Ringkasan Khotbah

Lakukan Pekerjaan Dengan Kesungguhan

Penulis : EW | Sun, 14 April 2019 - 17:00 | Dilihat : 874

LAKUKAN PEKERJAAN DENGAN KESUNGGUHAN

Pdt Netsen

GRI 14 April 2019

Pengkhotbah 11:1-8

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.

Berikanlah bahagian kepada tujuh, bahkan kepada delapan orang, karena engkau tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi.

Bila awan-awan sarat mengandung hujan, maka hujan itu dicurahkannya ke atas bumi; dan bila pohon tumbang ke selatan atau ke utara, di tempat pohon itu jatuh, di situ ia tinggal terletak.

Siapa senantiasa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa senantiasa melihat awan tidak akan menuai.

Sebagaimana engkau tidak mengetahui jalan angin dan tulang-tulang dalam rahim seorang perempuan yang mengandung, demikian juga engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang melakukan segala sesuatu.

Taburkanlah benihmu pagi-pagi hari, dan janganlah memberi istirahat kepada tanganmu pada petang hari, karena engkau tidak mengetahui apakah ini atau itu yang akan berhasil, atau kedua-duanya sama baik.

Terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata;

oleh sebab itu jikalau orang panjang umurnya, biarlah ia bersukacita di dalamnya, tetapi hendaklah ia ingat akan hari-hari yang gelap, karena banyak jumlahnya. Segala sesuatu yang datang adalah kesia-siaan.

PENDAHULUAN

Pengkotbah melihat dan menyadari apa yg terjadi di bwh matahari : apa yg dialami oleh orang benar maupun yg tdk benar, orang berkecukupan atau berkekurangan, yg pintar atau yg bodoh itu sama : tidak ada satupun yg memahami secara tuntas jalan hidupnya. Pengkotbah gelisah mengapa org benar tidak mendptkan apa yg baik, dan org yg berdosa malah menikmati hasil yg tdk seharusnya dia nikmati, sehingga Pengkotbah menyimpulkan :

Manusia dlm melakukan segala sesuatu apakah itu berkenaan dg pekerjaan, pelayanan atau keluarga : LAKUKANLAH SEGALA SESUATU DG KESUNGGUHAN. Kata2 dari kitab Pengkotbah ( sebagaimana kitab syair lainnya : Mazmur, Amsal, Kidung Agung ) hrs ditafsir dg baik, bukan hanya secara apa yg tertulis ( leterlek ).

- Lemparkan rotimu ke air -- menggambarkan kehidupan sosial pd zaman itu -- berikanlah bagian kepada 7 --jgn memberi istirahat kepada tangan kita.

Artinya :

SEKALIPUN ADA TANTANGAN DAN KESULITAN / HAMBATAN, JANGAN PERNAH BERHENTI.

- Orang yg selalu melihat angin : pergumulan2 yg sulit. Sering karena org selalu melihat pd kesulitan, maka org tdk bertindak apa2. Yg benar adalah tetap bertindak sekalipun ada resikonya. Sama spt org bisnis,walau ada resiko untung rugi, kalau kita tdk berbuat apa2 kita tdk akan pernah tahu hasilnya.

- Taburkan benihmu pagi2 , artinya mrk yg tidak pernah mempeributkan hasilnya. Siapa yg tdk menabur? yakni mrk yg selalu kuatir akan hasilnya. Mungkin pd waktu itu, ada dataran yg terendam air sehingga orang takut menabur benih, pdhal kalau mrk tdk menabur, mrk tdk akan mendpt hasil apa2.

Kapan kita akan menuai hasilnya? Tidak tahu, tp kita akan menikmati apa yg kita kerjakan. Bekerja adalah mandat dr Tuhan kpd manusia, tapi menikmati pekerjaan adlh kasih karunia Tuhan. Perintah /mandat Tuhan kpd Adam dan Hawa adalah bekerja, perintah itu sblm mrk jatuh dlm dosa. Amsal berkata : Tangan org rajin mendtgkan sesuatu yg baik, tangan org malas mendtgkan kekurangan.

Perjanjian Baru mengatakan orang yg tdk bekerja tdk boleh makan.

- Berikan bagian kpd 7, bahkan kpd 8 ada yg menafsirkan artinya utk memberikan sedekah.

Krn engkau tdk tahu malapetaka yg akan terjadi di bumi .

Penafsir mengatakan :

Lakukanlah bukan hanya 1 bidang pekerjaan saja, tapi bidang yg lain juga ( diversifikasi, investasi di beberapa tempat ).

