Sapaan Gembala

Tidak Lalai Bekerja

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Sun, 20 October 2019 - 13:00 | Dilihat : 59
Tags : Bekerja Lalai Nikodemus Rindin

Hidup beriman tak berarti melepaskan tanggungjawab dalam kehidupan. Berdoa dan berkerja adalah dua hal yang sama pentingnya untuk dikerjakan tanpa boleh mengabaikannya. Kita berdoa itu adalah sesuatu yang perlu, sebab doa adalah wujud kebersandaran dan kebergantungan kita kepada Tuhan. Lalu bekerja adalah wujud tanggungjawab kita pada Tuhan yang dipercaya. Adalah hal yang salah bila orang begitu kuat dalam berdoa namun tak semangat dalam bekerja. Sebaliknya, adalah hal yang enah sekali bila orang kuat bekerja namun lali untuk berdoa. Karena baik doa maupun bekerja menunjukkan bahwa kita bergantung penuh pada kehendak dan karya Tuhan melalui dan di dalam kita.

Paulus memberikan dorongan sekaligus teguran keras kepada jemaat di Tesalonika (Tes 3:1-15), sebab Paulus tahu bahwa firman Tuhan akan beroleh kemajuan dan kemuliaan bila ada dukungan doa dari jemaat Tuhan (Tes 3:1-2). Tuhan adalah sandaran Paulus dan umat untuk kuat melangkah dalam melakukan pekerjaan Tuhan. Sebab dibalik berita kebenaran yang disampaikan maka ada tantangan yang tidak mudah dilakukan baik oleh pemberita maupun oleh penerima berita itu. Kuasa kegelapan dan kuasa jahat itu begitu kuat juga untuk membelenggu orang percaya dengan berbagai ajaran yang tidak sehat (Tes 3:3). Dan jemaat akan kuat bila jemaat melakukan apa yang dipesankan, yakni menjauhkan diri dari setiap orang yang tidak melakukan pekerjaannya menurut ajaran yang telah mereka terima dari para Rasul. Ajaran itu begitu berbahaya sehingga membuat orang tak lagi mau bekerja hanya demi menunggu kedatangan Tuhan. Padahal teladan para Rasul sudah jelas, meski Tuhan Yesus akan datang bukan berarti mereka tidak bekerja lalu menjadi beban bagi orang lain.

Paulus jelas menunjukkan kehidupan mereka sebagai rasul yang sudah menjadi teladan, bahwa mereka tidak mau menjadi beban bagi jemaat dan orang lain, meskipun harusnya mereka berhak. Ia tidak mau makan roti dengan percuma dengan cara bermalas-malasan. Ia ingin tangannya menjadi teladan dan sumber berkat di dalam kondisi apa pun dan dimana pun ia berada. Bakan ia berkata bahwa dia bekerja siang dan malam, semuanya untuk apa? Untuk menjadi teladan agar tak menjadi beban.

Dan mestinya kita harus sadar bahwa tugas kita sebagai orang percaya menjadi teladan bagi dunia sekitar, bukan malah memberikan contoh yang tidak baik. Bahkan Paulus memberikan suatu peringatan yang sangat keras bahwa, “Orang yang tidak mau bekerja, jangan ia makan.” Kalimat ini penting sekali sebab makan itu adalah berkat Tuhan. Dan berkat Tuhan tidak boleh diperoleh dengan cara yang malas-malas tetapi dengan doa dan kerja. Orang yang tidak mau bekerja menunjukkan bahwa orang itu telah lalai dan tidak tertib dalam hidup, makanya perlu suatu disiplin terhadap mereka yang demikian. Mengapa? Sebab mereka bukan hanya memperburuk keadaan dirinya tetapi juga mereka memberikan suatu pengaruh yang tidak sehat bagi lingkungannya.

Sebelum hari Tuhan itu tiba maka kita harus tenang dan tidak boleh mudah terkecoh untuk bermalas-malasan. Kita harus tenang mengerjakan pekerjaan tanpa menjadi beban bagi orang lain melalui makanan yang diperoleh oleh tangan kita dan dengan demikian kita bisa menjadi saluran berkat kepada orang lain dengan bisa melakukan perbuatan baik. Paulus pernah berkata bahwa satu sisi memang kita ingin segera bersama Tuhan di surga sana namun sisi lain kalau pun kita masih ada di dunia berarti kita masih diberikan kesempatan untuk bekerja menghasilkan buah. Buah itulah yang kemudian akan bercerita tentang siapa kita dan siapa Tuhan yang kita percaya. Maka dari itu lakukan segala tugas dan tanggungjawabmu untuk kemuliaan nama-Nya.

Lihat juga

Komentar


Group

Top