Tanggal : 22 Oktober 2017
Pengkhotbah : Pdt. Bigman Sirait
Seminar REFORMASI DUA SISI (Yeremia: Kekuatan untuk Pembaharuan)
PENGANTAR:
Pada tanggal 31 Oktober 2017 gereja protestan seluruh dunia memperingati 500 tahun reformasi. Ingatlah, bahwa tanpa sejarah, kita bukan apa-apa. Memahami sejarah akan membuat kita jadi bermakna. Motto reformasi “ECCLESIA REFORMATA SEMPER REFORMANDA” yang artinya gereja harus diperbarui terus diperbarui. Artinya: pembaharuan yang terus menerus dan tak pernah berhenti.
Gereja dipanggil keluar dari kegelapan untuk menjadi terang. Gereja tidak boleh terperangkap pada masa lalu, tetapi juga tidak boleh terjebak dalam semangat zaman ini, dan tidak boleh menguatirkan masa depan.
Reformasi bukanlah transformasi. Reformasi seharusnya menghasilkan transformasi. Reformasi adalah pembaruan yang dikerjakan Roh kudus, buahnya akan nyata. Transformasi adalah perubahan, yang kalau hanya sekedar perubahan bisa bergerak bagaikan bola liar.
Transformasi = Repair (perubahan tampilan) - biasanya hanya sbg aksesoris saja/ bersifat lahiriah. Misalnya keadaan jasmaniah seseorang berubah menjadi lebih baik. Namun demikian, ada orang yang mengaku sudah mengalami transformasi tapi masih mudah tergores karena sakit hati dll, lalu undur dari pelayanan. Mengapa? Karena hatinya belum dijamah oleh Roh Kudus.
Reformasi = Repentence ( pertobatan ) bersifat bathiniah - krn berasal dr dalam hati yang diubahkan oleh Roh Kudus. Orang yg mengalami reformasi akan bisa tetap setia melayani, apapun keadaannya.
LATAR BELAKANG REFORMASI .
Gereja Roma telah sangat berkurang keuangannya akibat perang salib, telah menyimpang sedemikian rupa dengan penerbitan surat indulgensia / surat pengampunan dosa yang diperjual belikan. Orang berlomba untuk membeli indulgensia di gereja, karena dikatakan dapat menghindarkan orang dari api pencucian (purgatori).
31 Oktober 1517 adalah saat di mana Martin Luther menyurati Uskup Agung. Dia memprotes penjualan indulgensia dan melampirkan 95 dalilnya.
Berikut ini sebagian dalil Luther :
Gerakan reformasi melahirkan semboyan:
Alkitab menempatkan orang menjadi NOTHING di hadapan Allah, sebaliknya agama membuat orang merasa menjadi SOMETHING / SOMEONE (karena merasa sudah jadi orang baik dan melakukan hukum-hukum agama sehingga berhak menuntut penghargaan).
REFORMASI YEREMIA tahun 627 SM
Pergerakan dalam Alkitab sesungguhnya juga muncul dlm sejarah gereja. Yeremia dipanggil Tuhan ketika dia masih muda. Tugasnya TIDAK mudah, karena harus memperingatkan Israel dan Yehuda dari kemurtadannya (Yer 2). Adalah sangat tidak mudah untuk bicara kebenaran, karena seringkali TIDAK enak didengar orang.
Pada saat itu Israel SUDAH jatuh di tangan Asyur, namun mirisnya Yehuda TIDAK belajar dan akhirnya jatuh ke tangan Babel. Pembuangan selama 70 tahun disuarakan Yeremia sebagai pemurnian umat (Yer 25:11, 29:10).
Reformasi oleh Yeremia sangat berat dan bahkan membuat dia meratap atas hukuman yg dijatuhkan Tuhan. Yeremia sendiri mengalami reformasi dalam memahami ketetapan Tuhan (Ratapan 3:1-26)
REFORMASI YEREMIA
Ini adalah gambaran bagaimana umat pilihan harus diperbarui terus menerus agar tetap hidup sesuai ketetapan kehendak Allah . Umat pilihan akan tetap setia; pohon dikenali dari buahnya. Ingat bahwa TIDAK semua Israel merupakan Israel sejati ; banyak yang dipanggil TAPI sedikit yang dipilih.
Reformasi dan kekinian gereja.
Ingat bahwa reformasi harus berjalan tiada henti:
1. Indulgensia vs transaksi berkat (sin laundry).
Pada masa kini banyak org memberi persembahan ke gereja utk mencuci uangnya demi mendapat berkat Tuhan. Ingat bahwa gereja bukanlah tempat transaksi. Tidak boleh orang memberi lalu minta dikembalikan oleh Tuhan berlipat-lipat.
2. Pemberian / amal vs kasih ( sebab akibat ).
Memberi harus didasari karena cinta kasih. Ingat pemberian kita bukan untuk memancing kasih / berkat Allah; justru karena Allah yang telah terlebih dulu mengasihi / memberkati kita, maka kita bisa memberi.
3. Injil vs experience theology.
Pengalaman seorang Pendeta TIDAK boleh jadi patokan pengajaran. Alkitab adalah satu-satunya dasar. Contoh : Pendeta sembuh karena doa dengan mengangkat tangan, lalu si pendeta menyuruh orang lain untuk doa dengan mengangkat tangan juga, supaya sembuh --> ini adalah experience theology.
