Tokoh

Henri Jozef Machiel Nouwen

Penulis : Pdt Nikodemus rindin | Thu, 25 April 2019 - 15:23 | Dilihat : 31
Tags : Henri Hosef Machiel Nouwen Nikodemus Rindin

Henri Jozef Machiel Nouwen lahir, 24 Januari 1932 dan meninggal, 21 September 1996. Ia seorang pendeta, profesor, penulis, dan teolog Katolik Belanda yang sangat dikagumi, dihormati dan diminati. Ia menaruh minat yang sangat kuat pada psikologi, pelayanan pastoral, spiritualitas, keadilan sosial dan komunitas. Sepanjang hidupnya, Nouwen dipengaruhi oleh karya Anton Boisen, Thomas Merton, Rembrandt, Vincent van Gogh, dan Jean Vanier. Nouwen ditahbiskan sebagai imam Katolik untuk Keuskupan Agung Utrecht pada 21 Juli 1957, oleh Bernardus Alfrink di Katedral St. Catherine di Utrecht.

Ia pernah bertengger dipuncak pelayanan yang bergengsi, bekerja di Yale Divinity School, dan Harvard Divinity School seorang profesor teologi pastoral di mana ia mulai membangun pembaca yang luas tentang karyanya sebagai kontributor berbagai publikasi termasuk National Catholic Reporter dan sebagai penulis beberapa buku berdasarkan pengalaman pribadi. Setelah meninggalkan Yale pada tahun 1981, Nouwen melakukan perjalanan enam bulan ke Amerika Selatan mengunjungi Bolivia dan Peru.. Dari tahun 1966 hingga 1968 ia menjadi profesor tamu di Universitas Notre Dame. Kemudian di tahun 1968 hingga 1970 ia bekerja di Amsterdam Joint Pastoral Institute dan mengajar psikologi dan spiritualitas di Universitas Teologi Katolik Utrecht. Sekembalinya ke Amerika Serikat pada tahun 1983, Nouwen diangkat di Harvard Divinity School sebagai Profesor Divinity dan Horace De Y. Lentz Dosen. Penunjukan setengah waktu itu memungkinkan Nouwen membagi waktunya antara mengajar di Divinity School dan bekerja dengan pusat teologis di Amerika Latin. Nouwen mengajar di sekolah sampai pengunduran dirinya pada tahun 1985.

Namun karena suatu pemahaman yang menggelisahkan dari perenungannya tentang kasih Kristus yang berani mengambil jalan “Downward Mobility” berani turun dari singasana kemuliaan surga hanya untuk menebus dan melayani orang berdosa maka ia pun mengambil keputusan untuk turun dari puncak kemuliaan Harvard, Notre Dame dan Yale University demi melayani individu yang cacat secara mental di komunitas L'Arche Daybreak di Richmond Hill, Ontario. Seperti yang dijelaskan oleh Robert A. Jonas: "Henri selalu bertanya-tanya seperti apa komunitas yang berpusat pada Ekaristi atau Perjamuan Tuhan, dan sekarang ia telah menemukannya di L'Arche." L’Arche adalah tampaknya memang seperti komunitas orang-orang yang “lemah, tak berdaya dan memerlukan kasih sayang” dan itulah keberadaan kita yang berdosa sesungguhnya di hadapan Tuhan yang suci itu.

Nouwen meninggal di Belanda pada 21 September 1996, karena serangan jantung mendadak. Sebelum kematiannya, banyak karya yang indah, yang ia wariskan dan menjadi berkat; 39 buku dan s ratusan artikel. Buku-bukunya telah terjual lebih dari 7 juta kopi di seluruh dunia dan telah diterbitkan dalam lebih dari 30 bahasa. Buku-bukunya termasuk The Walered Healer, In the Name of Jesus, Clowning in Rome, The Life of the Kekasih dan The Way of the Heart, bersama dengan apa yang dikenal sebagai salah satu buku paling populer, The Return of the Prodigal Son.

Berikut beberapa kutipan pemahaman dan perenungan pribadi Nouwen:

“ Saya ingin tahu bagaimana kita dapat mengintegrasikan kehidupan Kristus dalam keprihatinan kita sehari-hari. Saya selalu berusaha mengartikulasikan apa yang sedang saya hadapi. Saya pikir jika itu sangat dalam, itu mungkin juga sesuatu yang orang lain perjuangkan. Itu didasarkan pada gagasan bahwa apa yang paling pribadi mungkin lebih universal.”

“Berdoa, yaitu mendengarkan suara Dia yang menyebut kita "yang dicintai", adalah belajar bahwa suara itu tidak termasuk siapa pun. Di mana saya tinggal, Tuhan tinggal bersama saya dan saya menemukan semua saudara dan saudari saya. Dan keintiman dengan Tuhan dan solidaritas dengan semua orang adalah dua aspek dari tinggal di saat ini yang tidak pernah dapat dipisahkan.”

Nouwen sering menjadi pembicara publik. Selain tanggung jawab mengajarnya, ia melakukan perjalanan retret dan khotbah secara luas. Dengan aksen yang berbeda dan gaya berbicara yang bersemangat. Tidak jarang bagi Nouwen untuk dengan antusias melompat-lompat atau melambaikan tangan dan tangannya selama acara berbicara dan kuliah di kelas.
Nouwen hadir memberikan suatu pemaham dan pengajran yang menarik banyak hadirin, termasuk Anglikan dan evangelis karena kerohaniannya yang berpusat pada Yesus.

Lihat juga

Komentar


Group

Top