Sapaan Gembala

Hidup Dalam Kasih Allah

Penulis : Pdt Netsen | Fri, 18 May 2018 - 14:16 | Dilihat : 278
Tags : Allah Hidup Kasih

Allah itu kasih adanya, Dia memberikan anak-Nya kepada dunia ini sehingga kita yang mengenal Allah juga harus saling mengasihi (1 Yoh. 4:8,16; Yoh. 3:16). Meneliti bagian ini membawa kita untuk memiliki pemahaman yang komprehensif dan sistemaik akan karya keselamatan yang dikerjakan oleh Allah dalam Yesus Kristus bagi manusia yang dikasihi-Nya. Allah yang kasih memberikan anak-Nya (Yesus Kristus), anak-Nya memberikan hidup kepada mereka yang dikasiahi-Nya, hidup itu mengakibatkan mereka yang dikasihi-Nya mempunyai cinta kasih satu dengan yang lain atau kasih kepada sesamanya, termasuk musuhnya. Dengan memahami konsep ini kita akan mengerti mengapa manusia dapat hidup dalam kasih sekalipun di tengah berbagai macam perbedaan, permusuhan, pertikaian dan kesulitan hidup lainnya.

Para rasul seperti, Paulus, Petrus, Yakobus rasul lainnya tentu telah berjumpa dengan kasi Allah dan telah hidup di dalamnya. Tapi mari meneliti sedikit akan apa yang dilakkan atau dialami oleh rasul Yohanes. Dia murid yang dikasihi, dan sebut saja dia sebagai rasul cinta kasih karena dia adalah satu-satunya rasul yang akhirnya kembali ke bukit Golgota, tampil di tempat Yesus Kristus, berlutut di bawah kaki salib dan dengan air mata yang mengalir dia tidak berbicara satu kalimat pun. Di bawah salib Kristus, Yohanes mengingat, menilai, membandingkan dan akhirnya introspeksi diri sendiri: apakah yang terjadi di depanku, apa yang terjadi saat ini. Dari Yesus yang di salib dengan kedua tangan dan kaki-Nya dipaku dan kepada-Nya dikenakan mahkota duri, darah mengalir. Di kayu salib Yohanes melihat dan mendengar ucapan kasih yang agung dan Sang Kasih yang sejati. dari tujuh ucapan Tuhan Yesus di kayu salib, empat kalimat yang disampaikan-Nya kepada manusia adalah Janji keselamatan kepada seorang perempuan yang berdosa paling besar, Dia menyuruh manusia mengingat orang tua dan Dia serahkan ibu-Nya kepada Yohanes. Berbicara kepada seluruh umat manusia: “Aku haus” karena Dia menyatakan bahwa Dia mengharapkan semua orang pulang kepada Tuhan. Yesus juga mengatakan satu kalimat “Sudah genap“ memberikan suatu kemenangan kepada seluruh umat manusia bahwa Anak Allah sudah membuka pintu surga, menghentikan kuasa setan dan mengampuni segala dosa.

Cinta kasih Allah yang dinyatakan di atas kayu salib seperti ini dimengerti oleh satu orang yang ada di situ, yaitu Yohanes. Disini dia mengerti kasih lebih dalam dari siapapun di dalam dunia. Yohanes menerima langsung wahyu dari Allah, pengajaran dari Yesus Kristus, dan terakhir dengan kedua matanya dia melihat bagaimana Yesus mati di atas kayu salib, bagaimana Dia sabar, menanggung kebencian dari seluruh umat manusia dan mengalirkan cinta kasih dari Allah. Dan akhirnya kalimat-kalimat dari Roh Kudus membentuk pikiran dan hatinya.

Demikianlah Allah mengasihi isi dunia sehingga dikaruniakan anak-Nya yang tunggal. Allah itu kasih adanya. Bukan saja Allah itu mempunyai cinta kasih, Allah itu diriNya adalah kasih, sehingga kasih itu adalah Allah, Allah adalah kasih. Kasih itu adalah substansi dari Ilahi itu sendiri, bukan hanya salah satu dari begitu banyaknya sifat moral Tuhan Allah. Dalam hal inilah kasih Allah diyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus anakNya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya (1 Yoh. 4:9).

Bagaimana dunia mengenal keKristenan? Kalau kita mempunyai cinta kasih. Bagaimana orang di sekitar saya mengenal Kristus? Yaitu jikalau di dalam diri saya ada kasih Kristus. Kasih Allah menyatakan hidup Allah, dan hidup Allah menjadi fondasi kasih Allah. Allah mengasih kita karena Allah itu adalah Allah yang hidup dan hidup Allah adalah hidup yang kasih maka kasih itu memberi. Dimana ada cinta kasih, disitu ada pemberian. Kasih mengakibatkan sesuatu yang dihasilkan yaitu memberikan hidup.

Karya Kristus yang mengerjakan keselamatan bagi manusia berdosa lebih dari cukup untuk menyatakan kasih Allah. Janganlah kita menjadi sombong, walaupun tampak banyak pengorbanan yang telah kita buat atau memberikan persembahan untuk pelayanan kepada Kristus, karena seblum kita mengasihi Dia dan sesama, Dia telah terlebih dahulu mengasihi kita. Dan kasih yang ada pada kita bersumber dari Dia yang adalah sumber kasih. Merenung lah di hadapan0-Nya dan memohonlah pada Dia jikalau dalam hidup ini diri kita belum mampu atau belum berani untuk mengaktualkan kasih kepada Dia dan pada sesama, supaya diri ini belajar akan hidup yang dikasihi dan mengasihi.

Dia yang mengasihi kita terlebih dahulu. Siapa yang tidak mengalami salib Kristus, tak mungkin mengerti apa artinya cinta kasih yang sejati. Kasih mengakibatkan perdamaian. Tuhan mengirim anak-Nya untuk menjadi pendamai, untuk membawa orang berdosa kembali kepada Dia. Dan kita harus belajar bagaimana mengampuni, mendamaikan, bagaimana kita boleh membawa semua yang dulu musuh kita kembali kepada Tuhan. Supaya mereka berjumpa dengan Allah dan mengalami pendamaian dari Tuhan. Sehingga kita semua, sebagai tubuh Kristus hidap dalam kasih satu kepada yang lain. Yang mana kasih Kristus adalah dasar bagi semuanya. Amin - Pdt. Netsen

Lihat juga

Komentar


Group

Top