Arabella Katherine Hankey

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Tue, 8 May 2018 - 11:52 | Dilihat : 105

Penggubah lagu “I Love To Tell the Story”

 

Lagu ini sangatlah agung sebab di dalamnya tersimpan semangat Perkabaran Injil, dan di dalam isi liriknya pun mengandung makna nilai teologi kekeristenan yang tinggi.

Bait 1 lagu ini, bercerita mengenai Tuhan Yesus dan kasihNya. Terdapat kata "unseen thing", yaitu "sesuatu yang kekal", yang bersumber dari 2 Korintus 4:16-18. sedangkan kasih Allah tersebut bersumber dari ayat-ayat Alkitab terutama Yohanes 3:16 dan Roma 5:8.

Bait 2 menceritakan bahwa, setiap kita harus menceritakan lagu ini kepada setiap orang. Karena yang sungguh melebihi impian dunia itu adalah pesan dari keselamatan (lihat Markus 16:15-16. Cerita yang membawa selamat itu dapat dilihat pada Markus 5:19, menceritakan semua tentang apa yang telah Tuhan perbuat atas diri manusia.

Bait 3 menceritakan, bagaimana kita menceritakan kabar sukacita itu lagi, dan lagi. Luapan sukacita begitu mengalir deras, dapat dilihat pada Mazmur 19:7-11. Dan setiap orang yang belum percaya supaya mendengar, seperti Amanat Agung Yesus, semua orang harus dikabarkan "Cerita Mulia" ini.

Sedangkan Bait 4 menceritakan bahwa pekabaran Cerita Mulia ini akan menjadi lagu dalam hidup semua orang Kristen sampai kepada kekekalan, seperti yang dimuat dalam Wahyu 14:1-3.

Tidak diragukan lagi mengapa pujian ini lahir, tentu tidak lepas dari latar belakang kehidupan seorang yang bernama, Arabella Katherine “Kate” Hankey. Ia lahir pada tanggal 12 Januari 1834 di Clapham, Middlesex, Inggris dan meninggal pada tanggal 9 Mei 1911 di London, Inggris. Dari  latar belakang keluarga sebagai keluarga penulis lagu dan juga keluarga misionaris yang begitu bersemangat untuk menyalakan dan memberitakan Injil di tengah dunia. Ia adalah anak perempuan dari seorang banker di Inggris yang kaya, tetapi ia punya kerinduan untuk memberitakan kepada semua orang, baik itu kaya atau miskin. Saat berumur 18 tahun, Hankey pindah ke London dan mengajar Alkitab kepada wanita-wanita yang bekerja di pabrik. Hankey benar-benar sangat bersemangat dalam mengabarkan Alkitab kepada orang-orang.

Ketika Hankey berumur 30 tahun ia mengalami sakit yang sangat serius dan ia disuruh oleh dokternya untuk beristirahat selama 20 bulan. Meskipun ia harus berbaring di atas ranjang selama itu ia tidak lantas berhenti dari “hobinya” tersebut. Dalam kondisi tersebut ia menulis puisi yang sangat panjang. Puisinya berisi tentang kerinduan dia dalam memberitakan kabar sukacita atau menuturkan cerita mulia yaitu Yesus dengan kemuliaan dan Kasih-Nya. Puisi Hankey terdiri atas 2 bagian yaitu "The Story Wanted" dan "The Story Told". Dari puisi ini terciptalah sebuah lagu yang sangat indah yang kini kita kenal dalam lirik pujian Kristen, yaitu "I Love To Tell the Story" sekitar 10 bulan setelah puisi ini diselesaikan. Ia juga membuat nadanya meskipun mengalami beberapa koreksi ketika diiringi dengan musik.

Pada tahun 1867 pada sebuah konvensi internasional di Montreal, Kanada, seorang pembicaranya bernama Mayor Jenderal Russell dari Inggris secara emosional pada kalimat penutupnya menekankan kepada para delegasi konvensi sebuah kalimat yang Russell kutip dari teks himne Hankey. Pada saat itu salah satu peserta adalah musisi "GospelAmerika" bernama William H. Doane, yang telah merancang lebih dari 2000 lagu Gospel. Doane pun dengan segera merancang setting musik dari teks himne Hankey. Kemudian seorang pengatur musik mengubah setting musik Doane tadi, yaitu William Gustavus Fischer. Ia jugalah yang menambahkan bagian refrain dari lagu "I Love To Tell the Story". Tahun 1875 himne ini muncul di Bliss and Sankey’s Collection. Lagu itulah yang umumnya dikenal.

Lagu ini diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa termasuk oleh Yamuger dalam bahasa Indoensia pada tahun 1981, selain itu ada pula versi terjemahan lain lagu ini di Kidung Puji Pujian Kristen atau KPPK yang banyak digunakan oleh gereja-gereja berbahasa Tionghoa di Indonesia.

Sumber: Id.Wikipedia.org/Nikodemus Rindin

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar

Top