Ringkasan Khotbah, Minggu, 14 September 2025
Hidup dalam Kristus: Kasih dalam Keluarga (Pdt. Gelen Marpaung) Kolose 3:14; Efesus 5:21-23; Efesus 5:25, 28b; Efesus 6:1, 4
Keluarga adalah lembaga pertama dalam sejarah manusia yang dibentuk atas inisiatif langsung dari Allah, bahkan sebelum organisasi gereja, komunitas, atau bangsa. Karenanya, Martin Luther menyebutkan suatu istilah dalam bahasa Latin yaitu “Ecclesiola in Ecclesia”, yang berarti keluarga adalah “gereja kecil” di dalam gereja. Apa yang terjadi di dalam keluarga sangat menentukan kehidupan iman anggotanya, baik di dalam masyarakat maupun di gereja.
Adapun yang menjadi dasar Teologis dari keluarga adalah kasih Kristus, yang lebih dari sekedar perasaan atau ikatan darah (kasih agape), karena kasih-Nya adalah kasih yang sempurna, yang rela berkorban, dan tidak hitung-hitungan, tidak seperti kasih manusia yang fluktuatif dan berubah-ubah.
John Calvin menyatakan dalam bukunya “Institutio Christianae Religionis” bahwa keluarga adalah wadah utama Allah dalam mendidik manusia dalam ketaatan. Calvin memakai istilah “Domus est seminarium Ecclesiae”, yang berarti keluarga adalah “institusi pendidikan/seminari” bagi anggota gereja, di mana keluarga harus mengajarkan anggotanya untuk berdoa, memuji Tuhan, membahas Firman Tuhan, dan membangun karakter mereka. Oleh sebab itu, peran orangtua sangat penting, karena orangtua harus menjadi teladan bagi anak dan mendidik anak di dalam Tuhan.
Herman Bavinck dalam bukunya “de Christelijke Huisgezin” (the Christian Family, keluarga Kristen) menuliskan bagaimana keluarga adalah suatu lembaga ilahi, dasar pendidikan, dan ruang pertama bagi anak-anak untuk belajar tentang iman dan kasih Allah dengan kalimat “family is the nursery of both the church and the society”. Bavinck menekankan bahwa pendidikan iman tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari di rumah.
Amsal 22:6 dan Ulangan 6:6-7 mengajak kita sebagai orang Kristen untuk mengajarkan kebenaran Firman Tuhan kepada anak-anak bahkan sejak dini agar Firman Tuhan menjadi dasar kehidupan mereka. Tetapi, orangtua juga tidak boleh lupa untuk memperbarui karakter dan pengetahuan diri mereka akan Tuhan.
Berdasarkan beberapa ayat di bawah ini, setidaknya ada 3 hal yang menjadi bentuk kasih dalam keluarga, yaitu:
Aplikasi yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita:
*JA
Ringkasan Khotbah ini sudah diperiksa oleh Pengkhotbah