Sapaan Gembala

Berhenti Sejenak

Penulis : GI Juki | Tue, 17 July 2018 - 12:00 | Dilihat : 136
Tags : Berhenti Sejenak

Saya perhatikan orang yang hidup di desa cendrung lebih banyak waktu dan orang hidup dikota seakan punya waktu yang kurang karena aktivitas begitu tinggi di kota, kalau kita ngomongin dulu. Namun, sekarang saya perhatikan sama saja orang tinggal di desa juga mengikutin gaya orang kota beraktivitas tinggi setiap hari. Ditempat dimana saya melayani, Saya perhatikan orang-orang seakan susah membedakan mana siang mana malam, kalau siang sudah seharusnya waktu untuk bekerja namun malaupun digunakan untuk bekerja. Asik juga si melihat zaman sekarang orang di desa rajin-rajin dan juga tidak punya waktu untuk beristirahat bahkan orang-orang yang mengaku beragama yang ibadahnya hari minggu tidak kelihatan digereja karena hari minggu pun digunakan untuk mencari uang demi kepentingan sediri. Berhenti beraktivitas seakan membuat mereka rugi tujuh turunan sehingga tidak punya waktu lagi untuk sang pencipta mereka berdoapun menjadi pergumulan yang luar biasa jangankan mengucap syukur kepada Tuhan melirik kelangitpun tidak punya waktu. “time is money” moto yang cocok bagi orang-orang seperti itu.

Waktu saya dipindahkan kerja juga terjebak dengan masalah tersebut, sampai-sampai suatu ketika saya ditegur sama istri karena urusan sekolah waktu itu begitu rumit sehingga saya harus bolak-balik setiap hari siang pergi malam baru tiba dirumah karena kejar target sehingga istri bilang ke saya “kalau bisa tidak usah pulung kerumah saja, tidur diluar saja sampai urusan selesai” karena istri saya marah lihat saya tidak pernah istirahat dari situ berpikir berpikir harus bisa membagi waktu dengan baik. Pekerjaan seakan menjebak kita sehingga tidak punya waktu untuk bersekutu dengan Tuhan.

Bukan hanya orang-orang yang didesa, dikota bahkan profesi sebagai pembela negara, guru dan yang lainnya seorang laskar Kristuspun kadang-kadang terjebak. Bahkan Tuhan mau bicara pun seakan kita tidak punya waktu untuk mendengar, kita sibuk melayani seperti Marta saudara Maria dan Lazarus yang dibangkitkan Yesus, Marta sibuk dengan hal jasmani.

Kalau kita membuka dan membaca kitab Keluaran pasal yang ke-3 ayat 1 bilang begini: “ Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya..., Kalau kita perhatikan baik-baik kata Biasa artinya Musa sudah bertahun-tahun, berbulan-bulan, hari demi hari bahkan waktu kewaktu melewati semak duri bahkan sudah biasa Musa melihat semak duri terbakar, karena sudah berpuluh-puluh tahun melihat semak terbakar, semak terbakar bagi Musa bukan hal yang aneh karena memang semak duri yang ada dipadang tersebut tumbuh sampai mencapai 4 meter setelah itu biasanya mati karena air yang kurang sehingga angin yang kencang membuat gesekan sehingga menimbulkan percikan api setelah itu terbakar. Jadi melihat semak duri terbakar bagi Musa sudah biasa namun pada waktu itu Musa berhenti sejenak ia melihat ada hal yang aneh semak berapi tetapi tidak terbakar sehingga ia mendekatinya singkat cerita Tuhan berbicara dengan Musa melalui semak duri. Bayangkan kalau Musa tidak berhenti sejenak.

Saudara seiman, ini kisah Alkitab berpuluh-puluh tahun Musa mengembalakan domba sibuk dengan pekerjaannya sehingga tidak memiliki ruang untuk mendengarkan suara Tuhan. Mari kita berhenti sejenak saja untuk mendengarkan suara Tuhan, Tuhan mau hidup kita ngapain dan mau bawa kita kemana jangan sampai kita terjebak dengan pekerjaan atau pelayanan ikuti maunya Tuhan bukan maunya kita jangan sampai waktu kita sudah tidak berdaya lagi baru membuka ruang untuk mendengarkan suara Tuhan seperti bapa kita Musa kira-kira umur 80 tahun baru berhenti sejenak memperhatikan suara Tuhan dan baru tahu Tuhan maunya apa dengan hidupnya. Berhentilah sejenak !..... dengarkan suara Tuhan, ikuti apa yang Dia inginkan untuk hidup kita. Tuhan Yesus memberkati. Oleh GI. Juki

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top