Efesus 5:19-20

Penulis : Pdt Slamet Wiyono | Fri, 18 May 2018 - 14:18 | Dilihat : 121

Penuhkan Dirimu Dengan...

 

Apa yang mengontrol hidup KITA, ROH KUDUS atau ANGGUR?  Bagian sebelumnya ditunjukkan bagaimana mudaratnya orang yang hidup dikontrol oleh anggur.  1). Orang yang dikontrol oleh anggur (MABUK) tidak sadar diri, bahkan ketika dia melakukan kejahatan;  2). Orang yang MABUK oleh anggur selalu ingin berbuat dosa (Nafsu Seksual; Amarah; tidak ada pertimbangan); dan tentu saja, 3) orang yang dikontrol oleh anggur, omongannya atau perkataannya tidak terkontrol.  Penuh sumpah serapah, caci dan maki ada di sana.  Karena memang tidak bisa menguasai diri sendiri dan mulutnya.  Sama sekali berbeda dengan orang yang dikuasai oleh Allah, maka hidupnya diarahkan menuju kebenaran, keselamatan dari Allah.

Sama seperti beberapa bagian sebelumnya, bagaimana Paulus menekankan hidup yang beda, dari dan sebelum kenal kebenaran.  Begitu juga bagian kali ini.  Hidup orang yang dikuasai kebenaran harus mencermikan kebenaran itu sendiri.  Sedikitnya Paulus menambahkan tiga tanda lagi tentang orang yang dikuasai kebenaran harus hidup:

  1. PENUH KEMULIAAN TUHAN (19). Orang yang tindak-tanduknya dan perkataannya mencerminkan Kemuliaan Tuhan Tuhan adalah mereka yang Berbicaralah satu sama lain dalam mazmur, kidung pujian, dan nyanyian rohani. Apa yang dikatakan, apa yang keluar dari mulutnya adalah perkataan yang menyejukkan, perkataan yang menjadi berkat, perkataan yang keluar dari hati dan pikiran yang dikuasai oleh Firman kebenaran.  Sehingga apa yang keluar dari mulutnya Penuh dengan ungkapan memuliakan Allah, bukan diri, bukan kelompok atau ajaran tertentu. Ya, hanya Allah saja. 

 

  1. PENUH NYANYIAN PUJIAN (19), kepada orang yang sudah dikuasai oleh kebenaran, Paulus menganjurkan agar apa yang sudah dirasai dan nikmati dari intervensi ilahi itu dapat menginspirasi orang untuk menyanyi, memuji, menggubah nyanyian pujian bagi Allah.  Sehingga apa yang dirasakan itu tidak hanya dirasai sendiri, tapi orang lain pun dapat mencicipi nikmat ilahi itu.  Sehingga tidak hanya orang dapat terberkati, tapi juga menghantar dan memantik orang untuk bertemu langsung dengan Sang Ilahi, Sang Benar itu secara pribadi.

 

  1. PENUH UCAPAN SYUKUR (20),  adalah ciri yang Paulus harapkan dimiliki oleh orang yang dikuasai kebenaran.  Mengucap syukur di segala keadaan.  Ucap syukur di segala kondisi.  Ketika dirasa baik, pun rasa terpuruk.  Mengucap syukur mungkin lebih enteng dilakukan ketika keadaan cukup; tidak ada kesulitan, tapi ketika keadaan terpuruk, masih dapatkan orang mengucap syukur?  Bukankah demikian gambaran kondisi kekristenan di era mula-mula.  Penuh dengan kesukaran dan keslutina.  Tapi ditengah-tengah itu semua Payulus menganjurkan agar mengucap syukur menjadi utama.  Jangan lagi ada kecewa kepada Allah, apalagi hujatan kepadaNya?  Sungguh kalau itu terjadi, hanya akan menunjukkan bahwa itu bukan orang yang dikuasai kebenaran

 

Tiga hal yang disebutkan diatas bukan otomatis diterima atawa langsung bisa dilakukan.  Meskipun orang hidupnya sudah dikontrol oleh Tuhan, tapi perjuangan untuk menghidupi pimpinan Tuhan itu harus terus menerus dilakukan, harus aktif dilakukan.  Tidak bisa ongkang-ongkang kaki, lalu sudah otomatis bisa melalui dan melakoni.  TIDAK, itu semua adalah perjuangan yang harus terus menerus dihidupi dan penuhi.  Sama seperti harapan Paulus kepada Efesus, dan tentu juga harapan tuhan kepada UmatNya, bukan itu juga harapan kita dan cita-cita kita sebagai umat PilihanNya.  Slawi

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top