Tokoh

Petrus Lombardus

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Tue, 31 October 2017 - 16:36 | Dilihat : 739

Penggagas Pertama Tujuh Sakramen Gereja

Perkembangan ilmu teologi dari dulu sampai kini menunjukkan bahwa ilmu teologi itu memang sangat dinamis. Diskursus ilmu teologi dari masa ke masa – “peperangan” antara pemikir (teolog) satu dengan teolog lainnya demi mendapatkan satu rumusan yang dapat dipertanggungjawabkan itu adalah hal biasa. Menjatuhkan rumusan satu dengan yang lain adalah hal yang lumrah terjadi. Pasalnya persoalan teologi adalah persoalan yang teramat penting dan substantif sifatnya. Namun demikian, menggagas rumusan dan ide lama dari berbagai macam pemikir, filsuf dan teolog masa lampau merupakan satu hal yang tak kalah mulia.

Petrus Lombardus, uskup di Paris, Perancis, tahun 1159, adalah salah satu yang pernah mempraktikkannya. Menurut pria kelahiran Lombardia, Italia Utara, sekitar abad ke-11 ini, berhadapan dengan ide dan rumusan pemikir besar lampau, kita ini seperti seorang kerdil yang ada di pundak “raksasa-raksasa”. Kita bisa melihat jauh lebih banyak dengan jangkauan yang lebih jauh dari si raksasa sendiri, bukan karena penglihatan kita lebih baik. Tapi lantaran orang yang mengangkat kita dan menambah tinggi kitalah maka kita dapat lebih baik memandang (Metalogicon 3: 4). Merujuk pada metode yang digunakan Abaelardus, dengan menggunakan akal dialektik dan logika, berbagai pikiran, ide, dan rumusan yang berbeda dari para pendahulunya dapat didamaikan.

Tujuan Uskup yang pernah belajar di Bologna, Reims dan Paris ini bukan karena ingin memperkenalkan gagasan yang baru, tapi lebih kepada usaha mengetengahkan kembali karya para bijak dan berwibawa ke dalam empat buku Pemerian yang ditulis antara tahun 1147-1151. Merupakan kumpulan petikan dalil-dalil dan pendapat-pendapat dari karya bapa-bapa gereja dan para bijak lainnya.

Jasa Lombardus bagi gereja Katolik juga cukup besar. Bukan hanya karena pelayanan dan karyanya bagi umat Katolik di pertengahan abad 11, tapi juga karena Lombardus adalah orang pertama yang mendaftarkan ketujuh sakramen Katolik-Roma. Sampai sekarang, daftar itu pun masih menjadi daftar standar di gereja Katolik. Pada masa Petrus Lombardus jumlah sakramen berkisar antara dua sampai dua belas sakramen. Namun gereja Katolik pun akhirnya menerima penjumlahan yang dilakukan oleh Lombardus dan memberi kekuatan penuh setelah ditetapkan dalam Konsili Firenze pada tahun 1439. ? Slamet Wiyoo/db

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top