Tokoh

Thomas John Barnardo

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Tue, 31 October 2017 - 16:44 | Dilihat : 1337

Melayani yang Miskin dan Terlantar

Pelayanan kepada Tuhan bukanlah semata berbicara soal kerohanian. Lebih dari itu, hal-hal yang bersifat jasmani, fisik, juga tak kalah penting. Tak heran jika apa yang disebut pelayanan holistik (pelayanan menyeluruh) itu berkembang luas pada masa kini. Sebab pelayanan seperti ini dinilai sebagai pelayanan yang tepat sasaran kepada sesama sebagai wujud aktualisasi diri terhadap “Gambar dan Rupa Tuhan” di dunia itu. Ini juga yang dilakukan oleh Thomas John Barnardo, pria dermawan yang juga seorang dokter asal Inggris.

Dalam sebuah buku disebutkan, selama hidup Thomas sedikitnya telah melatih 59.384 anak-anak miskin dan membantu seperempat juta anak yang membutuhkan. Pria kelahiran 4 Juli 1845, di Dublin, Irlandia ini sangat terbeban melayani mereka yang hidup dalam kemiskinan. Sebelumnya, Anak Yohanes Michaelis Barnardo ini berniat terjun dalam pelayanan misi. Karena itu, untuk memenuhi persyaratan ikut dalam pelayanan misi di bidang kesehatan, di China, dia pun belajar kedokteran di Rumah Sakit London. Setelah itu melanjutkan ke Paris dan Edinburgh. Tapi Tuhan justru memberi visi lain, visi yang lebih besar namun lebih dekat. Ketika Thomas menjalani tugas medisnya di ujung Timur London selama wabah kolera pada tahun 1865, menarik Thomas untuk melihat pergumulan hidup sejumlah besar gelandangan dan anak telantar di kota-kota di Inggris.

Setelah sadar betul bahwa Tuhan mengarahkan Thomas ke ladang yang lebih besar, maka ia pun bergumul tentang hal itu. Tak berselang lama, berdirilah "Rumah penampungan Dr. Barnardo" yang pertama, dibuka pada tahun 1867 di Stepney Causeway, London. Sejak saat itu, pekerjaannya terus berkembang. Bahkan, ketika Thomas meninggal di tahun 1905, ada sekitar 112 "rumah penampungan" di berbagai daerah, di samping cabang-cabang pelayanan misi, di seluruh Inggris Raya.

Tujuan utama Thomas membuka sekian banyak rumah penampungan, tak lain adalah ingin melihat anak-anak yang dilayani kelak menjadi manusia yang terhormat dan dapat hidup layak dengan segala pembekalan yang diberikan. Karena itu Thomas semasa hidup tak henti-hentinya untuk mencari, menampung anak-anak terlantar dan yatim piatu, memberi makanan, pakaian, pendidikan, dan memberi pelatihan pekerjaan yang cocok untuk tiap-tiap anak. Suami dari Syrie Louise Elmslie ini tidak pernah sekalipun menolak atau membatasi – baik dari jenis kelamin, agama atau kebangsaan, sehat atau anak dengan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, sama-sama ditampung. Satu-satunya syarat pokok adalah, dia dalam keadaan telantar.

Namun demikian, terkait soal penempatan, Thomas membaginya berdasarkan umur. Misalnya, untuk bayi dan anak-anak akan "ditempatkan" di wilayah pedesaan. Anak-anak perempuan di atas usia 14 tahun, segera dikirim ke rumah pelatihan untuk diajari pekerjaan-pekerjaan rumah tangga yang berguna. Sementara anak-anak dengan usia antara 13 dan 17 tahun, dilatih untuk berbagai pekerjaan yang cocok dengan kondisi mental dan fisik mereka, setelah itu mereka akan direkomendasikan untuk bekerja di rumah-rumah, di pelayaran, atau di luar negeri.

Pada tahun 1872, didirikan rumah perkampungan bagi anak-anak perempuan di Barkingside, dekat Ilford, yang memiliki gereja dan sanatorium sendiri. Pada tahun 1901, karena kemurahan E. H. Watts, sekolah kelautan didirikan di Elmham Utara, dekat Norwich, anak-anak asuhnya dilatih untuk menjadi angkatan laut atau anggota armada laut di bidang perniagaan. Hal lain yang dianggap paling bermanfaat dari program yang dilakukan Barnardo, adalah sistem emigrasi. Ada Ribuan anak laki-laki dan perempuan telah dikirim ke negara-negara jajahan Inggris, sebagian besar dikirim ke Kanada.

Barnardo juga memperhatikan kepada kebutuhan spiritual anak asuhnya. Menariknya, dalam memberi pengajaran, disesuaikan berdasarkan ajaran atau denominasi orang tua biologis mereka. Dalam pengajaran agama, rumah penampungan Thomas dibagi menjadi dua bagian, pertama menurut Gereja Inggris dan lainnya, termasuk mereka penganut Yahudi atau Katolik Roma.

Barnardo meninggal akibat serangan jantung pada tanggal 19 September 1905, di London. Kematiannya diperingatan secara nasional, sekaligus dijadikan sebagai moment untuk mengumpulkan dana. Hasil sebesar 250.000 poundsterling. Tidak hanya dalam bidang social, Barnardo juga dikenal sebagai orang yang produktif dengan menulis banyak buku yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan amal.

Slawi

Lihat juga

Komentar


Group

Top