“Hormatilah ayahmu dan ibumu — ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini: supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Efesus 6:2-3)
Istilah sandwich generation merujuk pada generasi yang harus merawat dua generasi sekaligus: orang tua yang menua dan anak-anak yang sedang bertumbuh. Di tengah tuntutan dan tekanan finansial, emosional, dan spiritual, generasi ini sering kali merasa terhimpit seperti isi di antara dua roti. Namun, apakah mungkin menjadi bagian dari sandwich generation dan tetap dikenan Tuhan? Jawabannya: ya, sangat mungkin.
Alkitab memberikan banyak teladan tentang kesetiaan dalam merawat keluarga lintas generasi. Salah satu contohnya adalah Rut. Meskipun ia bisa memilih jalan hidup yang lebih mudah, Rut memilih untuk setia kepada mertuanya, Naomi. Dengan kasih dan pengorbanan, ia mengabdikan diri untuk mendampingi Naomi dalam masa tua, sekaligus membangun masa depan baru bersama Boas dan anak mereka, Obed. Tindakan Rut mencerminkan kasih yang tidak egois—kasih yang dikenan Tuhan.
Sebagai sandwich generation, kita dipanggil untuk menjadi saluran berkat di tengah keluarga. Efesus 6:2-3 mengingatkan kita untuk menghormati orang tua agar kita beroleh berkat dan umur panjang. Di sisi lain, Amsal 22:6 mengajarkan kita untuk mendidik anak dalam jalan Tuhan. Tanggung jawab ganda ini memang berat, tetapi di dalam Kristus, kita mendapat kekuatan yang baru setiap hari (Yesaya 40:29-31).
Kuncinya adalah hidup dengan prioritas yang benar dan bergantung pada kasih karunia Tuhan. Jangan segan meminta pertolongan—baik dari keluarga besar, komunitas gereja, maupun tenaga profesional. Selain itu, jangan abaikan waktu pribadi dengan Tuhan. Dalam keheningan doa, kita menemukan damai dan hikmat untuk melangkah.
Tuhan tidak menuntut kesempurnaan dari kita. Ia menghendaki hati yang mengasihi, setia, dan bersandar pada-Nya. Ketika kita mengasihi orang tua dan anak-anak dengan tulus, kita sedang mencerminkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Dan itu adalah ibadah yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya (Roma 12:1).
Menjadi sandwich generation bukanlah beban semata, melainkan sebuah panggilan mulia. Dalam setiap peluh dan pengorbanan, Tuhan melihat dan menghargai. Ia turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia (Roma 8:28).