Misalnya pd saat sebagian wilayah Indonesia terkena bencana badai, seandainya orang hanya investasi di situ, akan terkena masalah.

Bagian kita adalah melakukan apa yg harus kita lakukan.

- Siapa yg senantiasa memperhatikan angin tdk akan menabur,...tdk akan menuai. Ialah mrk yg selalu kuatir dan takut pada persoalan2 yg akan terjadi, akhirnya tdk berbuat apa2. Jgn selalu melihat kepada banyaknya persoalan, tantangan dan problem sehingga tdk berbuat apa2 : tdk menabur apa2 sehingga tdk akan menuai apa2. Angin dan awan menggambarkan bencana alam : ketika alam mengamuk, kita tdk bisa mengendalikannya. Seperti pada wkt murid2 Yesus mengalami badai di kapal, mrk berteriak membangunkan Yesus: Guru, kita binasa.

Contoh 2 org yg berbeda yg diutus ke daerah yg sama. Yg satunya melihat sbg kesulitan krn blm ada org yg mengerjakan bisnis spt yg akan dikerjakan, yg lainnya melihat peluang justru krn org lain blm menggarapnya. Kalau kita selalu pesimis, kita tdk akan mengalami kemajuan, malah kemerosotan. Pesimis itu artinya tdk mau berkembang. Org yg optimis krn merasa yakin akan penyertaan Tuhan.

Ingat kisah 12 pengintai. Yg 10 orang melihat dg begitu pesimis, tapi Yosua dan Kaleb dg begitu optimis menyatakan keyakinan krn mrk percaya pd janji Tuhan. Kesulitan tdk menyurutkan mrk utk berjuang, krn mrk mengandalkan kekuatan di luar mrk, yakni kekuatan Tuhan.

- Kita tdk tahu jalannya angin, kita tdk tahu rahim seorang perempuan yg mengandung .

Adalah pekerjaan Allah yg luarbiasa yg tdk mungkin diselami manusia. Pekerjaan Allah luarbiasa, segala sesuatu yg tdk mgkn bagi manusia adalah mungkin bagi Dia. Kita perlu pertimbangan, observasi, perhitungan tapi sehrsnya tdk menyurutkan kita melakukan kehendak Allah dlm hidup kita. Lihatlah potensi yg Tuhan berikan.

- Taburkan benih pagi2, karena kita tdk tahu mana yg akan berhasil. Mungkin keduanya sama2 berhasil, atau sama2 gagal, atau 1 berhasil 1 gagal. Tugas kita hanya mengerjakan saja, Tuhanlah yg memberi pertumbuhan

- Bersukacita dm umur yg Tuhan berikan. Sebab siapa saja bisa mengalami kematian, sebab semua di bwh kolong langit ada limitasinya, ada kematian. Sebab itu, nikmatilah hidup yg Tuhan berikan di dlm takut akan Tuhan. Nikmati dan jalani sebab umur yg Tuhan berikan itu terbatas.

- Hari-hari yg gelap -- semakin org berumur panjang, semakin melihat realita hidup ini yg membuat mrk berteriak kpd Allah. Misalnya Habakuk melihat org2 yg tdk benar. Semakin kita berumur panjang, kita akan diperhadapkan pd fakta kerusakan2 dalam dunia ini, yg akan membuat kita berteriak kepada Allah. Hidup ini terbatas, alam maut akan menguasai manusia. Sadari hidup yg Tuhan anugerahkan dg sungguh-sungguh dan penuh, sbg tanggungjawab kpd Alah.

KESIMPULAN :

Apa yg kita bisa lakukan, lakukan dg sungguh2. Sbg pelajar/mahasiswa, belajarlah dg baik, sbg pengajar mengajarlah yg baik. Sbg pebisnis/ ibu rumah tangga, lakukan dg sungguh2 hati sbg ibadah kpd Allah. Hasilnya akan beda, org menikmatinya jg akan beda antara orang yg melakukan dg sungguh2 atau tidak.

PENUTUP

Tuhan akan selalu mengajar, membimbig dan menuntun kita. Ada angin, badai dan banjir sekalipun kita takut akan Dia. Smua akan hadapi persoalan tp beda2, tp selalu pilih utk melakukan apa yg benar di mata Tuhan dg sungguh2 hati. *

*Ibu Elizabeth Wahyuni

(Ringkasan khotbah ini belum diperiksa oleh pengkhotbah)

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top