Ringkasan Khotbah

Imam Tanpa Iman

Penulis : EW | Tue, 12 December 2017 - 14:29 | Dilihat : 962

Tanggal : 10 Desember 2017

Pengkhotbah : Pdt. Bigman Sirait

Tema : "IMAM TANPA IMAN" [Rally Natal 1 GEDUNG GEREJA TANPA NATAL]

Ayat : Matius 2: 1-8; Matius 23:1-4

Imam adalah sebuah jabatan yang terhormat, wujud yang terlihat adalah jubah luar biasa seorang imam. Sedangkan iman wujudnya dalam perilaku keseharian.

Bagaimana kalau imam yang terhormat tanpa iman kebenaran? Itulah penipuan keagamaan yang terbesar! Namun Alkitab justru mencatat ironi-ironi tersebut selama kehidupan Yesus di bumi.

Pada saat kelahiranNya, para imam tahu persis di mana Mesias akan lahir. Para Majus datang dari jauh menemui Herodes di istananya, bertanya tentang raja yang baru lahir. Herodes bertanya kepada para Imam (bertanya pada sumber yang tepat). Para imam mengungkapkan sesuai Mikha 5:1 -- bahwa Mesias akan lahir di Betlehem . Tetapi yang menyedihkan, para imam itu tetap di istana dan TIDAK ikut ke Betlehem untuk menyembah Dia. Para Majus (notabene orang-orang kafir ) yang pergi ke Betlehem! Perhatikan, bahwa iman hidup justru bukan pada diri imam! Sementara langkah Majus menemui Yesus di Betlehem adalah langkah penting keberimanan mereka.

Di akhir kehidupan Yesus, para imamlah yang bersekongkol utk merencanakan kematianNya. Mereka imam yang tidak beriman, dan justru penjahat di sebelah salib Yesus yang menunjukan imannya, mengakui Yesus sebagai Raja.

Imam tanpa iman, sungguh menyedihkan. Imam yang mengerti semua isi Alkitab, tapi ternyata tak beriman. Imam penipu zaman sekarang banyak dijumpai di gereja, yakni para pendeta /aktifis kerohanian. Banyak yang suka menjadi imam karena mereka akan dipuji, disanjung orang, tapi tak banyak orang mau untuk beriman. Janda miskin beriman, tapi tetap miskin. Rasul Paulus beriman, tapi sakit. Murid-muridNya beriman, malah dianiaya.

Yesus yg bicara: IMAM TIDAK MASUK SURGA. Iman terlalu mahal harganya, seperti Nikodemus yang beriman, namun akhirnya malah dikucilkan. Imam mengajarkan kebenaran, tapi tidak melakukan kebenaran. Yesus menyuruh pengikutNya untuk mendengar ajaran para imam, tapi jangan meniru hidupnya.

Imam tanpa iman itu mengerikan. Jangan pernah kagum dengan kotbah seorang imam, tapi kagumlah pada kehidupan keimanannya. Hidup beriman salah satunya ditandai dengan:

  • Kalau salah, jangan segan minta maaf ; kalau benar, jangan basa basi.

Imam adalah jabatan mulia, tapi ketidakberimanannya sering membawanya ke neraka. Bukan jabatan yang membuat seseorang menjadi terhormat, tapi keimanannya. Bisa saja seorang jemaat lebih terhormat di mata Tuhan daripada pendeta, karena jemaat mau melakukan firman, sementara pendetanya cuma mengkotbahkan.

Imam seharusnya menjadi wujud keagungan Tuhan, bukan wujud keagungan diri sendiri. Benar menurut diri, itulah imam. Benar menurut Tuhan, itulah yang harus kita kejar. Sesungguhnya seorang imam dituntut tugas yang berat. Harun adalah imam pertama, tapi kedua anaknya mati dibakar Tuhan. Eli itu imam, dua anaknya dibantai oleh Tuhan.

Iman adalah tindakan, wujud mengaktualisasi apa yang kita percaya. Iman itu percaya bahwa Tuhan membimbing kita; tapi waktu kita percaya, seringkali Tuhan justru mengizinkan kita masuk dalam kesulitan. Jangan takut! tetaplah berpegang pada Tuhan! Semakin kuat kita beriman, semakin banyak persoalan, semakin kuat kita berpegang pada Tuhan. Ingatlah bahwa angin sepoi-sepoi sering menjatuhkan, angin kencang seringkali menyelamatkan. Ingatlah, bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan hikmat dan pengetahuan.

Hikmat dan pengetahuan dari Tuhan berbeda dengam hikmat manusia atau logika. Iman percaya dulu, baru mengerti ; logika mengerti dulu, baru percaya. Iman memang tak selalu connect dengan otak kita. Misalnya, kita berdoa untuk kesembuhan dan orang bisa sembuh, tapi kita sendiri tetap diizinkan sakit. Kebenaran yang hanya diucapkan hanya akan membawa kita pada pengadilan Tuhan.

Kebenaran harus diwujudkannyatakan dalam perbuatan. Yakobus mengatakan, iman tanpa perbuatan itu mati. Percuma kita tahu seluruh Alkitab, percuma berkotbah sana sini, jika kita tidak melakukan kehendak Tuhan.

PENUTUP

Imam tanpa iman itu nyata-nyata ada dan akan tetap ada, TIDAK akan hilang sepanjang sejarah. Tuhan Yesus berkata , "Memang harus ada penyesatan, tapi celakalah mereka yang mengadakan penyesatan itu."

Sangat mudah untuk berbaju agama, tapi sungguh tak mudah untuk beriman kepada Dia. Itu anugerah yang harus kita syukuri.

PERENUNGAN NATAL

Jangan sampai Natal kita rayakan, tapi Tuhan TiDaK pernah menemui kita. Dia telah lahir di Betlehem Efrata, telah lahirkah Dia di hidup kita?

Imam menjadi peringatan agar kita tak hanya menambah jalan panjang keagamaan, namun minus keimanan. Spiritual yang benar pasti akan menghasilkan ritual yang baik. Namun ritual yang keliatannya baik, belum tentu spiritualnya benar.

Marilah kita hidup benar sesuai yang Alkitab ajarkan.*

Ibu Elizabeth Wahyuni

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top