Ringkasan Khotbah

Hidup Dalam Kristus: Kasih Dalam Keluarga

Penulis : JA | Tue, 23 September 2025 - 11:43 | Dilihat : 3572

Ringkasan Khotbah, Minggu, 14 September 2025

Hidup dalam Kristus: Kasih dalam Keluarga (Pdt. Gelen Marpaung) Kolose 3:14; Efesus 5:21-23; Efesus 5:25, 28b; Efesus 6:1, 4

Keluarga adalah lembaga pertama dalam sejarah manusia yang dibentuk atas inisiatif langsung dari Allah, bahkan sebelum organisasi gereja, komunitas, atau bangsa. Karenanya, Martin Luther menyebutkan suatu istilah dalam bahasa Latin yaitu “Ecclesiola in Ecclesia”, yang berarti keluarga adalah “gereja kecil” di dalam gereja. Apa yang terjadi di dalam keluarga sangat menentukan kehidupan iman anggotanya, baik di dalam masyarakat maupun di gereja.

Adapun yang menjadi dasar Teologis dari keluarga adalah kasih Kristus, yang lebih dari sekedar perasaan atau ikatan darah (kasih agape), karena kasih-Nya adalah kasih yang sempurna, yang rela berkorban, dan tidak hitung-hitungan, tidak seperti kasih manusia yang fluktuatif dan berubah-ubah.

John Calvin menyatakan dalam bukunya “Institutio Christianae Religionis” bahwa keluarga adalah wadah utama Allah dalam mendidik manusia dalam ketaatan. Calvin memakai istilah “Domus est seminarium Ecclesiae”, yang berarti keluarga adalah “institusi pendidikan/seminari” bagi anggota gereja, di mana keluarga harus mengajarkan anggotanya untuk berdoa, memuji Tuhan, membahas Firman Tuhan, dan membangun karakter mereka. Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting, karena orangtua harus menjadi teladan bagi anak dan mendidik anak di dalam Tuhan.

Herman Bavinck dalam bukunya “de Christelijke Huisgezin” (the Christian Family, keluarga Kristen) menuliskan bagaimana keluarga adalah suatu lembaga ilahi, dasar pendidikan, dan ruang pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang iman dan kasih Allah dengan kalimat “family is the nursery of both the church and the society”. Bavinck menekankan bahwa pendidikan iman tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari di rumah.

Amsal 22:6 dan Ulangan 6:6-7 mengajak kita sebagai orang Kristen untuk mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada anak-anak bahkan sejak dini agar Firman Tuhan menjadi dasar kehidupan mereka. Tetapi, orangtua juga tidak boleh lupa untuk memperbarui karakter dan pengetahuan diri mereka akan Tuhan.

Berdasarkan beberapa ayat di bawah ini, setidaknya ada 3 hal yang menjadi bentuk kasih dalam keluarga, yaitu:

  1. Kasih yang mengikat (Kolose 3:14), artinya kasih Kristuslah yang menjaga keluarga agar tetap utuh di tengah konflik dan perbedaan.

  1. Kasih yang rela berkorban (Efesus 5:21), artinya kasih dalam keluarga harus memiliki kerendahan hati, bukan mendominasi satu sama lain. Masing-masing anggota keluarga pasti punya harapan atau ambisi, dan dalam mengejar hal-hal tersebut pasti diperlukan pengorbanan. Karena itu, kasih harus menyeimbangkan dan mempengaruhi sikap kita dalam pekerjaan maupun keluarga.

  1. Kasih yang mendidik (Efesus 6:4), artinya orangtua mendidik anak bukan dengan amarah, melainkan meneladani didikan dari Tuhan. Orangtua juga harus disiplin dan konsisten dalam menjadi teladan bagi anak. Kasih yang sejati tidak memanjakan anak, tetapi membentuk karakter mereka.

Aplikasi yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita:

  1. bagi suami istri, kasihilah pasangan kita bukan karena dia sempurna, namun karena Kristus terlebih dahulu mengasihi kita (Efesus 5:25). Belajar mengucapkan “maaf”, “terima kasih”, dan “aku mengasihimu”. Inilah 3 frasa yang mampu mengurangi “pergesekan” dalam kehidupan rumah tangga.

  1. bagi orangtua, janganlah hanya sibuk mencari nafkah, tapi hadirlah bagi anak secara emosional, karena anak membutuhkan telinga dan waktu dari orangtua mereka, bukan uang semata. Doakan anak setiap hari, seperti Agustinus yang berkata, “doa ibuku adalah warisan terbesar dalam hidupku.”

  1. bagi anak, belajarlah menghormati orangtua bukan hanya dengan perkataan saja, tetapi dengan sikap yang nyata. Mengasihi keluarga juga berarti saling mendoakan, menolong, dan tidak saling membandingkan orangtua/anak dari keluarga lain.

*JA

Ringkasan Khotbah ini sudah diperiksa oleh Pengkhotbah

Lihat juga

jQuery Slider

Komentar


Group

Top