Sapaan Gembala

Istana Tanpa Sang Natal

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Fri, 30 November 2018 - 11:23 | Dilihat : 134
Tags : Istana Nikodemus Rindin Sang Natal

Saya seringkali bertanya-tanya kenapa istana menolak Sang Natal padahal mereka mempunyai segala daya dan upaya untuk mengalami perjumpaan dengan-Nya serta mempunyai fasilitas elit yang luar biasa untuk megalami bahagia besar itu. Mereka bukan orang bodoh yang tak mampu untuk memikirkan apa yang seharusnya dikerjakan. Namun apa daya, hati mereka beku dan pikiran mereka buta sehingga tak mampu memahami realita yang sesungguhnya. Istana memang tempat elit, jabatan seorang Herodes memang jabatan yang sangat tinggi dan dihormati. Posisinya strategis dan data pun tak pernah tipis, ia bisa memanggil ahli-ahli kitab; imam-imam kepala dan ahli-ahli taurat itu untuk menjelaskan apa sesungguhnya yang terjadi lalu meminta keterangan dari mereka (Matius 2:4).

Istana ingin tahu apa yang terjadi tetapi tidak mau tahu siapa Dia yang sesungguhnya. Berita Sang Natal lahir memang didengar oleh Istana tetapi Herodes tetap menolak untuk berjumpa dengan-Nya. Tetapi orang Manjus perlu menempuh jarak jauh, mereka memiliki fasilitas tidak sehebat pihak istana, data yang mereka miliki tentang-Nya sangat minim, namun yang minim itu pun bisa menjadi sarana dan alat untuk mengalami sukacita Natal itu. Terkadang memang sukacita natal sangat jauh dari istana. Kadang penuh fasilitas, hidup nikmat, acara yang wah dan meriah tidak selalu mendatangkan sukacita dan membawa orang mengalami Sang Natal hidup dalam dirinya. Biasa saja mereka justru kering dan jauh dari sukacita natal itu. Sehingga tidak heran bila ada seorang kawan bertanya, “Kenapa ya, kok kita merayakan Natal selalu kering dan tidak greget lagi?” Dan setahu saya setiap kali natal dia memberikan sumbangan yang luar biasa. Dia selalu hadir dalam perayaan natal yang megah dan meriah. Kenapa hati bisa kering dan tidak merasakan hidupnya natal mengalirkan aliran hidup dalam hatinya?

Natal yang salah bisa membuat orang kering dan tidak greget lagi. Itulah natal istana. Herodes merayakan natal di istana dengan sibuk mencari data tentang Kristus tetapi tidak sibuk untuk berpikir berjumpa dengan-Nya. Sebaliknya, orang Majus sibuk merayakan natal dengan perjuangan dan kesungguhan serta kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya lalu melihat Dia secara pribadi. Kalau kita merayakan natal hanya sibuk mencari kepuasan diri maka cepat atau lambat kita pasti kering. Kalau kita hanya ribut dengan urusan pengan ini dan pengen itu itu pun akan menghasilkan kekeringan. Kalau kita hanya puas dengan penyampain dan petunjuk ahli kitab maka itu pun cepat atau lambat akan membawa kekeringan. Tetapi kita harus keluar dari istana kita dan pergi menjumpai Dia dengan segala upaya dan segala kekuatan, akal dan pikiran kita supaya kebahagiaan hidup betul kita rasakan. Jangan puas dengan tembok, dinding, fasilitas dan kehebatan istana tetapi carilah kepuasan yang menuntun kepada kehidupan yang sesungguhnya.

Yang berbahagia bukan mereka yang berada di istana tetapi yang sungguh berbahagia adalah mereka yang berada di kandang domba, para majus dan para gembala. Yang berbahagia adalah mereka yang membukakan pintu rumahnya untuk dipakai-Nya sebagai alat kemuliaan Tuhan. Kandang domba memang hina bagi manusia tetapi yang lebih hina adalah istana yang penuh dengan manusia cerdas, tahu apa dan punya jabatan tinggi tetapi memilih untuk menolak Sang Pencipta. Kandang domba meski bekas hewan dan mungkin bau kotoran tetapi lebih mengerikan istana yang penuh wang-wangian namun tak ada aroma surga hadir di sana. Terkadang dunia merasa sudah memilih tempat yang tepat, posisi yang nikmat dan harkat martabat diri tetapi Tuhan memilih tempat yang hina dan rendah untuk membuktikan bahwa kemuliaan bukan berbicara tentang tempat dan jabatan serta kemuliaan diri tetapi berbicara tentang kehidupan yang agung dan kemuliaan itu selalu hadir mendatangkan kehidupan dan warna yang berbeda bagi setiap insan sehingga tahulah kita bahwa God is everything dan I’am nothing.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top