Mengenal Alkitab

Efesus 5:24-27

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Wed, 24 October 2018 - 15:56 | Dilihat : 88
Tags : Efesus 5 Efesus 52427 Nikodemus Rindin Suami Yang Terikat Kasih Kristus

Suami Yang Terikat Kasih Kristus

Tak dapat dipungkiri bahwa dasar yang mengokohkan hubungan rumah tangga adalah kasih. Suami memang adalah kepala dan pemimpin dalam keluarga. Ia memegang kendali hidup dan matinya sebuah rumah tangga, tetapi ada satu hal yang membuatnya berbeda adalah ketika sang kepala atau pemimpin itu menaklukan diri pada hukum Kristus yang adalah kepala yang agung dalam rumah tangga. Meski kepada suami diberikan mandat untuk mengepalai rumah tanggga tetapi ia tak boleh lupa bahwa dia sebagai kepala bertanggung jawab kepada Kritus yang adalah kepalanya. Segala sesuatu yang suami perbuat harus dipertanggungjawabkan kepada Kristus sehingga mau tidak mau ia harus tunduk pada hukum Kristus, yaitu kasih.

Kasih Kristus telah dijelskan dengan terang benderang bahwa Ia mengasihi dengan suatu pengorbanan diri, tidak menuntut namun memberi dengan rela bahkan nyawanya pun Dia sediakan bagi orang yang dikasihi-Nya yaitu Jemaat-Nya (ay. 25). Alangkah bahagianya rumah tangga bila kedua orang yang terikat dalam suatu pernikahan bisa menjalankan suatu kisah yang Yesus telah teladankan lalu mewariskannya dalam keluarganya untuk disaksikan oleh anak-anaknya kemudia dan dihidupi dalam kehidupan rumah tangga mereka kelak.

Bila kita merindukan suatu kepatuhan hidup dalam rumah tangga, baik kepada istri dan anak-anak maka ukurannya adalah patuhlah terlebih dahulu pada Kristus. Tanpa kepatuhan pada Kristus tidak mungkin kasih di dalam rumah tangga bisa berjalan dengan baik dan maksimal. Sebab ukuran dari kasih Kristus adalah kasih yang tidak terukur, tidak menuntut balasan dan tidak mementingkan diri sendiri. Jika Kristus telah membawa Gereja-Nya untuk bersimpuh dikaki-Nya dengan penuh syukur, dan hormat karena pemeliharaan dan kasih sayang-Nya yang telah dirasakan maka perbuatlah demikian kepada istrimu suatu tindakan yang benar dan perlihatkan suatu teladan yang bisa membuatnya menghargaimu; jangalah berlaku kasar baik dalam perkataan dan perbuatan, jangan sekali-kali kamu sakiti dia dan takuti dia, namun jadilah kepala yang bijak dan berlaku penuh hikmat. Warnailah rumah tanggamu dengan cinta dan kasih sama seperti kasih dari Kalvari itu.

Kasih yang datang dari surga pada mereka yang berdosa adalah bersifat menyucikan dan bukan mencemari. Itu sebab salib adalah buah dari kasih yang agung dan suci itu. Kasih yang membawa seseorang masuk dalam lembah kehinaan adalah kasih yang palsu. Segala perilaku yang kasar, perbuatan yang tidak senonoh, yang merendahkan adalah perbuatan yang tidak didasari dengan kasih. Kemuliaan kasih datang pada seseorang dengan cara memurnikan, menyucikan dan membentuk seseorang menjadi manusia yang mulia bukan membuat mereka direndahkan dan menjadi terhina. Karena itu bapak-bapak, hargai dan hormatilah dan hargailah istrimu sama seperti engkau melayani dan menghormati Tuhanmu.

Itu keluarga yang mulia adalah keluarga yang menjalankan firman Tuhan dalam kehidupan rumah tangganya. Firman itu menjadi pelita yang menerangi kehidupan keluarga sehingga suami dan istri saling menasehati dan mengkoreksi satu sama lain agar jalan hidup menjadi manis dan terpuji. Tidak ada orang yang sempurna, meskipun dia sempurna tetap ada keterbatasan dan lobang yang harus membuat orang itu rendah hati dan bergantung pada Tuhan. Kelemahan dan ketidaksempurnaan istri dilengkapi dan diisi dengan kelebihan yang ada pada suami, demikian sebaliknya. Jadi seluruh hubungan yang ada di dalam rumah tangga itu adalah hubungan yang terikat di dalam Tuhan. Bukan yang lain. Hubungan dalam pernikahan Kristen adalah hubungan yang bukan hanya terikat pada dua orang saja, tetapi terikat juga pada orang yang ke tiga, yaitu Kristus. Tanpa Kristus tak mungkin keluarga akan menjadi keluarga yang menjalankan kehendak Tuhan. Kristus akan menopang dan menolong rumah tangga anda untuk terus berjalan dalam maksud Ilahi sehingga rumah tangga bukan hanya sukses dan berdiri tegak dalam menghadapi persoalan dan godaan yang ada tetapi rumah tangga tetap menjadi alat yang berkuasa ditangan Tuhan untuk menjadi sumber berkat bagi dunia sekitar dalam belaskasihan-Nya.

Lihat juga

Komentar


Group

Top