Ringkasan Khotbah

Hidup Dalam Waktu Seminar Awal Tahun Hidup Mati Penuh Arti

Penulis : EW | Tue, 16 January 2018 - 14:30 | Dilihat : 1408

Seminar Awal Tahun

Tanggal : 14 Januari 2018

Pengkhotbah :Pdt. Bigman Sirait

Tema : Hidup Mati Penuh Arti; Sub tema: Hidup dalam waktu "

Ayat : Lukas 2:8-15

Bagian 1 : EKSISTENSI MANUSIA

Sangat perlu untuk kita memiliki perspektif yang benar tentang diri kita. Ex nihilo , artinya kita ini diciptakan dari tidak ada menjadi ada. Dari debu menjadi manusia. Debu itu tidak berdaya pada dirinya dan tidak ada eksistensinya. Waktu Dia menciptakan kita., kita diciptakan segambar serupa dengan Dia. Potensi Allah ada pada kita, yaitu kesadaran dan kekekalan. Binatang tanpa sadar memuliakan Tuhan, tapi manusia memuliakan Tuhan dengan kesadarannya.

Bagaimana dengan unsur kekekalan dalam diri manusia? Sejak manusia jatuh dlm dosa, Tuhan katakan MATI, artinya mati rohani dan jasmani. Mati rohani, artinya terpisah dari Allah. Kejatuhannya dalam dosa menyebabkan gambar dan rupa Allah menjadi rusak dalam diri manusia.

Kualitas manusia terus merosot. Adam yang tadinya diciptakan Allah utk kekal, harus mati di umur hampir 1000 tahun ( mati jasmani ). Musa berkata, umur manusia 70-80 selebihnya kesukaran dan penderitaan, artinya umur manusia sekarang tidak sampai sepersepuluh umur Adam, dan tidak ada apa-apanya dibanding kekekalan. Oleh sebab itu kita hrs mengisi hari-hari hidup yang singkat ini dengan bijaksana .

Semua manusia mati karena semua manusia tidak ada yang tidak berdosa. Semua berantakan, termasuk para nabi dan Bapak para beriman. tidak ada keunggulan pada diri manusia.

Di PB kita mengerti bahwa kita ditebus Tuhan sebagai kita hidup. Dulu kita mati, sekarang kita hidup. Hidup bukan karena bernafas, tapi karena ditebus Allah .

Orang percaya -> mati 1x ( krn kejatuhannya dalam dosa ) , hidup 2x ( di dunia dan di kekekalan ).
Orang berdosa -> mati 2x ( krn kejatuhannya dalam dosa, 1x lagi kebinasaan kekal ), jadi sebenarnya orang berdosa itu tidak pernah hidup.

Orang percaya hidup dalam kesementaraan menuju pada kekekalan. Bagi orang percaya, seharusnya kematian tidak menakutkan karena kematian itu hanya pergantian menuju kekekalan.

Bagian 2 : KUALITAS HIDUP ORANG PERCAYA

Hidup Kristen harus dipahami bukan sekedar kuantitas tapi kualitas. Mat 19:16-22 Tentang orang muda yang kaya. Selain kaya, dia juga beragama (saleh) dan sudah melakukan hukum taurat. Yesus pun tidak menyangkalinya. Tapi ketika Yesus menyuruhnya menjual hartanya, dia tidak bisa, karena dia terlalu cinta hartanya lebih daripada Tuhannya. Hakikat hidup beragama bukan sekedar tidak mencuri tidak membunuh. Beragama itu harusnya relationship with God and with others. Mat 7:21-23, orang-orang yang ditolak Tuhan adalah orang-orang yang melakukan mujizat tapi penuh siasat. Menyebut nama Tuhan, tapi tak melakukan kehendak Bapa. --> Banyak orang pelayanan, namun sebenarnya hanya demi keuntungan diri sendiri. Kalau orang benar-benar dekat dengan Tuhan, pasti akan menjerit dengan kebutuhan sesama, bukan memperkaya diri sendiri. Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih, banyak yang ke gereja tapi sedikit yang masuk surga.

Bagian 3 HIDUP DI ZAMAN INI

Efesus 5 : 8-21
Hari2 ini adalah hari yg jahat -- setan diberi kuasa menyesatkan utk sesaat lamanya. Setan kerja keras dari first coming to second coming.
Setan berupaya dg berbagai macam cara utk membumi hanguskan manusia dan ia berhasil.

