Sapaan Gembala

Ceritakanlah Kemuliaannya

Penulis : Pdt Julius Mokolomban | Tue, 26 February 2019 - 10:52 | Dilihat : 126
Tags : Julius Mokolomban Kemuliaan Mazmur 963

Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan yang ajaib di antara segala suku bangsa (Mazmur 96:3)

Pemazmur dalam pengakuannya, mengatakan kekagumannya akan Tuhan yang menjadi Raja bagi manusia. Ia mengajak umat untuk mengakui Tuhan sebagai Raja, “Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya,…Ceritakanlah kemuliaanNya…Sujudlah menyembah kepada Tuhan,…Biarlah langit bersukacita dan bumi bersorak-sorak,…” Ungkapan isi hati terdalam Pemazmur, untuk selalu menceritakan kemuliaan Tuhan, mengajak seluruh manusia untuk memuliakanNya. Pengenalannya akan Tuhan secara benar, membuat Pemazmur tidak berhenti untuk bernyanyi nyanyian baru bagi Allah. Bagaimana dengan kita, adakah hati Pemazmur yang hidup di jaman kita sekarang ini?

Hidup di jaman modern ini, semakin sulit menemukan hati yang sungguh-sungguh mau menceritakan kemuliaan Tuhan. Cenderung hati manusia, hanya ingin tampil dan menceritakan kemuliaan diri dan tidak lagi berjuang untuk menyaksikan perbuatan-perbuatan Allah yang luar biasa. Manusia diselimuti dengan keangkuhan, dipagari oleh kemunafikan, tidak dengan serius menghormati Tuhan dalam hidup. Sungguh menyedihkan, ternyata hal demikianpun sudah menjadi virus atau penyakit yang menular dalam kehidupan orang Kristen.

Menceritakan kemuliaanNya, adalah tugas orang Kristen, tidak peduli apa status dan jabatanmu. Seorang dokter yang dilahirkan ditengah-tengah keluarga Kristen, dalam sebuah pertemuan menga takan “banyak orang yang telah saya layani, tetapi saya merasa belum maksimal tanpa menceritakan Injil kebenaran.” Maka saat ini, dengan semangat yang baru, dengan komitmen yang tinggi, ia melayani banyak pasien di salah satu rumah sakit di Indonesia, tanpa berhenti menyaksikan kebenaran Tuhan.

Menyadari akan panggilan Tuhan bagi setiap kita orang percaya, membuat kita harus bertindak seperti Pemazmur. MengagumiNya dalam kehidupan, menghormatiNya dalam keseharian. Sikap kagum dan hormat kepada Allah menjadi bentuk ciri kehidupan setiap kita. Bukan sekedar kata-kata indah yang terdengar ditelinga banyak orang, tetapi perbuatan nyata dikehidupan baru. Jangan lagi kita hanya berdiam diri dalam kenyaman sementara, tetapi biarlah hati yang mengasihiNya terus berkobar untuk memberitakan kebenaran, serta menjadi berkat bagi banyak orang.

Sungguh betapa bahagianya hidup ini ketika kita terpanggil untuk menjadi terang di tengah kegelapan. Marilah kita berjuang bersama, menjadi pribadi-pribadi yang hebat dalam bersaksi (kata dan perbuatan), mari kita bergandeng tangan untuk hidup dalam kebenaran dan mari kita bersatu hati untuk menjadi berkat Tuhan, karena kita dipanggil untuk percaya kepadaNya, dipanggil untuk menceritakan kemuliaanNya dan dipanggil untuk melayaniNya dengan sungguh. Tuhan memberkati!

Lihat juga

Komentar


Group

Top