Bangkitlah Dari Kematian (EFESUS 5:14)

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Thu, 1 March 2018 - 13:23 | Dilihat : 241

Sesuatu yang tak pantas jangan dilakukan, sebab itu sangat memalukan.  Jika orang ada di dalam terang, jangan coba mendekati kegelapan, atau bersembunyi dalam kegelapan itu juga memalukan.  Karena itu, jika ada orang yang sudah bertobat, jangan lagi mengingat, apalagi bergaul kembali dengan segala yang pernah dia lakukan di masa lalu.  Meski sudah dilarang, dan ditunjukkan betapa tidak berartinya kembali hidup dan melakukan segala yang pernah dilakukan di masa lalu, toh masih saja ada orang yang kembali melakukannya.  Kepada mereka itu Paulus keras berkata. "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."

Ada tiga kondisi yang ditekankan Paulus dalam bagian ini.  Pertama bicara Soal Tidur; Bangun dan Bangkit.

Orang yang masih melakukan tindakan kegelapan, meskipun sesungguhnya dia pernah mengecap terang, bagi Paulus orang demikian adalah orang yang tengah TIDUR.  Orang seperti ini masih terlelap dalam buaian mimpinya.  Orang yang tidak hidup dalam kenyataan.  Betapa tidak, meskipun maut mengancam; meskipun kematian akibat dosa ada di depan mata, toh tidak sadar juga.  Mimpi membuai dia dan membuatnya menggila, sehingga terus melakukan dosa. 

Orang yang sedang ada dalam kondisi seperti ini bisa digambarkan seperti katak yang ada diletakkan dalam kuali, lalu dibawahnya dinyalakan api.  Semua katak tidak menyadari hawa angat yang dia rasakan begitu membahayakan.  Yang katak tahu, hangat dirasa nikmat dan enak. Tapi lama-kelamaaan hawa hangat itu berubah jadi panas, dan semakin panas, hingga menghanguskan sang katak.  Ya itulah orang yang tidur. 

Orang yang tidur tidak pernah akan bisa dan mengerti bahaya yang mengancam dirinya.  Orang akan menyadari kalau kemudian tersadar dari tidur.  Maka tak heran kalau ada begitu banyak orang yang menjadi korban kebakaran, pada saat dia terlelap dalam tidurnya.  Ketika api menyala, dia belum sadar dalam tidurnya.  Selanjutnya, ketika api mulai membesar dan hawa panas mulai memenuhi ruangan dan asap mulai menyesakkan pernapasan, di saat itu orang itu akan terbangun.  Tapi lagi-lagi sadarnya sungguh sangat terlambat.  Sebab, dalam hitungan detik  api membakar dirinya dan segala hal yang ada dirumahnya. 

Maka dari itu, hai orang yang tertidur; yang terbuai dengan gelapnya dosa, Paulus berkata: BANGUNLAH.  Menarik, kata BANGUNLAH yang dalam bahasa aslinya egeiro ini terambil dari kata dasar agora, yang berarti pasar.  Seperti kita tahu, yang namanya PASAR tidak ada orang yang diam-diam saja di sana.  Semua orang bergerak; beraktifitas; ada yang menjual; ada yang membeli.  Tidak ada yang kemudian orang datang kepasar untuk tidur.  Maka bangunlah di sini bagi saya bukan sekadar bangun dari tidur dan diam-diam saja, tapi bangun untuk beraktifitas; bangun untuk melakukan sesuatu; bangun untuk mengerjakan sesuatu. 

Bangkit dari Mati

Dalam ayat 14 ini, Paulus bukan saja mengajak orang untuk tersadar, bangun dan melakukan aktifitas.  Lebih tegas Paulus, menunjukkan sejatinya kondisi mereka bukan saja tertidur, tapi MATI. Ya MATI rohaninya.  Untuk itu Paulus berkata: bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu." Dari sini kita melihat, tidur yang paulus maksudkan bukan sekadar bentuk ketidaksadaran, tapi merupakan bentuk KEMATIAN.  Karena itu, bangkit dari KEMATIAN rohani itu. 

Seperti kita tahu, orang yang mati tidak mungkin dapat bangun sendiri.  Untuk itu Kristus memberi anugerah; berkarya dalam diri orang yang dikehendakinya terlebih dahulu.  Dalam hal ini, teguran dari Paulus merupakan bagian penting dari anugerah Allah tersebut.  Yang dengan demikian orang efesus bisa disadarkan, bahkan dibangkitkan kembali.  Sehingga tidak ada alasan atau dalih, bahwa Tuhan tidak beranugerah terlebih dahulu untuk dia berespons kemudian.  Tuhan bisa memakai apa saja dan siapa saja.  Dalam hal ini Tuhan memakai paulus untuk mengingatkan umat. 

Dalam hal ini Kondisi bangkit tidak boleh hanya dalam soal keyakinan atau komitmen semata, tapi diwujudnyatakan dalam tindakan nyata.  Sehingga BANGKIT betul-betul merupakan sebuah kondisi kebalikan dari sebelumnya.  Bagi mereka yang bangkit dari kematian; bangkit dari kegelapan; Paulus juga menegaskan kembali, dengan demikian: “Kristus akan bercahaya atas kamu."

Jika Kristus bercahaya, maka segala tindakan kegelapan akan ditelanjangi; segala kegelapan akan disingkirkan oleh sebab terangNya.  Karena itu mereka yang sudah bangun dari gelap dan bangkit dari kematian, jaang kemudian bernostalgia dengannya; atau bunuh diri rohani dengan kembali hidup di dalam kegelapan.  Slawi

Lihat juga

Komentar

Top