Agama bergeser menjadi budaya, just a culture. Para pendeta pun TDK yakin dg kekuatan ber-Tuhan.
Keimanan menjd down grade.
IPTEK menjd iman.
Kebebasan menjadi harapan.

Kalau Tuhan memberi kita ksmptn utk kita bertumbuh dan berkembang dalam keimanan kita, itu merupakan anugerah.

Pertanyakanlah: Kita ini sebenarnya mengikuti zaman atau mengatasi zaman ?

Bagian 4 : TUJUAN HIDUP

Kita perlu merumuskan ulang tujuan kehidupan kita.
1. Bagaimana hidup utk kemuliaan Tuhan .
* Kalau kita kerja, kerja utk apa? Bukan sekedar cari uang, tp utk memuliakan Tuhan, bukan berapa banyak uang yg kita dapatkan.
Bukan seberapa gaji yg kita didapatkan, tapi apa kita di situ berguna?
* Kalau kita melayani, melayani utk apa?
Kita harus melayani Tuhan, bukan melayani diri sndiri.
Jangan meninggalkan pelayanan karena ditinggalkan orang. Ingat Gideon melayani hanya dg 1/10 orang.
Musa dipakai Tuhan tapi dia dimaki2 oleh orang Israel.
Jangan pernah marah dg Tuhan.
Suatu hari jadi ikan paus, suatu hari jadi ikan teri. Jalani saja.

2. Merumuskan kembali kebenaran .
Sangkal diri, pikul salib, ikut Tuhan, itulah kebenaran Kristiani.
Jangan hidup dg standar kita, tapi apa kehendak Tuhan bagi kita.

Sangkal diri artinya hidupku bukan aku lagi. Ingat bahwa waktu berlalu cepat sekali.
Spt kembang api, keindahannya sangat cepat hilang.

PENUTUP
Setiap malam alangkah baiknya kita selalu mengevaluasi diri di hadapan Tuhan : hal2 apa yg benar dan yg salah yg kita telah lakukan.

TIDAK penting seberapa panjang umur kita, yg penting kita berguna bagi sesama.

TIDAK penting seberapa kaya kita, yg penting kita mau berbagi kepada sesama. Buatlah orang bahagia, maka kita akan mengerti apa arti bahagia.

TIDAK penting seberapa terkenalnya kita, tapi apakah kita dikenal Tuhan atau tidak. *

TANYA JAWAB :

T : Jika kita sakit dan disuruh utk datang kepada Pendeta yang katanya terkenal dg karunia kesembuhan, bagaimana seharusnya sikap kita? Jika kita mau datang utk didoakan, bukankah itu bisa merupakan sarana Tuhan utk menyembuhkan kita? Jika kita menolak, bukankah itu bisa terjadi krn gengsi / ego kita?

J : Kalau memang dari Tuhan, pasti ada konfirmasi roh di dalam diri kita. Kalau Tuhan menyuruh kita pergi, ya kita harus pergi.
Tetapi kita perlu berhati-hati agar jgn pergi mencari Pdt utk didoakan, seolah karunia kesembuhan itu melekat pada dari pendetanya, padahal itu karunia Tuhan semata.

Jadi tidak harus kita pergi kpd Pdt tsb baru sembuh, sebab jikalau Tuhan mau menyembuhkan tentu Tuhan bisa menyembuhkan, tanpa harus tergantung pada manusia.

Note: kalau ada orang mau datang utk mendoakan kita, maka kita harus bersikap bijak: rendah hati dan menerima.

---

T : Bgm jika kita diminta mendoakan orang sakit yg sdh parah sekali?
J : Kita tetap berdoa merindukan kesembuhan, tapi kita jg mempersiapkan jika Tuhan mau memanggilnya, agar Tuhan berikan ketenangan batin dan dalam dia pulang dlm damai. Semua terserah Tuhan.

Jika kita mendoakan orang sakit dan orang itu sembuh, jangan sombong sebab itu bukan karya kita, tapi karya Tuhan.

Jika kita mendoakan orang sakit dan orangnya tidak sembuh alias tetap sakit, jangan rendah diri, yg penting tugas utk mendoakan yg sakit sudah kita lakukan.

Jika kita mendoakan orang sakit dan orang nya malah meninggal, jangan kecil hati karena mati hidup itu urusan Tuhan, itu kedaulatanNya.

Ibu Elizabeth Wahyuni

(Ringkasan Ini Belum Diperiksa Pengkhotbah)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top