Keith Gordon Green

Penulis : Pdt Netsen | Tue, 23 January 2018 - 15:23 | Dilihat : 116
gambar-tokoh-19.jpg

Keith Gordon Green, lahir pada 21 Oktober 1953 di teluk Sheepshead Bay, New York, Amerika Serikat. Keith dikenal sebagai seorang pianis musik kontemporer. Tak hanya itu, di luar musiknya, Green terkenal karena pengabdiannya yang kuat terhadap penginjilan Kristen dan menantang orang lain untuk hal yang sama atau untuk bertobat. Sebelum ia bertobat bagaimanakah kisah perjalanan kehidupan Keith hingga dia hidup dalam kebenaran dan melayani Tuhan.

Keith Green berusia 15 tahun ketika pertama kali dia kabur dari rumah. Dia mulai menulis jurnal selama bertahun-tahun dia mencari petualangan musikal dan kebenaran rohani. Keith memiliki latar belakang Yahudi, tetapi saat tumbuh dewasa dia membaca Perjanjian Baru. Dia menyebutnya "kombinasi aneh" yang membuatnya berpikiran terbuka, namun tidak merasa puas. Pencarian jati dirinya membuatnya lari kepada obat-obatan, praktik mistik, dan seks bebas.

Ketika Keith berumur 19 tahun, dia bertemu dengan teman sesama musisi yang bernama Melody. Mereka pun menikah setahun kemudian, tetapi pencarian rohaninya terus berlanjut. Kemudian, ketika dia hampir kehilangan harapan, Keith menemukan kebenaran yang dia cari. Semenjak berusia 21 tahun, dia tidak kembali lagi kepada kehidupan lamanya. Apa yang dulu pernah membingungkannya, kini menjadi masuk akal. Dengan bangga dia berkata kepada dunia, "Saya seorang Kristen Yahudi." Tidak lama setelah Keith membuka hatinya untuk Yesus, dia dan Melody juga membuka rumah mereka untuk pelayanan. Siapa pun yang membutuhkan, ingin lepas dari obat-obatan, atau meninggalkan jalanan, disambutnya. Tentu saja, mereka juga mendengar banyak hal tentang Yesus.

Bukan hanya hidup Keith yang mengalami perubahan radikal, namun sebagai penulis lagu dan musisi hebat, musiknya pun berubah. Keinginannya untuk mengejar popularitas berakhir. Lagu-lagunya kini mencerminkan kesungguhan hati yang besar untuk menemukan Yesus dan menyadari bahwa hidupnya sendiri telah berubah secara radikal. Kualitas kerohanian Keith tidak hanya membuatnya keluar dari zona nyaman, tetapi juga membawanya melampaui kapasitasnya sendiri. Dalam pelayanannya, Keith mendorong dan mengajak orang-orang percaya untuk sadar diri, bertobat, dan hidup seperti apa yang mereka percayai. Walaupun masih ada rasa sedikit enggan dalam diri Keith. Namun rasa enggan tersebut tidak membuat hati dan semangatnya menjadi terhenti dalam melayani Tuhan. Keith merasa dia pasti telah lebih dulu bertemu dengan Yesus seandainya ia tidak menjalani kehidupan ganda. Dia membuat jemaat terusik dengan berkata, "Jika Anda memuji dan menyembah Yesus dengan mulut Anda, namun hidup Anda tidak memuji dan menyembah Dia, pasti ada sesuatu yang salah!"

Komitmen radikal yang dikhotbahkannya menjadi kerinduan hatinya. Dia berkata bahwa Mengasihi Dia harus menjadi perkara kita. Dia dapat mengurus banyak perkara lain tanpa kita. Ketika Dia membuat kita mengasihi-Nya maka Dia membuat kita mengasihi-Nya dengan segenap hati kita. Ini tugas yang harus kita kerjakan. Hal-hal lainnya hanyalah kepalsuan. Itulah yang diungkapkan oleh Keith.

