Sapaan Gembala

Dikenal Sebagai Pengikut Yesus

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Fri, 18 May 2018 - 14:20 | Dilihat : 204
Tags : Dikenal Pengikut Yesus

Kalimat yang tertulis didalam Kisah Para Rasul 4:13 membuat saya tersentak. Mengapa demikian? Ada dua hal yang melatarbelakanginya. Yang pertama, karena jelas sekali kalimat yang ditekankan bahwa Petrus dan Yohanes dikenal oleh para pemimpin, tua-tua orang Yahudi dan ahli-ahli Taurat sebagai orang biasa, dan lagi sebagai orang yang tidak terpelajar. Heranlah mereka sebab jawaban-jawaban yang keluar dari mulut keduanya seperti buih air yang mengalir dan penuh hikmat. Mengapa mereka begitu powerful? Sebab mereka dipenuhi oleh Roh Kudus (KPR 4:8). Dalam hal ini kita lihat bahwa, orang bodoh namun mau merendahkan diri untuk dipimpin Roh Kudus dan mau bergantung penuh pada kebenaran-Nya maka mereka akan bangkit menjadi seseorang yang begitu dinamis, begitu berpengaruh dan begitu berkuasa. Sebab ada suatu kuasa yang hidup di dalam diri mereka, yang membuat mereka tidak tahan untuk tidak bersaksi dan mengungkapkan kebenaran tentang Kristus yang adalah Allah yang telah datang ke dalam dunia, untuk menebus dan menyelamatkan manusia yang berdosa. Keyakinan yang besar hidup begitu kuat mempengaruhi jiwa dan raga mereka sehingga berita tentang Kristus harus penuh dan jelas diberitakan kepada semua orang. Termasuk mereka yang ada di sidang Mahkamah agama. Dan jelas seali bahwa dibawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita diselamatkan dan itu artinya bahwa di luar nama itu semua orang pasti binasa (KPR 4:12). Sayangnya tukang bangunan, yaitu mengacu kepada para ahli Taurat, orang Farisi dan tua-tua yang harusnya membangun fondasi pengajaran dan kehidupan mereka di dalam Kristus, ternyata mereka lebih memilih untuk menolak dan mengabaikan-Nya, padahal Dialah dasar dari segala bangunan bait Allah dan kehidupan manusia (KPR 4:11). Saya merasa ini adalah suatu kalimat yang sangat serius dan penting sekali, karena pijakan mereka telah salah, itu sebab mereka tidak pernah mengerti pekerjaan Allah, termasuk ketika Allah menyembuhkan seorang lumpuh di Gerbang Indah Bait Allah. Bagi Allah tentu menyembuhkan seseorang itu merupakan suatu persoalan yang sangat kecil adanya, namun yang menarik bahwa dibalik kesembuhan itu ada nama yang sangat tegas dan jelas diberitakan yaitu nama Yesus. Dengan kuasa nama itulah orang lumpuh itu disembuhkan.

Yang kedua bahwa, Petrus dan Yohanes dikenal sebagai pengikut Yesus. Kalimat ini sangat penting dan indah sekali. Mereka tidak dikenal sebagai pengusaha, sebagai penyembuh dan sebagai pengkhotbah yang terkenal namun dikenal sebagai pengikut Kristus. Mengapa demikian karena memang mereka menghidupkan ajaran Kristus di dalam diri mereka dan memberitakan tentang Kristus melalui pengajaran mereka. Mereka tidak pernah takut untuk memberitakan inti dari Injil, yaitu berbicara tentang kematian, kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus serta kedatangan-Nya yang kedua. Semangat menjadi pemberita tentang Kristus tidak padam meskipun begitu kuat arus yang menantang dan melarang mereka untuk memberitakan tentang nama itu. Namun mereka menolak untuk mendengarkan perintah dan larangan untuk memberitakan nama Yesus (KPR 4:18). Bahkan kata-kata mereka sungguh agung sekali bahwa, “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar dihadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan telah kami dengar” (KPR 4:19-20). Mereka telah melihat ini sekaligus menyatakan bahwa mereka saksi mata dan memahami peristiwa itu dengan baik dan benar. Itu sebab mana mungkin mereka bisa mengingkari dan menghianati kebenaran yang mereka mengerti dan ketahui secara benar itu. Itu sebab hari mereka sangat terbakar dan tidak pernah merasa takut dan terganggu dengan berbagai ancaman dan sesahan yang harus dialami. Adalah terpuji bagi mereka untuk berdiri dan memberitakan kebenaran daripada diam dan ketakutan lalu mati dalam penyesalahan tanpa melakukan hal apa pun. Orang-orang sedemikian, yang begitu sungguh-sungguh memberitakan Injil dan kebenaran-Nya kini jarang sekali ada. Sebab begitu banyak orang Kristen dan para hamba Tuhan yang sangat peduli dengan kehebatan diri dan kemuliaan diri. Itu pelayanan kita menjadi kering dan tak menghasilkan hal apa pun, kecuali program gereja tahun ke tahun saja. Kini kita sedikit sekali berbicara tentang Injil, dan bahkan lagu-lagu tentang penginjilan dan jiwa-jiwa sudah tidak banyak lagi dinyanyikan di dalam gereja. Yang banyak dinyanyikan adalah tentang lagu-lagu yang menyatakan emosi kita dan memuji Tuhan. Padahal jantung kehidupan KeKristenan terletak di dalam pemberitaan Injil. Kiranya kita dikenal sebagai pengikut Kristus yang sungguh-sungguh memahami arti Kristen yang sesungguhnya dan betul-betul mencintai Yesus di dalam hidup kita. Bukan hanya menjadi pengikut yang hanya suka kritik sana dan kritik sini apalagi yang hanya cuma keluar masuk gereja namun sungguh menghidupi dan dikenal oleh orang bahwa kita pengikut Kristus sejati. Pdt. Nikodemus Rindin

Lihat juga

Komentar


Group

Top