PERGUMULAN MEMAHAMI PIMPINAN TUHAN, SUATU DINAMIKA IMAN

Penulis : Pdt Netsen | Tue, 9 January 2018 - 13:24 | Dilihat : 166
gambar-sapaan-19.jpg

Terkait

Pada waktu orang Kristen menjalani hidupnya maka pikiran yang sering muncul adalah “Bagaimanakah saya mencari dan mengetahui pimpinan Tuhan dalam hidupku? Dan pada waktu kita memahami hal ini maka kita akan berhadapan dengan berbagai macam kesulitan. Karena ternyata dinamika pimpinan Tuhan sangat kompleks adanya. Sehingga muncul nasehat: pertama, pertimbangkan apa yang Alkitab katakan, kedua, kita akan merasa damai sejahtera dan ketiga, lihat lingkungan kalau memang kehendak Tuhan maka Tuhan pasti akan membuka jalan. Ini yang disebut dengan prinsip “Pintu Terbuka dan Pintu Tertutup”. Kalau Tuhan berkenan Tuhan akan buka pintu kalau Tuhan tidak berkenan maka Tuhan akan tutup pintu. Dalam seluruh aspek hidup kita, umumnya kita hanya melihat bagian luarnya saja padahal pimpinan Tuhan melampaui semua aspek. Karena ada pengalaman iman yang tidak dapat dilihat secara kasat mata; tidak bisa dijelaskan dengan logika atau hal-hal yang bersifat fisik dan tidak harus menggunakan standart pintu terbuka dan pintu tertutup.

Ketika Tuhan memimpin, Tuhan ingin masuk dalam kehidupan pengalaman iman kita dan Tuhan ingin agar kita hidup di dalam kebenaran Firman. Pengalaman ini merupakan pengalaman yang kompleks karena banyak orang Kristen tidak melihat esensi dari divine guidance itu sendiri sehingga melihat pimpinan Tuhan hanya dari hal-hal yang bersifat praktis saja, misalnya kita berdoa supaya Tuhan memberi tanda yang dapat kita lihat dan mengerti. Hal itu tidaklah salah dan Tuhan bisa melakukannya. Kitab Amsal menegaskan setiap orang percaya harus sungguh-sungguh membutuhkan pimpinan Tuhan dan hal ini menjadi pergumulan hidup kita setiap saat dan menjadi central point yang menjiwai seluruh hidup kita. Dalam kitab Amsal, banyak nasihat-nasihat tentang mencari pimpinan Tuhan dan kadang-kadang diperbandingkan dengan orang yang tidak berpengalaman atau orang bebal yang kerap kali jatuh pada kesalahan yang sama. Kita sangat membutuhkan pimpinan Tuhan karena:

Pertama, Manusia adalah makhluk yang rapuh, mudah berubah, mudah tergoncang dan sangat terbatas dalam pengalaman. Ketika orang muda mulai menapaki hidup, orang tersebut dapat dikatakan orang yang belum berpengalaman. Orang tua pun bukanlah orang yang berpengalaman. Orang muda memang belum punya pengalaman di depan (yang telah dilewati orang tua) akan tetapi orang tua juga belum punya pengalaman untuk melewati masa di depannya. Itulah sebab kita terus mencari-cari dan bertanya-tanya apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup ini. Manusia seringkali menilai hidup berdasarkan standart “sepatutnya dan selayaknya”. Standart “sepatutnya dan selayaknya” tidak dapat kita samakan dengan pimpinan Tuhan karena pimpinan Tuhan sangat berbeda dan unik, sifatnya out of mind, beyond understanding. Manusia adalah makhluk yang rapuh dan tidak berpengalaman bahkan sejak Adam dan Hawa.

Kedua, Natur manusia yang berdosa. Setiap tindakan yang muncul secara natural dilakukan karena suatu kebodohan dan bertentangan dengan kehendak Tuhan (Ams 3:5-7). Natur manusia yang berdosa membuat manusia cenderung lari dari Tuhan dan melihat kehendak Tuhan sebagai suatu halangan dan ancaman sehingga manusia tidak dapat mengekspresikan diri sedemikian rupa. Tidak terkecuali dengan umat tebusan karena umat tebusan pun adalah manusia yang memiliki natur dosa sehingga dapat jatuh dalam dosa. Banyak orang percaya kerap kali jatuh dalam kesalahan yang sama dan kita masih mempunyai habit yang tidak dapat kita tinggalkan. Lalu kita mencoba menghibur diri dengan berkata, “Roh memang penurut tapi daging lemah jadi mohon Tuhan maklum.”

Ketiga, Dosa dan kuasanya merupakan sebuah kekuatan yang membawa dan menarik manusia untuk terus menerus berada jauh dari Tuhan. Kejahatan akan terus menawarkan alternatif-alternatif pengalaman menarik yang belum pernah dialami manusia dan pengalaman itu selalu bertentangan dengan kehendak Tuhan sifatnya menjerumuskan. Setelah nasi menjadi bubur manusia baru menyadari kesalahannya. Dosa selalu muncul dalam tawaran yang menarik bahkan lebih indah dari hal-hal yang bersifat rohani. Sudahkah kita berdoa minta pimpinan Tuhan dalam hidup kita? Pengalaman hidup dalam pimpinan Tuhan merupakan pengalaman iman yang sukar diukur standartnya, kecuali kita mencoba memahami natur pimpinan Tuhan.

Pimpinan Tuhan menggunakan sarana bijaksana dari Dia. Bijaksana dan pimpinan Tuhan harus didasarkan pada wahyu Ilahi. Pimpinan Tuhan dapat dimengerti melalui nasehat orang lain yang mau bersungguh-sungguh bergumul bersama dengan kita, yaitu mereka yang telah dibenarkan oleh Tuhan dan hidup melakukan kebenaranNya. Pimpinan Tuhan selalu menuntut adanya kepercayaan dan komitmen. Pimpinan Tuhan selalu berkaitan dengan masalah karakter. Mari kita belajar untuk jujur dan terbuka di hadapan Tuhan apakah kita telah siap hati dibentuk oleh Tuhan? Tuhan akan menyatakan kehendakNya dan Tuhan juga menuntut perubahan hidup dari orang-orang yang mau dipimpin olehNya.

Ingat, kita juga harus bersabar karena kita tidak tahu kapan waktuNya. Daud membutuhkan waktu sekitar 22 tahun untuk menjadi raja menggantikan Saul dari sejak Samuel mengurapinya. Bangsa Israel membutuhan waktu lama untuk masuk tanah Kanaan. Biarlah ketika kita mau mengerti pimpinan Tuhan, bukan dengan ukuran dan standart “sepatutnya dan selayaknya” tapi biarlah kita mengerti sesuai dengan rencanaNya, sesuai dengan cara dan waktu Tuhan. Kita tidak tahu berapa lama Tuhan akan menggenapinya tapi selama masa penantian tersebut biarlah kita isi dengan pengalaman-pengalaman yang indah bersama dengan Tuhan. Akan ada banyak mutiara-mutiara iman yang muncul dan sangat berharga. Amin - Pdt. Netsen

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top