Sapaan Gembala

Pengharapan Dalam Kebangkitan Yesus Kristus

Penulis : Pdt Netsen | Fri, 3 May 2019 - 23:12 | Dilihat : 170
Tags : Bangkit Kristus Netsen Pengharapan Yesus

Yesus Kristus adalah pusat kehidupan orang percaya. Peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya, merupakan titik tolak yang mengubah sejarah manusia. Kematian Kristus memberikan sukacita dalam pengampunan. Kebangkitan Kristus memberikan sukacita dalam pengharapan. Kedatangan Kristus kedua kalinya memberikan sukacita dalam kemuliaan.

Peristiwa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merupakan dua peristiwa yang sulit dilepaskan satu dengan yang lain. Tanpa kematian, tidak ada kebangkitan; tanpa kebangkitan, kematian menghancurkan harapan. Kuasa apakah yang bekerja di dalam kedua peristiwa ini? Kuasa ini bersumber dari Tuhan Yesus sendiri. Rasul Yohanes mencatat apa yang Yesus katakan; “Tidak seorang pun mengambilnya dari pada-Ku, melainkan Aku memberikannya menurut kehendak-Ku sendiri. Aku berkuasa memberikannya dan berkuasa mengambilnya kembali. Inilah tugas yang Kuterima dari Bapa-Ku”(Yoh. 10:18). Kuasa yang bekerja membawa kebangkitan juga merupakan kuasa yang membawa kematian pada diri Yesus Kristus. Sekalipun demikian, peristiwa kebangkitan merupakan karya Allah Tritunggal secara bersama-sama (Ef. 1:20, Kis. 5:30, 1 Pet. 3:18, Rm 8:11).

Peristiwa kebangkitan Yesus Kristus adalah peristiwa yang hanya sekali terjadi sebagaimana peristiwa kematian-Nya hanya sekali dikerjakan untuk penghapusan dosa (1 Pet. 3:18). Kuasa kematian dan kebangkitan Yesus Kristus merestorasi kembali relasi manusia dengan Tuhan. Dosa harus ditanggung oleh Yesus Kristus melalui kematian-Nya di kayu salib. Dosa yang membuahkan kematian kekal bagi manusia ditanggung oleh-Nya yang harus mengalami keterpisahan sementara di atas salib dengan Bapa. Sedemikian besar penyataan kasih-Nya, yang Ia kerjakan di dalam pengorbanan di atas kayu salib.

Tubuh Kristus yang dipecahkan dan darah yang dicurahkan menjadi persembahan yang berkenan kepada Bapa. Anak Domba Allah, korban yang sempurna diterima oleh Bapa. Penerimaan Yesus Kristus yang mengorbankan diri menjadi jaminan bagi orang yang percaya, yang juga akan mengalami kebangkitan yang serupa dengan kebangkitan Kristus. Bukankah Tuhan bisa memusnahkan yang telah tercemar oleh dosa? Tentu bisa. Tetapi Dia tidak melakukan hal tersebut. Tuhan memilih menebus dengan menghancurkan kuasa dosa disertai pengorbanan yang sangat besar, yaitu Yesus Kristus. Disini lah manusia berdosa menyaksikan cinta kasih yang besar dari Allah yang suci. Kasih yang suci datang kepada manusia yang berdosa. Dengan demikian kuasa penebusan melalui kematian dan kebangkitan Kristus melampaui kuasa apapun. Tidak ada satu pun yang dapat menghalangi Kuasa Kebangkitan-Nya. Kebangkitan-Nya, dinyatakan di Alkitab, merupakan kebangkitan sulung. Ini adalah buah awal yang akan disusul oleh kebangkitan-kebangkitan serupa oleh orang yang percaya kepada-Nya pada hari akhir nanti. Kebangkitan Kristus merupakan pengharapan bagi manusia berdosa yang ditelah ditebus-Nya.

Melalui kuasa kematian dan kebangkitan Yesus, dosa dengan segala kuasanya telah dikalahkan, maut telah ditelan. Kuasa Kristus yang mengalahkan dosa dan melenyapkan maut itu yang bekerja di dalam diri orang percaya untuk melawan dosa dan nafsu dagingnya. Dosa tidak lagi menjadi tuan semenjak kuasanya, yaitu kematian, dikalahkan Yesus Kristus dengan kuasa kebangkitan-Nya. Berbahagialah orang yang berbagian di dalam kuasa kematian dan kebangkitan Kristus.

Marilah kita yang sudah dibangkitan Kristus dari kematian karena dosa menjalankan makna kebangkitan itu, menjadi saksi Tuhan, menyatakan Injil kebenaran Tuhan dalam seluruh aspek kehidupan dimanapun Tuhan tempatkan. Amin

Lihat juga

Komentar


Group

Top