Lagu-lagu Keith sering lahir di tengah-tengah masa pergumulan rohaninya. Dia menunjuk dirinya sendiri, dengan menulis lirik yang jujur dan pedas, namun dia menyediakan ruang bagi Allah untuk menyadarkan sebagian dari kita juga. Dia menyadari bahwa perjalanan ke surga sering kali memutar melalui lembah berlumpur dan dia tidak melihat sesuatu yang bernilai dalam menggambarkan hal sebaliknya. Dengan kejujuran Keith, dia terganggu oleh pemahaman semu tentang hidupnya. Namun demikian, Keith menjadi sorotan ketika dia bertumbuh di dalam Yesus.

Keith menyadari bahwa ia juga membuat kesalahan. Kita melewatkan sesuatu yang penting ketika kita mengabaikan kelemahan dan sisi manusiawi orang-orang yang telah pergi mendahului kita. Keith jauh dari sempurna, namun dia sungguh-sungguh lapar akan kebenaran dengan senantiasa meminta Roh Kudus untuk "mengubah hatiku, menyadarkanku dari dosa-dosaku." Ketika dia sadar, dia pun bertindak. Jika dia harus bertobat, dia pun bertobat. Jika dia harus menelepon seseorang untuk meminta pengampunan, dia juga melakukannya. Bagi Keith, berjumpa Yesus adalah satu hal penting. Berusaha menjadi seperti Dia adalah perkara lain. Setelah berjuang selama bertahun-tahun untuk mengukur kekudusan Allah. Saat mempertanyakan penebusan dirinya sendiri, Keith mendapatkan pengertian yang lebih dalam tentang pengorbanan Yesus di kayu salib untuk mengampuni dosa-dosanya dan untuk menyelubunginya dengan kebenaran-Nya. Ini bukan berarti Keith menjadi kurang peduli akan kemurnian dan kekudusan. Namun, kini dia lebih termotivasi oleh kasih, alih-alih ketakutan dalam pencariannya akan Yesus. Selama di dunia, Keith bergumul dengan hal-hal yang sama dengan yang manusia pergumulkan seperti kedisiplinan, tenggat waktu, masalah-masalah yang menyita perhatian.

Pelayanan yang Keith dimulai bersama Melody sang isteri di rumah mereka mulai menghasilkan murid.  Beberapa orang percaya datang dan bergabung bersama mereka dalam sebuah pelayanan. Namun Keith memahami, di tengah-tengah pelayanannya itu, pentingnya berhenti sejenak untuk memandang kemuliaan Allah dan menikmati hadirat-Nya. Hal itu barangkali, lebih dari apa pun, menjadi warisan yang diinginkannya untuk kita ingat. Selama 7 tahun yang singkat mengenal Yesus, Tuhan memakai Keith untuk membawa banyak orang untuk rindu datang menonton dan mendengarkan konsernya. Keith semakin dikenal dan tenar. Apakah Keith terpesona dan menepuk dada? Tidak. Hati Keith hanya ingin menyenangkan Tuhan dan membangun Kerajaan-Nya, bukan kerajaannya sendiri.

Keith dipanggil Tuhan dalam usia yang relative muda. Pada usia 28 tahun, Keith meninggal melalui sebuah kecelakaan pesawat pada 28 Juli 1982, Keith berpulang kepada Bapa. Kecelakaan itu juga mengambil nyawa putranya yang berusia 3 tahun, Josiah, dan putrinya yang berusia 2 tahun, Bethany. Sementara Melody, istrinya, sedang di rumah bersama anak mereka yang berusia satu tahun, Rebekah, dan anak keempat mereka, Rachel, yang masih berusia 6 minggu dalam kandungan. Betapa tidak mudah memahami apa yang Tuhan ingin lakukan dalam hidup ini. Disatu sisi Keith terlihat sedang dipakai Tuhan dengan luar biasa, sedang tenar dan masih sangat muda. Disaat yang sama Tuhan memanggil dia untuk selamanya dari dalam dunia. Sebelum kematiannya Keith pernah berkata, "Ketika saya mati, saya hanya ingin diingat sebagai orang Kristen." Dalam kematiannya Keith Green benar-benar menjadi manusia baru. Tatkala pertobatannya membawanya kepada sesuatu yang bersifat kekal di dalam Yesus, dia meninggalkan semua hal yang dia miliki ambisi, harta kekayaan, dan mimpi-mimpinya untuk memiliki kasih-Nya. (dbs/netsen)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top