Ringkasan Khotbah

Hidup Dalam Kristus: Kasih Kristus Landasan Iman

Penulis : JA | Tue, 9 September 2025 - 10:27 | Dilihat : 648

Ringkasan Khotbah, 31 Agustus 2025

Hidup dalam Kristus: Kasih Kristus Landasan Iman, Pdt. Julius Mokolomban (Wahyu 2:2-4)

Dalam perjalanan hidup setiap orang percaya, semua memiliki ukuran tersendiri akan hidupnya sebagai orang percaya. Namun, sudahkah mereka sudah hidup dalam Kristus? Bahkan mungkin ada yang merasa sudah hidup dalam Kristus, padahal sesungguhnya hidupnya jauh dari Kristus. Ini adalah realita yang sering tercermin dalam kehidupan kita.

Wahyu 2, menjelaskan betapa luar biasanya jemaat Efesus dalam melayani Tuhan. Mereka serius dalam melayani, berani menghadapi rasul-rasul palsu, dan mampu tabah dalam menghadapi penderitaan karena Kristus. Tetapi, Tuhan mencela kehidupan jemaat Efesus, mereka melayani sesama dengan luar biasa, tetapi, mereka kehilangan kasih mula-mulanya kepada Tuhan.

Maka, hidup dalam Kristus, BUKAN berarti:

  1. Kita berada di dalam gereja. Banyak orang yang menganggap hidup di dalam gereja sama artinya dengan hidup di dalam Kristus, padahal orang yang tidak percaya Kristus pun juga rajin beribadah dan memiliki sikap hidup yang baik.
  2. Mengaku percaya pada Allah. Dalam Perjanjian Lama, banyak orang yang mengaku percaya pada Allah lewat mulut mereka, tetapi hati mereka jauh dari padaNya. Karena, meskipun kita mengaku percaya pada Kristus, belum tentu itu menjadi jaminan bahwa kita sepenuhnya hidup di dalam Kristus.
  3. Melayani, memberi, dan menolong. Hati-hati. Banyak orang yang tidak percaya pada Kristus pun mampu melakukan hal yang sama, bahkan berani mengorbankan nyawa mereka.

Sebaliknya, hidup di dalam Kristus adalah sebuah pertarungan panjang yang harus kita sadari di dalam diri kita, dan kita harus mengerti bagaimana menempatkan diri kita di kehidupan saat ini.

Menurut 2 Korintus 5:14 dan 16, hidup dalam Kristus itu adalah ketika kita percaya, kasih Kristus menguasai kehidupan orang percaya. Dalam hal ini, kasih Kristus mengubah hidup seseorang. Sewaktu kita mengaku percaya kepada Kristus, meyakini bahwa Dia mati untuk menebus dosa dan menyelamatkan kita, maka perubahan akan terjadi dalam hidup kita. Kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, melainkan hidup dalam kuasa Allah dan mengikuti kehendak-Nya.

Berdasarkan 2 Korintus 5:14-17, kalau kasih Kristus adalah landasan iman kita, maka kita:

  1. Tidak memuji diri sendiri, karena kita tidak ada apa-apanya di hadapan Kristus. Kasih-Nya mengubah cara kita berpikir dan melakukan segala sesuatu, serta tujuan hidup kita semakin jelas, yaitu memuliakan Tuhan.
  2. Mampu menguasai diri, karena kasih Kristus sudah terlebih dahulu menguasai diri kita. Ketika kita salah dalam berpikir atau melakukan sesuatu, kasih Kristus pasti menyadarkan kita untuk tidak melakukan hal-hal tersebut. Kalaupun kita sudah terlanjur melakukan hal yang salah, kita akan merasa berdosa di hadapan Tuhan, dan bertobat. Tetapi, jika kita tidak merasakan apapun, kita harus mempertanyakan diri kita, seberapa jauh kita sudah menjalani hidup dalam Kristus?
  3. Tidak akan menilai orang menurut standar manusia. Artinya, pola pikir kita akan terus diperbaharui, sehingga kita mampu menempatkan teladan Kristus dalam hidup kita. Karenanya, kita akan bijaksana dalam menyingkapi setiap hal yang terjadi dalam hidup kita. Kasih Kristus memampukan kita untuk menilai dan mengampuni orang lain menurut standar Kristus yang kita percayai itu.
  4. Tidak akan menilai Kristus menurut standar manusia. Artinya, ada sebagian orang menganggap Kristus adalah manusia biasa yang sudah mati dan “kalah”, sehingga tidak percaya akan kebangkitan-Nya. Tetapi, Paulus mengingatkan, Kristus rela mati untuk menebus dosa kita dan membawa kita pada kehidupan kekal.

Kolose 2:6 mengingatkan kita untuk hidup di dalam Kristus. Artinya, setelah kita percaya kepada-Nya, maka kita mengikuti teladan hidup-Nya, dan bertindak seperti Dia. Ayat ini juga menyadarkan kita untuk tidak mengikuti apa yang dilakukan jemaat Efesus. Wahyu 2:2-4, kasih kepada jemaat menjadi prioritas, tetapi kasihnya kepada Tuhan justru menjadi luntur. Dalam 2 Korintus 5:17, Jika kita hidup di dalam Kristus, kita Adalah ciptaan baru”, yang berarti: kita memang manusia berdosa, tetapi setelah percaya pada Kristus, harusnya kita, berakar dan dibangun di atas Dia. Ingat, kasih Kristus adalah landasan iman yang tidak tergoyahkan, yang akan mengokohkan iman setiap orang percaya

Pengajaran penting bagi kita:

  1. Kasih Kristus menguasai hidup kita, sehingga tujuan hidup kita menjadi jelas, yaitu apa yang kita pikirkan dan lakukan, itu semuanya untuk memuliakan Tuhan.
  2. Percaya pada Kristus, hiduplah didalam Dia. Bertandinglah dalam iman yang benar, layanilah Tuhan dengan segenap hatimu.
  3. Percaya Kristus, meyakini kekuasaanNya. Artinya, kita meyakini bahwa Kristus berkuasa, menolong dan memampukan kita untuk berubah dan mengikuti kehendak dan ketetapanNya
  4. Penyertaan Tuhan itu sempurna. Ketika seseorang hidup dalam Kristus, ia harus tahu bahwa Tuhan menyertainya, artinya, dalam situasi dan kondisi apapun, kita tetap percaya, teguh beriman kepada Kristus, menjalaninya dalam kesetiaan dan ketaatan kepadaNya. Tuhan Memberkati

*JA

(Ringkasan Khotbah Ini Sudah Diperiksa Oleh Pengkhotbah)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top