalan dibahas di Surat Efesus.  Dari soal Ajaran sampai tuntutnan praktis hidup baru pun dikemukakan.  Pengarahan-Pengarahan Praktis dan Kehidupan Orang Percaya inilah yang di jelaskan lebih gamblang di Efesus pasalnya ke 4 dan 5.  Sebelumnya Efesus diingatkan tentang pentingnya menjadi penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih (Ef 5:1) dan bagaimana hidup di dalam kasih, sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kamu.  Di bagian ini sesunggunya tidak jauh berbeda. Kalau bagian lalu mendekati secara positif (+) perintah yang perlu dilakukan; sementara di Efesus 5:3-5 didekati secara negatif (-), berisi tentang sesuatu yang harus dihindari oleh orang yang sudah memiliki hidup baru.  Yang penting dijauhkan dari hidup orang kudus, yaitu:

  1. KECEMARAN: Bicara tentang sebuah ketidakmurnian, kecemaran, atau MAKSUD YANG TIDAK MURNI.
  2. KESERAKAHAN: tentang ketamakan; TUGAS YANG TERASA DIPAKSAKAN

Dua hal diatas menandaskan agar orang-orang kudus betul-betul menghindari; menjauhkan diri dari hal-hal yang bisa membuat mereka enggan atau malas melakukan perintah yang Paulus ungkap. Yakni menjadi penurut-penurut Allah dan hidup di dalam kasih.  Sebab apapun yang dilakukan dengan maksud yang tidak murni, akan berbuahkan ketidakmurnian juga.  Sesuatu yang dilakukan dalam kecemaran hasilnya juga cemar.   Begitu juga kalau melakukan sesuatu dengan terpaksa; maka hal itu tidak dilakukan dari hati.

Apalagi yang dimaksudkan atau dituntut oleh Paulus adalah sesuatu yang patut atau seharusnya dilakukan.  Karena memang sepatutnya dilakukan oleh orang-orang kudus. Artinya, tidak perlu diperintahkan pun seharusnya sudah tahu dan wajib dilakukan. 

Coba kita pikirkan kembali, bagaimana orang bisa sungguh-sungguh menjadi penurut Allah dan sungguh-sungguh hidup dalam kasih, kalau dalam melakukannya didasarkan pada maksud yang tidak murni dan dengan rasa terpaksa.  Bukankah kalau demikian sejatinya orang tidak mau menurut dengan Allah; tapi karena ada sesuatu lain yang dikejar (tidak murni), lalu terpaksa melakukannya. Lalu apakah menjadi orang kudus; orang yang percaya atau orang Kristen adalah semata identitas?  Kalau orang sebenarnya enggan tunduk; menuruti perintahNya, lalu untuk apa menjadi Kristen?

Untuk itu paulus mewanti-wanti Efesus agar melakukan hal yang penting itu; hal yang seyogyanya dan seharus dilakukan itu dalam maksud dan hati yang murni.  Sebab tanpa itu semua, sesungguhnya sia-sia belaka. Pdt. Slamet Wiyono

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top