Sapaan Gembala

Budak Yesus Kristus

Penulis : GI Juki | Sat, 28 July 2018 - 11:31 | Dilihat : 216
Tags : Budak Kristus Yesus

Kalau kita membaca kitab Roma pasal 1 ayat 1, kita akan menemukan Paulus orang yang kita kenal begitu besar dan terkenal, dia hanya menyebut dirinya dalam bahasa Yunani DOULOS yaitu hamba kalau diterjemahkan dengan benar adalah budak. Sekarang kita katakan Paulus yang begitu besar dia katakan dia hanya seorang budak. Buat orang Romawi tidak ada masalah ketika bilang budak mereka mengerti apa yang dimaksudkan dengan budak. ! kita tidak ada yang budak disini (digereja kita) semua punya hak. Tidak ada yang mau jadi budak karena kedudukan yang sangat rendah sekali. Tetapi Paulus yang begitu luar biasa mengatakan AKU INI CUMA BUDAK ! budak Kristus Yesus. Budak dalam pengertian baik Yunani, baik Ibrani, baik Yahudi sama tidak ada hak sama sekali, yang ada hanyalah kewajiban, yang mereka pikirkan hanyalah kewajiban. Sebagai seorang budak rasul paulus menekankan sekali betapa pentingnya memposisikan diri.... buat seorang budak tidak ada cara lain kecuali mengikuti, menjalankan, melakukan apa yang diperintahkan tuannya. Syukur tuannya Yesus Kristus, tetepi kontek orang-orang yang ada di Roma mereka mengerti budak tidak punya hak apa-apa kecuali melakukan apa yang diperintahkan tuannya. Saya katakan belum cukup, saya coba balik ke kitab Nehemia. Nehemia adalah seorang budak, jadi budak raja Artesesis/ahasiweros. Artesesis terkenal sebagai raja yang sangat kejam sekali. Suatu ketika dia bilang dia mau menunjukkan kecantikan istrinya kepada teman-temannya yang sedang mabuk. Pesta pora mabuk dia bilang panggil ratuku mau ditunjukkan kepada teman-temannya yang sama gilanya sama dia. Dalam Alkitab memang tidak dijelaskan yang dimaksud mempertunjukan istrinya kepada teman-temannya seperti apa. Tapi tujuannya menpertunjukkan istrinya dengan cara yang sangat tidak sopan, sang ratu diminta untuk membuka semua bajunya didepan teman-temannya. Istrinya tidak mau menuruti perintahnya akhirnya digantilah dengan Ester.

Tetapi dalam kasus Nehemia berbeda ketika nehemia mendapat berita mengenai kota Yerusalem; dia bedoa, berpuasa, dan ketika masuk pasal yang kedua dia sedang melayani raja dengan muka yang cemberut, karena kelihatan mukanya berduka dan Nehemia tahu pasti ketika melayani raja, “ kalau pasang muka cemberut dan kalau raja tidak suka kamu maka hukumannya mati. Persoalannya bukan sekedar melayani raja,! Namun melakukan apa yang diperintahkan raja tetapi pastikan raja suka apa yang kita lakukan.

Bagaimana dengan kita?..... seberapa tahunya kita perintah-perintah Tuhan untuk kita lakukan, bagaimana kita tahu kalau kita tidak pernah pelajari Alkitab, bagaimana kita tahu apa yang harus kita lakukan kalau kita tidak mengerti perintah-Nya. Dan jika kita melakukan perintah-Nya pastikan Tuhan senang dengan apa yang kita lakukan, contoh kita disini melayani sebagai penyambut tamu, sebagai penyambut tamu kita harus patikan kita sedang menyenangkan hati Tuhan , sebagai pengkotbah kita pastikan menyenangkan hati Tuhan dan ketika kita pergi ke gereja pastikan kita menyenangkan hati Tuhan , ketika datang disini, sungguhkah kita mempersiapkan diri menyenangkan hati Tuhan. sebagai seorang budak tidak cukup hanya sekedar, sekedar, sekedar dan sekedar saja harus selalu siap kapan saja diperintahkan tuannya. Atau kita ngomong dengan Tuhan; Tuhan! saya lagi tidak mau baca Alkitab, berdoa dan sebagainya dan sebagainya. Sikap Paulus yang ditunjukan kepada jemaat di Roma yaitu selalu siap menjadi “budak Kristus Yesus” demikian juga harusnya kita kemanapun kita pergi atau siapapun kita,kita harus siap menyenangkan hati Tuhan karena kita tidak lebih dari seorang H A M B A. Hamba Yesus Kristus. GI. Juki

Lihat juga

Komentar


Group

Top