Sapaan Gembala

Hati Yang Berkobar

Penulis : Pdt Gelen Marpaung | Fri, 11 July 2025 - 14:31 | Dilihat : 2805

“Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?”
— Lukas 24:32

Frasa “hati yang berkobar” dalam Alkitab bukan sekadar ekspresi emosional, tetapi mencerminkan dinamika batin yang sangat dalam. Alkitab mencatat dua tokoh berbeda yang sama-sama memiliki hati yang berkobar, tetapi dengan arah dan hasil yang sangat berbeda: murid-murid dalam perjalanan ke Emaus (Luk. 24:32) dan Saulus dari Tarsus sebelum pertobatannya (Kis. 9:1). Kedua narasi ini menyuguhkan kontras penting tentang apa yang membakar hati manusia, dan bagaimana Tuhan dapat mengarahkan kembali api itu untuk tujuan-Nya yang mulia.

Dua Sumber, Dua Arah

Murid-murid yang berjalan ke Emaus mengalami kekecewaan dan kehilangan harapan setelah kematian Yesus. Mereka tidak menyadari bahwa Pribadi yang berjalan bersama mereka adalah Yesus yang telah bangkit. Namun, ketika Yesus mulai menjelaskan Kitab Suci kepada mereka, sesuatu terjadi. Hati mereka “berkobar-kobar” — bukan karena penghiburan emosional semata, tetapi karena Firman yang hidup menyentuh dan mengubah pengertian mereka. Ketika mereka mengenali Yesus saat Ia memecahkan roti, mereka langsung bangkit dan kembali ke Yerusalem. Api itu menghasilkan semangat, pengharapan, dan tindakan nyata.

Sebaliknya, dalam Kisah Para Rasul 9:1, Saulus adalah seorang yang juga hatinya menyala-nyala. Ia begitu berkobar oleh semangat religiusnya, namun dengan arah yang salah. Ia merasa sedang membela kemurnian agama Yahudi, tetapi kenyataannya ia sedang melawan Kristus dan menganiaya umat-Nya. Hati yang berkobar karena kemarahan, legalisme, dan fanatisme ini menggerakkan Saulus untuk membunuh, bukan membangun. Namun, Tuhan tidak membiarkannya terus melenceng. Dalam terang Kristus yang menyilaukan di jalan ke Damsyik, Saulus dibutakan secara jasmani agar matanya terbuka secara rohani. Api yang salah arah itu kemudian diarahkan ulang — dan ia menjadi Paulus, rasul besar yang berkobar karena kasih Kristus.

Perspektif Teologi dan Psikologi

Dalam teologi Kristen, gairah rohani sejati bukanlah hasil usaha atau emosi manusia, tetapi buah dari karya Roh Kudus melalui Firman. Seperti yang diajarkan Yohanes Calvin, tanpa Roh, Firman hanya akan menjadi informasi; tetapi dengan Roh, Firman menjadi revelasi yang membakar hati, mengubah kehendak, dan menghasilkan ketaatan.

Sementara itu, dari perspektif psikologi, “hati yang berkobar” mencerminkan keadaan batin dengan motivasi tinggi—bisa positif maupun negatif. Emosi semangat dapat mempengaruhi persepsi dan tindakan. Ketika emosi ini dibentuk oleh kasih dan kebenaran, maka hasilnya adalah pertumbuhan dan kesaksian. Tetapi bila dibentuk oleh kemarahan atau ego, hasilnya bisa destruktif.

Karena itu, penting untuk menilai: apa sumber api yang membakar hati kita? Apakah itu Firman dan kehadiran Kristus, ataukah kepahitan, ambisi pribadi, atau legalisme?

Relevansi dalam Pelayanan dan Kehidupan

Dalam dunia pelayanan, banyak orang tampak “berkobar”: sibuk melayani, aktif di gereja, semangat dalam kegiatan rohani. Namun semangat itu perlu diuji. Apakah motivasinya adalah cinta kepada Kristus, atau hanya pembuktian diri? Apakah tujuannya adalah kemuliaan Tuhan, atau pengakuan pribadi?

Hati yang benar-benar berkobar karena Kristus akan menghasilkan buah yang nyata: kesetiaan dalam kesulitan, pengharapan dalam keputusasaan, dan kasih yang melayani, bukan menuntut. Dan jika hari ini kita merasa hati kita telah padam—terbakar rutinitas, terluka oleh kehidupan, atau tertidur oleh dosa—mari datang kepada Tuhan dan memohon:

“Tuhan, nyalakan kembali api di dalam hatiku. Biarlah hatiku berkobar karena Firman-Mu, bukan karena keinginanku sendiri.”

Tuhan tidak hanya ingin hati kita menyala, tapi menyala karena alasan yang benar, dengan cara yang benar, dan untuk tujuan yang benar. Marilah kita menyerahkan hati kita kepada-Nya, agar Ia membakar dan mengarahkannya kembali untuk kemuliaan nama-Nya.

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top