Mengenal Alkitab

Siapa Yang Mengontrol Hidupmu?

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Tue, 8 May 2018 - 11:49 | Dilihat : 192
Tags : Slamet

Efesu 5:18 Dan JANGANLAH kamu MABUK OLEH ANGGUR, karena ANGGUR MENIMBULKAN HAWA NAFSU, tetapi HENDAKLAH KAMU PENUH DENGAN ROH

Menebus waktu, adalah keharusan, karena “hari-hari ini adalah jahat”. Kalau tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya, bukan tidak mungkin orang terjebak dalam hari yang jahat itu. Dan hari yang jahat, seperti kita tahu adalah hari-hari yang penuh keberdosaan. MABUK, adalah salah satunya. Karena ini di bagian ini Paulus mendorong jemaat efesus untuk berhati-hati dengannya.

Anggur memang bukan minuman terlarang. Anggur adalah minuman yang sejak lama dikonsumsi sehari-hari di masyarakat Yahudi (Kej 9:21; 27:25). Bahkan menjadi pelengkap Pesta (Est 1:7; 5:6; Yes 5:11,12; Dan 5:1-4; Yoh 2:3); ketiadaan atau ketidaktersediaan Anggur yang cukup dalam sebuah pesta, bahkan menjadi aib tersenduru bagi empunya pesta (perkawinan di kana - Yoh 2). Anggur di konsumsi bukan sekadar karena rasanya, tapi juga merujuk pada kemanfaatannya. Alkitab bahkan mencatat, bagaimana anggur itu dapat Menyegarkan hati. (Mazm 104:15); Menyenangkan hati. (Est 1:10; Pengkh 10:19); tidka itu saja bahkan Paulus sendiri pun pernah menganjurkan anak muridnya agar mengonsumsi anggur, karena anggur dapat menolong pencernaan. (Luk 10:34; 1Tim 5:23).

Selain kemanfaatannya, anggurpun perlu diwaspadai. Jangan sampai mengonsumsi berlebihan. Alih-alih mendapatkan manfaat, yang didapat justru ketidakmanfaatan. Secara khusus Paulus mencatat MABUK ANGGUR akan MENIMBULKAN HAWA NAFSU. Saya melihat Nafsu yang dimaksudkan Paulus bukanlah sekadar bicara soal stimulus seksualitas, tapi juga stimulus dosayang lain. Dan sepertinya bagian Alkitab yang lain juga sudah banyak mengulasnya, apakah itu. Mabuk anggur menyebabkan orang lekas marah. (Ams 20:1); Merusak kesehatan. (1Sam 25:37; Hos 4:11); Mengganggu pertimbangan dan ingatan. (Ams 31:4,5; Yes 28:7); Menyebabkan keluh kesah dan pertengkaran. (Ams 23:29,30). Singkatnya, mabuk oleh anggur membawa kepada sesuatu yang berdampak negatif. Karena itu Paulus dengan tegas berkata: JANGANLAH kamu MABUK OLEH ANGGUR!

Dalam bagian ini Paulus tidak saja sekadar melarang; tapi juga memberikan kontra larangan. Bukan hanya mendekati dengan secara “negatif”, dengan kata JANGAN, tapi juga memberi dukungan secara “positif” dengan HENDAKLAH. “HENDAKLAH KAMU PENUH DENGAN ROH!”. Dari bagian ini Paulus sepertinya ingin mengajak para pembaca suratnya, secara khusus jemaat efesus, agar TIDAK DIKUASAI oleh hal-hal yang membawa, atau berpotensi menghantarkan orang pada kejahatan, seperti kemabukan oleh anggur. Hidup Jangan DIKONTROL oleh anggur. Atau jangan sampai tidak bisa mengontrol diri sendiri KARENA MABUK oleh anggur. Tapi berlawanan dengan itu, hendaklah orang DIKUASAI oleh ROH ALLAH. Hendaknya orang DIKONTROL oleh ALLAH. Dengan demikian hidupnya akan selalu mengarah apda jalan atau rel benar.

Inilah beda hidup yang dikontrol oleh Anggur dan oleh Allah. 1). Orang yang dikontrol oleh anggur tidak sadar diri, bahkan ketika dia melakukan kejahatan; tapi orang yang dikontrol Allah akan selalu disadar/ingatkan dengan keberdosaan dirinya; 2). Orang yang MABUK selalu ingin berbuat dosa (Nafsu Seksual; Amarah; tidak ada pertimbangan); sebaliknya, orang yang dikontrol Allah akan selalu diberikan sesnsitifitas (kepekaan) terhadap dosa. Sehingga, ketika hendak melakukan dosa, pertimbangan dari ROH KUDUS akan selalu menghalangi dan mewanti-wanti agar tidak melakukan. 3). Orang yang dikuasai oleh Anggur yang memabukkan, akan selalu menuju pada jalan kematian; sebaliknya, orang yang dikontrol hidupnya oleh Allah, akan sellau mengarah pada keselamatan dan kebenaranNya. Slawi

Lihat juga

Komentar


Group

Top