Taman Eden adalah tempat yang sempurna bagi manusia yang diciptakan Allah, namun disanalah manusia melawan Allah. Ciptaan yang mulia melawan Penciptanya, akibatnya, manusia menjadi terhukum, terusir karena pemberontakkannya. Kejatuhan manusia dalam dosa, menjadi jurang pemisah antara Allah dan manusia, manusia kehilangan kemuliaan Allah. Dan sejak saat itulah, manusia terombang-ambing kehidupannya, bagaikan kapal yang terbawa arus air laut, yang tidak kunjung sampai ke tujuan.
Namun kasih Allah yang besar, tidak pernah berubah bagi manusia. Sekalipun IA menghukum, kasihNYA tetap nyata bagi manusia. “Karena Allah begitu mengasihi dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekaL” (Yohanes 3:16 TB2). Wujud kasihNYA yang besar, dinyatakannyaNYA melalui fakta-fakta seputar salib.
“Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan” (Matius 20:18-19). Apa yang terjadi pada diri Yesus, adalah merupakan kehendak Allah bagiNYA, seperti yang telah dinubuatkan Nabi Yesaya: “Tetapi Tuhan berkehendak meremukkan dia dengan kesakitan”(Yesaya 53:10a) Itulah kebenaran yang sesungguhnya!
Di Taman Eden, manusia memberontak terhadap Tuhan, di Taman Getsemani, Anak Manusia bergumul dalam penderitaanNYA. “Ia sangat susah dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah (Lukas 22:44). Yesus sangat menderita, IA meminum cawan murka Allah, yang harusnya ditimpakan kepada manusia. Penghinaan dan penderitaanNYA menjadi bukti IA sangat mengasihi manusia berdosa. Kematian Kristus menjadi bukti pengorbananNYA, kebangkitanNYA menjadi jaminan kehidupan bagi yang percaya kepadaNYA.
Maka, betapa bersyukurnya kita yang dipanggil percaya kepadaNYA, Kristus telah menjadi jalan pendamaian yang sempurna. Masihkah kita tidak menghargai kasih dan pengorbanan Kristus diatas kayu salib? Masihkah kita, hidup dalam dosa? Masihkah kita mencari keuntungan diri, dengan mengabaikan perintahNYA. Jangan sampai, kegiatan rohani yang kita lakukan justru melukai hatiNYA, karena ketidakseriusan kita menghargai dan menghormatiNYA dengan sungguh.
Yesus Kristus telah menyerahkan diriNYA untuk keselamatan kita, jangan menyalibkanNYA lagi dengan prilaku salah dikehidupan. Kristus telah bangkit, IA mau, supaya setiap orang yang percaya, menyerahkan hidup kepadaNYA, menjadi alat ditanganNYA, KU UTUS KAU untuk menjadi saksi dan terangNYA dikehidupan. “Yesus mendekati mereka dan berkata, "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi. Karena itu, pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman."(Matius 28:18-20). Tuhan Memberkati