Sapaan Gembala

Bebas Dari Bermental Budak

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Tue, 12 March 2019 - 11:00 | Dilihat : 121
Tags : Bebas Bermental Budak Nikodemus Rindin

Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini. Keluaran 14:12

Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir. Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; dan berkata kepada mereka: "Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." Keluaran 16:1-3

Pdt. Stephen Tong berkata bahwa, “Orang bermental budak, rela hidupnya diperbudak demi sedikit makanan. Tetapi orang yang bermental bebas, rela bebas dari ikatan materi demi kehidupan sebebas-bebasnya bagi Sang pencipta.” Jalan hidup mudah dan mental lemah selalu saja mendominasi dalam hidup manusia. Zona nyaman selalu membuat seseorang merasa resah dan marah bila bersentuhan dengan zona tidak “aman.” Dia lebih suka bila Tuhan membawanya ke air tenang dan padang rumput hijau. Dan akan marah bila Tuhan membawanya ke lemah kekelaman karena di jalan itu, ia rasa Tuhan tidak membawanya ke jalan yang dia minta.

Adalah berkat bagi kita, bila Tuhan membawa kita ke jalan promosi dan naik bahkan jalan puncak dan di sana tanpa tantangan, kesulitan dan air mata. Kita mau waktu kita berjalan naik, maka di sana Tuhan sudah menyediakan makanan yang kita butuhkan, perjalanan yang tidak melelahkan (tanpa masalah, tanpa kurang uang dan tidak ada tangis air mata), di sana kita berharap tangan Tuhan selalu nyata dan menjaga umat-Nya. Bagi mereka lebih baik mati di depannya kuali, lalu di sana ada daging dan roti untuk dinikmati daripada mati di padang gurun karena mengikuti pimpinan dan kehendak Tuhan. Orang seringkali lebih rela mati karena hasrat-Nya terpuaskan ketimbang mati untuk memuaskan hasrat Tuhan. Rela mati demi mencari uang dan materi, ketimbang mati demi melayani dan memberitakan Firman Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan. Mengikuti kehendak diri adalah sifat dasar dari manusia yang telah jatuh dalam dosa. Padahal kalau manusia mengerti dan memahami jalan-jalan Tuhan maka mereka akan megerjakan dan mentaati ketetapan dan kehendak Tuhan secara taat dan penuh sukacita. Karena jalan itulah yang membuat mereka akan keluar dari perbudakan. Perbudakan Mesir tentu merupakan perbudakan dosa yang sungguh menyenangkan tetapi tanpa sadar mereka telah terikat dan kehilangan kebebasan untuk menikmati anugerah Tuhan yang lebih besar daripada apa yang bisa Mesir sediakan. Kenikmatan Mesir dalah kenikmatan palsu yang mematikan. Tetapi kenikmatan dari Tuhan perlu perjalanan perjuangan, kesungguhan dan air mata. Untuk keluar dari kenikmatan palsu itu seseorang harus berani memutuskan dan mengikuti pimpinan. Lalu sadar bahwa pimpinan Tuhan itu tidak akan pernah salah, sehingga kita tidak perlu curiga dan mempersalahkan Dia atas semua jalan-jalan-Nya. Karena itu, ikutilah Dia maka engkau akan bebas dari ikatan perbudakan dan segera menemukan jalan hidup merdeka yang sesungguhnya.

Lihat juga

Komentar


Group

Top