Mengenal Alkitab

Efesus 5:28-30

Penulis : Pdt Netsen | Fri, 23 November 2018 - 18:39 | Dilihat : 94
Tags : Efesus Efesus 52830 Netsen

Value Kasih Suami Kepada Isteri

28 Demikian juga suami harus mengasihi isterinya sama seperti tubuhnya sendiri: Siapa yang mengasihi isterinya mengasihi dirinya sendiri. 29 Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat,

30 karena kita adalah anggota tubuh-Nya. (Ef. 5:28-30)

Siapakah seorang isteri bagi seorang suami? Jikalau pertanyaan ini dijadikan quisioner bagi para suami, maka akan banyak jawaban. Akan banyak jawaban yang sama, tetapi juga ada banyak jawaban yang berbeda. Hal ini bisa saja dibangun berdasarkan pada apa itu pernikahan dan mengapa orang menikah? Misalnya melihat makna pernikahan dan membangun pernikahan berdasarkan pada budaya, status sosial, pemuasan hawa nafsu, kebutuhan ekonomi, kondisi disekitar (trend), pelarian, keterpaksaan dll. Makna dan alasan-alasan pernikahan tersebut dapat memunculkan pandangan yang beragam bagi suami melihat, menempatkan dan berkata siapa isteri bagi dirinya.

Siapa seorang isteri bagi seorang suami? Hal ini akan mempengaruhi bagaimana relasi suami terhadap isteri, bagaimana suami menempatkan isteri, bagaimana suami memperlakukan isteri dan bagaimana suami mengasihi isterinya.

Siapah seorang isteri bagi seorang suami? Mungkin secara universal orang memiliki banyak jawaban. Tetapi bagaimana Alkitab melihat hal tersebut? Alkitab mencatat bahwa ketika Tuhan ingin menjadikan Hawa bagi Adam, Tuhan berkata, Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia (Kej. 2:18). Siapakah penolong itu? Siapakah seorang isteri bagi seorang suami? Meski pertanyaan ini tampak sederhana namun perlu direnungkan secara mendalam oleh seorang suami.

Bila melihat pada apa yang Alkitab katakan pada saat Tuhan menciptakan manusia pertama (Adam dan Hawa), saat dimana pertama kali Tuhan membentuk suatu lembaga yaitu rumah tangga Adam dan Hawa. Tuhan membuat Adam tidur nyenyak dan mengambil salah satu rusuk darinya lalu Tuhan membentuk seorang perempuan. Disebut perempuan karena dia diambil dari laki-laki. Ketika Tuhan membawa perempuan tersebut kepada Adam, maka Adam berkata; “inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” (Kej. 2:21-23). “Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku” merupakan perkataan pertama yang keluar dari mulut Adam yang adalah suami terhadap Hawa yang adalah seorang isterinya. Pernyataan ini diucapkan oleh Adam saat ia masih dalam gambar dan rupa Allah yang sempurna yang belum jatuh kedalam dosa. Di dalam ucapan Adam terhadap Hawa terkandung makna bahwa isteri adalah bagian hidup yang paling penting dari suami. Isteri adalah belahan jiwa dari sang suami.

Keberdosaan Adam dan Hawa telah membuat Adam tidak lagi mampu berkata kepada Hawa isterinya, inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Keberdosaan membawa Adam berkata dan melihat Hawa isterinya tidak lebih dari sekedar perempuan biasa yang tidak berarti dan bagian dari hidupnya melainkan perempuan yang telah menjadi perusak bagi hidupnya, “Perempuan yang Kau tempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka ku makan.” (Kej. 3:12)

Apa yang disampaikan oleh Paulus dalam konteks kehidupan suami isteri tentang kasih, Paulus membawa orang percaya khusus suami isteri pada apa yang dikatakan oleh Adam sebelum ia jatuh dalah dosa, untuk suami melihat isteri, siapakah isteri bagi diri suami.

Siapa seorang isteri bagi seorang suami akan mempengaruhi bagaimana value kasih suami kepada isterinya. Apa yang Paulus tegaskan tentang value kasih suami kepada isteri yang sesungguhnya. Bagaimanakah suami mengasihi isterinya? Pertama, kasih suami kepada isteri sama seperti kasih kasih suami pada dirinya sendiri. Bagaimanakah orang yang mengasihi dirinya? Apakah yang mereka lakukan pada dirinya? Orang yang mengasihi tubuhnya akan mengasuhnya, akan merawatnya, menjaga dan memeliharanya sedemikian rupa. Mengapa? Karena dia menganggap tubuhnya begitu berharga bahkan tak ternilai harganya, sehingga ia tidak rela tubuhnya disakiti, dirusak dan bahkan dinodai. Sementara orang yang membenci tubuhnya tidak akan mengasuh, merawat, menjaga dan memeliharanya. Dia memandang hina dan rendahnya nilai hidupnya. Dia tidak melihat dan menemukan nilai yang mahal dan berharga dalam dirinya, sehingga dia akan memperlakukan hidupnya sesuka hatinya. Ketika hidupnya rusak sekalipun dia tidak akan menghiraukannya. Tetapi tidak demikian dengan orang yang mengasihi tubuhnya, dia akan merawat, mengasuh menjaga dan memelihara dengan sedemikan rupa. Karena dia tidak rela tubuh yang berharga dan bernilai diperlakukan dengan sia-sia. Demikianlah value kasih suami terhadap isteri, yaitu kasih yang mengasuh, menjaga dan memelihara. Kasih yang memperlakukan dan menempatkan isteri sebagai pribadi yang adalah bagian hidup dari diri suami. Value kasih suami kepada isteri adalah kasih yang tidak semena-mena atau sesuka hati terhadap isteri dengan menindas, melakukan kekerasan/penganiayaan dan menghianati, melainkan kasih yang melindungi, memberi kehidupan dalam kesetiaan yang tinggi.

Kedua, kasih suami kepada isteri harus sama seperti kasih Kristus kepada jemaat. Bagaimana kasih Kristus kepada jemaat? Kasih Kristus kepada jemaat adalah kasih yang membimbing dan memberi hidup. Dimana Kristus adalah kepala atas jemaat demikian suami yang adalah kepala atas isteri. Kasih Kristus kepada jemaat merupakan kasih yang memberikan diri yang suci, yang kudus yang tak bercela untuk membuat jemaat kudus, tak bercela, yang menempatkan jemaat cemerlang, bercahaya dan tak bercela dihadapan diri-Nya. Demikian value kasih suami kepada isteri yang adalah belahan jiwanya, yaitu kasih yang berkorban, memberi diri bagi sang isteri sehingga mampu menempatkan isteri sebagai pribadi yang berharga melampaui permata fana yang termahal dalam dunia. Dengan demikian value kasih suami kepada isteri adalah kasih yang tidak ternilai harganya, karena telah dilandaskan pada kasih Kristus yang telah dianugerahkannya pada sang suami. Karena itu untuk mengasihi isteri dengan kasih yang tak terukur besarnya maka suami harus terlebih dahulu hidup dalam kasih Kristus yang teragung. Kasih Kristus adalah dasar yang sangat penting bagi seorang suami dalam mengasihi isterinya.

Kiranya Tuhan menolong kita, sebagai orang percaya yang juga adalah sebagai seorang suami kiranya kita hidup dalam cinta kasih pada Kristus sehingga dapat mengasihi isteri dengan kasih yang dari Kristus. Selamat menjalani hidup dalam keluarga yang telah dilimpahi cinta kasih dari Kristus. Amin

Lihat juga

Komentar


Group

Top