Ringkasan Khotbah

Prajurit Kristus Yang Tangguh ( Sakramen Perjamuan Kudus )

Penulis : EW | Sun, 5 August 2018 - 17:00 | Dilihat : 569

GRI 5 Agustus 2018

Pdt Bigman Sirait

Prajurit Kristus yang Tangguh ( Sakramen Perjamuan Kudus )

Ayat bacaan :

2 Timotius 2:3-13

Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.

Seorang prajurit yang sedang berjuang tidak memusingkan dirinya dengan soal-soal penghidupannya, supaya dengan demikian ia berkenan kepada komandannya.

Seorang olahragawan hanya dapat memperoleh mahkota sebagai juara, apabila ia bertanding menurut peraturan-peraturan olahraga.

Seorang petani yang bekerja keras haruslah yang pertama menikmati hasil usahanya.

Perhatikanlah apa yang kukatakan; Tuhan akan memberi kepadamu pengertian dalam segala sesuatu.

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.

Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.

Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kita pun akan hidup dengan Dia;

jika kita bertekun, kita pun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

--

TENTANG SAKRAMEN PERJAMUAN KUDUS

Sakramen adalah sebuah istilah yg digunakan oleh tentara Roma ketika dia mengambil sumpah, di mana dia akan mengutamakan kepentingan kerajaan lebih dr kepentingan pribadi.

Sakramen adalah mengikat diri.

Sakramen Perjamuan Kudus artinya kita mengikat diri dg Kristus.

---

" Jadilah kuat dlm karunia Kristus Yesus."

Kita bisa menjadi kuat karena Tuhan berjanji bahwa persoalan yg kita hadapi tidak akan melebihi kekuatan kita.

Tugas kita adalah hidup berkenan, TDK lari dari apa yg Dia mau, yg menjadi ketetapan kehendakNya.

Sayangnya org Kristen skrg sedang dilanda oleh teologia sukses, seolah ikut Tuhan semua akan berjalan mulus dan akan mendapat apa yg kita inginkan.

Padahal kalau kita melihat Alkitab PL dan PB : Orang beriman justru mengalami pergumulan2 .

Tidak ada satupun yg enak menurut standar bahagia dunia.

Spt Maria, ia disebut sbg wanita paling bahagia di muka bumi . tetapi sejak ia mengandung bayi Kristus di dalam rahimnya, Maria telah terancam akan diceraikan Yusuf.

Ketika melahirkan bayi Yesus, mrk harus mengungsi ke Mesir krn dikejar2 Herodes.

Sampai Kristus mati di salibkan, Maria sbg ibu selalu mengalami kepedihan.

Menjadi murid Kristus itu memang harus tangguh.

Diperlukan ketekunan utk menghadapi masalah2 kita .

Bagaimana kita menjadi orang luarbiasa, yg TDK sekedar menjadi saksi Allah, tapi membawa orang utk menjadi saksi Allah.

Orang yg tulus hatinya tidak selalu mulus jalannya.

Kita seharusnya mengatakan :

" Aku bisa mengenalNya karena Ia memperkenalkan diriNya kpdku.

Aku bisa menjadi pelayananNya karena Ia percaya kepadaku.

Sejatinya aku ini sampah dan binasa ."

Utk membangun konstruksi teologis itu mudah, tapi menjalaninya itu yg tidak mudah, harus ada kejujuran bathin.

Yesus tidak berkeluh kesah menjalani kayu salib.

Alasannya cuma satu : krn Ia mengasihi kita.

Kita melayani krn Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi dan melayani kita, tak perduli apakah kita direspek orang lain atau tidak.

Prajurit yg berjuang TDK memikirkan penghidupannya spy berkenan kpd komandannya.

Kita harus menang spt pahlawan.

Seorang pahlawan tidak harus selalu pulang hidup2, seringkali ia pulang mati tinggal nama, itulah yg disebut pahlawan.

Mrk berjuang dg sungguh2 utk TDK mementingkan dirinya.

Ketika kita menjadi prajurit Kristus, itu TDK sederhana.

Prajurit sering abai terhadap keluarganya, demi kepentingan negaranya.

Bukankah seharusnya kita lebih lagi sbg prajurit Kristus : TDK perduli dg apa kata orang, walau orang menganggap kita aneh, demi kasih dan kesetiaan kita kepada Tuhan.

Contohnya Ayub, yg dikatai oleh istrinya sendiri, kehilangan anak2 dan hartanya, juga dikatai oleh teman2nya.

Namun Ayub membuktikan diri sbg prajurit yg tangguh walau ia telah kehilangan segalanya.

Dalam proses tadi ada progres menarik : bgm Tuhan menolong dan membimbing kita sehingga kita dituntun dan dibawaNya utk melakukan apa yg menjadi ketetapan kehendakNya.

Sbg orangtua kita terkadang kesal krn anak kita menjengkelkan/ mendukakan hati kita, namun kita TDK sadar bahwa sbg pelayan Tuhan kita juga sering mendukakan hati Tuhan, namun Tuhan bersabar dan TDK membuang kita.

Seorang atlet / olahragawan harus terus berlatih utk supaya bisa menjadi juara.

Dia harus berkorban dan menahan diri utk TDK melakukan hal2 lain, mengorbankan kesenangannya, demi bisa berlatih supaya bisa menjadi juara.

Olahragawan harus menginvestasi waktu yg banyak utk berlatih. Itulah harga yg harus dibayar demi kemenangan.

Petani juga harus bekerja keras sampai bisa memanen padi.

Kebahagiaan panen itu luarbiasa, walaupun hasilnya TDK seberapa, malahan langsung habis utk bayar hutang kpd tengkulak.

Bahagia itu bukan seberapa banyak hasilnya, tapi seberapa dia bisa menikmati hasil jerih lelah yg dikerjakannya.

Apakah kita mau panen?

Jaga dirimu, jaga hari2mu.

Kita TDK bisa layak menjalankan apa yg Tuhan kehendaki dan kita TDK bisa bahagia kalau kita salah dlm hari2 kita .

Paulus berkata krn Injil dia menderita seperti penjahat, walaupun yg dilakukannya baik semua.

Dia ingin menjadi alat Kristus kapanpun dimana pun, dan utk itu ia bersedia membayar harga.

"Jika kita menyangkal Dia, Dia pun akan menyangkal kita;

jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Mati-hidup itu hanyalah judul, tapi bagaimana mengisi hidup, itulah arti hidup yg sesungguhnya.

Tidak usah cengeng dalam mengisi hidup ini.

PENUTUP

Hidup ini adalah utk menikmati persekutuan dg Tuhan, dan seringkali itu paling terasa di titik kepahitan dan kegetiran.

Biarlah kita berdoa spy kita tetap ada di mana Kristus ada.

Biar Tuhan menolong kita utk menjalankan apa yg Tuhan kehendaki.**

*Ibu Elizabeth Wahyuni

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)

Lihat juga

Komentar


Group

Top