4. Anugerah vs universalisme.
Keselamatan merupakan anugerah Allah bagi orang pilihan. Sebaliknya universalisme mengajarkan bahwa semua orang cukup beragama saja dan bisa selamat.
5. Iman vs human potential.
Iman bukan human potential atau usaha manusia untuk mengerti Allah. Kita bisa beriman semata karena anugerah Allah.
PENUTUP
Kita harus terus mengalami pembaharuan sesuai dengan yang tertulis dalam Roma 12:2 "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah : apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna "
2 Petrus 1:5-7 "Justru karena itu kamu harus dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menambahkan kepada imanmu kebajikan, dan kepada kebajikan pengetahuan, dan kepada pengetahuan penguasaan diri, kepada penguasaan diri ketekunan, dan kepada ketekunan kesalehan, dan kepada kesalehan kasih akan saudara-saudara, dan kepada kasih akan saudara-saudara kasih akan semua orang."
TANYA JAWAB :
T : Bagaimana kita menyikapi nubuatan di zaman skrg, bisakah nubuatan tersebut dipercaya, seperti Yeremia bernubuat kepada umat Yehuda akan dibuang selama 70 tahun?
J : Jika di zaman Yeremia, nubuatan memang ada sampai kedatangan Kristus sebagai puncaknya. Sekarang, semua nubuatan SUDAH digenapi melalui kedatangan Kristus. Alkitab kita SUDAH lengkap ( PL dan PB), jangan ditambahi. Jangan bergantung dari nubuatan2 manusia untuk mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan.
Kesimpulan:
Alkitab SUDAH menyediakan lengkap apa yang dibutuhkan umat sehingga kita sekarang tidak memerlukan tambahan apapun berupa nubuatan. Kita perlu berjalan dg iman, bukan dg penglihatan.
----
T : Martin Luther bukan orang pertama yang memprotes. Sebelumnya SUDAH banyak yang memprotes, tapi mereka malah dihukum mati. Apa penyebab keberhasilan Martin Luther?
J : Sebelum Luther memang sudah ada perlawanan, misalnya, John Wiclif dan Johannes Hus yang menentang the infallibility of Pope, bahwa Paus tidak bisa bersalah, dan menentang, karena Alkitab tidak boleh diterjemahkan pada zaman itu, hanya boleh dalam bahasa Latin dan hanya Vatikan yang dapat mengerti. Hus akhirnya ditangkap dan dibakar hidup-hidup.
Mengapa Martin Luther berhasil? Bersamaan dengan pergerakan Luther, banyak raja-raja yang berontak karena merasa terlalu diatur dan dibatasi oleh kekuasaan gereja pada masa itu, dan bersamaan dengan itu, ditemukanlah mesin cetak oleh Gutenberg di kota Mainz, Jerman, yang sangat membantu reformasi sehingga Alkitab dicetak dan cepat sekali beredar.
Kesimpulan :
Semua dipakai Tuhan pada era nya.
----
T : Bagaimana dengan banyaknya aliran gereja sekarang ini? Apakah ini dapat dikatakan sebagai kemajuan (spt reformasi) atau sesungguhnya malah merupakan kemunduran?
J : Sebenarnya kita bukan maju, tapi mundur. Secara kuantitas gereja sepertinya bertumbuh, tapi secara kualitas TIDAK. Gereja yang terpecah-pecah menunjukkan kita ini sesungguhnya masih duniawi seperti gereja pada zaman Paulus terpecah menjadi golongan Paulus, Apolos, Kefas (I Kor 3:4). Gereja seharusnya TDK mencari pengikut, tapi membawa orang menjd pengikut Kristus. Ingat reformasi tujuannya bukan mendirikan gereja baru tapi memperbarui gereja yang ada yang telah menyimpang dari kebenaran.
---
T : Orang fasik kok enak, orang Kristen yang benar kok jalannya susah?
J : Mazm 73 - orang fasik melakukan semua sepertinya enak dan nyaman, tapi sesungguhnya Tuhan menaruh mereka di jalan yang licin. Artinya, kesuksesannya malah menjatuhkan dia. Amsal mengingatkan kita agar jangan iri pada jalan orang berdosa. Urusan kita mengerjakan apa yang Tuhan percayakan pada kita.
Otak kita ini sdh salah, karena PENGAJARAN YANG SALAH: seolah ikut Tuhan itu akan membuat semua jalan jadi lancar. Ingat, iblis selalu seperti singa yang mengaum-aum (auman iblis ini bisa berupa indoktrinasi yang salah). Kalau ada masalah, orang Kristen yang salah kaprah ini biasanya marah pada Tuhan. Orang dunia saja mau mati-matian berjuang demi memperbaiki kehidupan jasmaninya, orang Kristen malah menyalahkan Tuhan.
Pesan utk para pendeta agar jangan menjual janji yang Tuhan TIDAK pernah beri. Jangan memudahkan segala sesuatunya.
KESIMPULAN :
Mari kita mereformasi diri sendiri agar jangan salah arah.
* resume by EW