Ringkasan Khotbah

Satu Kesalahan Menghapus Seribu Kebaikan

Penulis : EW | Sun, 17 March 2019 - 17:00 | Dilihat : 1937

Minggu, 17 Maret 2019

Pdt. Netsen

Satu Kesalahan Menghapus Seribu Kebaikan

Pengkhotbah 10:1-3 Lalat yang mati menyebabkan urapan dari pembuat urapan berbau busuk; demikian juga sedikit kebodohan lebih berpengaruh dari pada hikmat dan kehormatan.

Hati orang berhikmat menuju ke kanan, tetapi hati orang bodoh ke kiri.

Juga kalau ia berjalan di lorong orang bodoh itu tumpul pikirannya, dan ia berkata kepada setiap orang: "Orang itu bodoh!" *

PENGANTAR.

Mungkinkah orang berbuat kebaikan yg bisa diperhitungkan Tuhan?

Alkitab mencatat bhw setiap orang sdh jatuh dlm dosa, sehingga tiap perbuatannya sebaik apapun tdk bisa mencapai standar Allah.

Perbuatan baik tdk pernah membawa manusia utk berjumpa dg Tuhan.

Manusia diciptakan Tuhan sempurna : segambar dan serupa dg Allah, tapi manusia melakukan apa yg dilarang oleh Allah shg manusia mati : seluruh hati dan pikirannya menjadi hamba dosa.

Kalau manusia sdh di dalam Tuhan, maka Tuhanpun tak segan memuji ( " Baik sekali perbuatanmu, hai hambaKU yg baik dan setia " ).

Peribahasa Indonesia mengatakan, setitik nila merusak susu sebelanga.

Pengkotbah menyebut kebodohan / kesalahan dg analogi lalat yg mati, yg membuat urapan berbau busuk.

Demikian jg dg hikmat : jika ada kebodohan yg dilakukan, maka rusaklah semua hikmatnya.

Salomo memang memiliki hikmat, tapi kebodohan membuat dia terpaut kepada ilah dari istri-istri yg dia nikahi.

Tepatlah jika dikatakan : kebodohanan yg dilakukannya lbh berpengaruh drpd semua kebaikan yg dilakukannya.

Spt orang yg sebelumnya terkenal bagus dan kita kagumi, tapi ketika dia tersangkut hukum krn korupsi, maka jatuhlah namanya, orang tdk lagi mengingat kebaikan2 yg dilakukan sebelumnya.

Paulus berkata : awasi dirimu dan awasi ajaranmu.

Tdk cukup pengajaran yg bagus

dan doktrin yg benar, tapi hidupilah ajaran tsb.

Itu sebabnya sedikit kebodohan lbh berpengaruh drpd hikmat dan kehormatan.

Orang berhikmat hatinya menuju ke kanan, orang bodoh ke kiri.

Dlm kitab syair kanan selalu menunjukkan hal yg baik.

Orang bodoh berjalan dlm lorong orang bodoh dan menjadi bodoh. Orang benar tdk boleh berjalan dlm lorong orang bodoh.

Kesalahan sedikit bisa menghancurkan kehidupan yg sdh dibangun.

Waspada terhadap hidup / laku kita supaya kita tdk jatuh ke dlm kesalahan fatal yg membuat kehormatan / reputasi kita hilang.

Bgm spy kita tetap dlm laku yg baik?

Maz 119:9 yaitu jika kita tinggal dlm firman Allah.

Ranting jika melekat pada pohonnya, baru bisa berbuah.

Kita mesti membangun relasi indah dg Allah ( berpaut pd Firman ).

Ingat bahwa kita yg telah ditebus diberi potensi oleh Tuhan utk berbuat baik / benar.

Efesus 2:10

Bgm menghindari kesalahan?

Hiduplah dlm Kristus.

Mampukah kita menghindari kesalahan? Yes, sebab kita telah ditebus oleh Kristus yg membenarkan kita.

Kita yg ditebus, tinggal dlm dunia berdosa tapi bisa utk tdk berdosa, spt Kristus berkata : " Jangan berbuat dosa lagi "

Roh Kudus menolong orang percaya .

Bila kita berbuat kesalahan dan kita ditegur, itu adalah kebaikan Tuhan.

Minimal nuraninya sdh berbunyi menegur dia.

Kesimpulan:

- Hati2 dlm menjalani hidup.

- Hati kita adalah sumber kehidupan, apa yg dikeluarkan oleh hati kita?

Org yg sdh ditebus seharusnya mengeluarkan buah2 roh.

Kalau hatinya bersih, outputnya bersih.

Kalau hatinya jahat, outputnya jg jahat.

- Ketika kita melakukan kesalahan kita mesti kembali kpd Tuhan. *

*Ibu Elizabeth Wahyuni

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top